BP Tapera Salurkan 194.360 KPR FLPP hingga Oktober 2026

BP Tapera mengungkapkan, realisasi KPR FLPP lebih rendah pada kuartal pertama dan kedua 2026 dibandingkan 2025.

Diterbitkan 02 November 2026, 20:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - BP Tapera mencatat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 194.360 unit hingga 31 Oktober 2026. Realisasi tersebut baru mencapai 55,53% dari target sebanyak 350.000 unit sepanjang 2026.

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera Sid Herdi Kusuma mengatakan, BP Tapera mengandalkan peningkatan penyaluran pada kuartal III dan IV untuk mengejar target tahun ini.

“Untuk kuartal pertama dan kuartal kedua, realisasi tahun 2026 lebih rendah daripada tahun 2025. Namun, untuk kuartal tiga dan kuartal empat, realisasi tahun 2026 jika dibandingkan dengan 2025 trennya positif,” ujar Sid di Kantor Kementerian PKP, Senin (2/11/2026).

Sid mengatakan BP Tapera memperkuat koordinasi dengan perbankan, pengembang, dan calon debitur untuk mempercepat penyaluran KPR FLPP. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi, kampanye media sosial, pembukaan stan pemasaran, serta pembentukan grup komunikasi WhatsApp di tingkat kabupaten dan kota.

BP Tapera juga mengerahkan jajaran komisioner dan deputi komisioner untuk melakukan pemasaran langsung sejak 9 Oktober 2026. Langkah tersebut mengikuti arahan Menteri PKP untuk mempercepat pencapaian target penyaluran rumah subsidi.

“Komisioner dan deputi komisioner turun langsung sesuai arahan Pak Menteri untuk melakukan pemasaran agar target kita tercapai di tahun 2026 ini sebesar 350 ribu,” kata Sid.

Dari sisi pembangunan, Real Estat Indonesia (REI) memperoleh alokasi terbesar dengan target 147.697 unit. Hingga 31 Oktober 2026, REI telah menyelesaikan pembangunan 81.788 unit atau 55,38% dari target.

Sementara itu, penyaluran Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) subsidi untuk rumah susun masih berjalan lambat. BP Tapera baru merealisasikan 25 unit dari target 10.000 unit, sehingga masih terdapat 9.975 unit yang belum tersalurkan.

 

Ketersediaan Rumah Susun

Data Sikumbang mencatat ketersediaan rumah susun siap huni atau ready stock mencapai 4.093 unit. Jumlah tersebut menjadi salah satu potensi pasokan untuk mendukung program KPA subsidi.

Dalam periode 9-31 Oktober 2026, salah satu cakupan wilayah pemasaran yang meliputi Jawa Barat, Banten, dan Kalimantan mencatat realisasi 8.965 unit dari target 105.393 unit.

BP Tapera berharap peningkatan penyaluran pada kuartal IV dapat mempercepat realisasi KPR FLPP dan mendekatkan pencapaian target 350.000 unit hingga akhir 2026.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6