BP Tapera Gandeng BTN dan BSN Kejar Target 350.000 Rumah Subsidi

BP Tapera gandeng BTN dan BSN kejar sisa target 155.640 unit rumah subsidi FLPP hingga akhir 2026. Realisasi per Oktober capai 55,53%.

Diterbitkan 02 November 2026, 20:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - BP Tapera memperkuat kolaborasi strategis bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan Bank Syariah Nasional (BSN) untuk mengejar target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang tahun 2026.

Hingga 31 Oktober 2026, realisasi penyaluran FLPP secara nasional telah mencapai 194.360 unit atau setara 55,53% dari target tahunan. Dengan demikian, BP Tapera masih harus menuntaskan sisa penyaluran sebanyak 155.640 unit hingga akhir tahun.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengungkapkan bahwa BTN masih menjadi mitra perbankan utama dalam penyaluran KPR subsidi. Bank BUMN ini telah menyalurkan 85.341 unit rumah atau 50,84% dari kuota targetnya yang sebesar 167.870 unit hingga akhir Oktober 2026.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan BTN dan juga BSN,” ujar Heru dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta, Senin (2/11/2026).

Heru menjelaskan, apabila penyaluran dari BTN dan BSN digabungkan, total realisasinya telah menembus sekitar 123.000 unit. Untuk mempercepat pencapaian target, BP Tapera bakal memperluas jangkauan pemasaran bersama.

“Kami bersama-sama dengan BTN dan BSN melakukan kolaborasi untuk sosialisasi dengan menggandeng pengembang-pengembang berkualitas setempat,” kata Heru.

Pemasaran bersama tersebut diprioritaskan di delapan provinsi utama, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus menjaring lebih banyak calon penerima KPR subsidi.

 

Tren Penyaluran Membaik pada Semester II 2026

Secara historis, kinerja penyaluran FLPP pada 2026 menunjukkan tren pemulihan yang signifikan di semester kedua. Pada Triwulan I, penyaluran tercatat sebesar 41.084 unit (turun 24% YoY), dan Triwulan II sebesar 50.447 unit (turun 25% YoY).

Namun, kinerja berbalik positif pada Triwulan III dengan realisasi naik 9% menjadi 73.477 unit dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 67.458 unit. Tren lonjakan ini berlanjut pada Oktober 2026 dengan raihan 29.352 unit, atau melonjak 22% dibandingkan Oktober 2025.

Secara keseluruhan, total nilai penyaluran dana FLPP nasional per Oktober 2026 telah menembus Rp 24,22 triliun. Adapun rincian realisasi unit berdasarkan bank penyalur adalah:

  • BTN: 85.341 unit
  • BSN: 46.747 unit
  • BRI: 25.650 unit
  • BNI: 14.087 unit
  • Bank Mandiri: 6.635 unit

 

Jawa Barat Tertinggi, Rumah Susun Masih Melandai

Dari peta sebaran wilayah, Jawa Barat mencatatkan realisasi tertinggi sebanyak 43.846 unit atau 83,37% dari target 52.591 unit. Posisi berikutnya ditempati Sulawesi Selatan dengan 16.375 unit (81,88%), disusul Jawa Timur 13.680 unit, dan Banten 12.341 unit.

Dari sisi penyuplai hunian, Real Estat Indonesia (REI) mendominasi pembangunan rumah subsidi dengan realisasi 81.788 unit (55,38% dari target 147.697 unit), diikuti APERSI sebanyak 55.315 unit, dan HIMPERRA sebesar 26.668 unit.

Meski begitu, BP Tapera masih menghadapi tantangan besar pada penyaluran KPR subsidi untuk rumah susun (rusun). Dari target 10.000 unit pada 2026, realisasi baru terserap 25 unit (0,25%), padahal terdapat 4.093 unit rusun yang sudah berstatus siap huni.

Guna mengakselerasi sisa target, BP Tapera mengintensifkan sosialisasi onsite, kampanye media sosial, pembukaan stan pemasaran, hingga pembentukan grup komunikasi WhatsApp Program 3 Juta Rumah di seluruh kabupaten/kota.

Melalui pergerakan tim pemasaran selama periode 9–31 Oktober 2026 saja, BP Tapera berhasil menambah penyaluran 17.656 unit dari 149 kegiatan sosialisasi yang diikuti 26.953 peserta. BP Tapera optimistis sisa 155.640 unit dapat terkejar hingga penghujung tahun 2026 melalui sinergi ketat bersama perbankan, pengembang, dan pemerintah daerah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6