Daftar 10 Negara Paling Kaya 2026, Indonesia Urutan Berapa?

IMF merilis daftar 10 negara paling kaya di dunia pada 2026 berdasarkan PDB. Simak posisi puncak AS dan China, serta kejutan urutan Indonesia.

Diterbitkan 25 Oktober 2026, 13:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peta kekuatan ekonomi global terus bergerak dinamis. Perkembangan teknologi, pergeseran alur perdagangan, serta melesatnya daya beli pasar domestik di berbagai belahan dunia menjadi pemicu utamanya. Untuk membaca arah investasi dan dinamika bisnis internasional, memahami lanskap ekonomi dunia menjadi langkah yang sangat krusial.

Salah satu tolok ukur utama untuk mengukur kapasitas ekonomi suatu negara adalah proyeksi nominal Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan nilai tukar pasar.

Total nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ini merupakan besaran nilai total kue ekonomi, produksi barang, dan jasa yang dihasilkan suatu negara. Ukuran ini berbeda dengan PDB per kapita yang mengukur tingkat kemakmuran rata-rata per individu warga negara.

Meski demikian, besaran PDB total nominal inilah yang menjadi tolok ukur utama dalam menentukan pengaruh serta kapasitas daya saing ekonomi suatu negara di panggung politik dan bisnis global.

Melansir Visual Capitalist, Minggu (25/10/2026), dari data proyeksi World Economic Outlook milik Dana Moneter Internasional (IMF), berikut daftar 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada 2026:

1. Amerika Serikat

Amerika Serikat (AS) masih kokoh di puncak sebagai kekuatan ekonomi terbesar dunia. Proyeksi PDB AS pada 2026 menembus US4$ 32,64 triliun atau sekitar Rp 589,56 kuadriliun (kurs Rp 18.062,55 per US$). Kepemimpinan AS didukung oleh keberagaman industri, dominasi sektor keuangan global, serta inovasi di bidang kecerdasan buatan (AI).

2. China

Menempati urutan kedua dengan proyeksi PDB US$ 21,55 triliun (sekitar Rp 389,24 kuadriliun), China menjadi raksasa manufaktur dan ekspor terbesar di dunia. Meski berada di posisi kedua secara nominal, China memimpin di peringkat pertama global jika diukur berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) atau keseimbangan kemampuan belanja.

3. Jerman

Jerman mempertahankan posisinya sebagai raja ekonomi Eropa sekaligus nomor tiga di dunia dengan proyeksi PDB US$ 5,47 triliun (sekitar Rp 98,8 kuadriliun). Berfokus pada manufaktur bernilai tinggi, otomotif, dan barang modal, Jerman menjadi tulang punggung finansial kawasan Zona Euro.

4. Jepang

Dikenal lewat keunggulan teknologinya, Jepang duduk di peringkat keempat dunia dengan proyeksi PDB US$ 4,34 triliun (sekitar Rp 78,39 kuadriliun). Kendati menghadapi tantangan penuaan populasi, efisiensi rantai pasok serta kekuatan sektor elektronik dan otomotif menjaga posisi Jepang di panggung global.

5. Britania Raya

Britania Raya (United Kingdom) menempati posisi kelima dengan proyeksi PDB US$ 4,27 triliun (sekitar Rp 77,12 kuadriliun). Perekonomian negara ini disokong oleh dominasi sektor jasa, terutama perbankan dan keuangan di London serta riset dan industri kreatif.

Pertumbuhan Pesat India hingga Dominasi Eropa dan Brasil

6. India

India mencatatkan pertumbuhan yang sangat pesat hingga melesat ke urutan keenam dengan proyeksi PDB US$ 4,06 triliun (sekitar Rp 73,33 kuadriliun). Berbekal populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa, melonjaknya konsumsi domestik, serta ekspansi sektor teknologi informasi dan manufaktur, posisi India diprediksi terus merangkak naik (bahkan berada di posisi ke-3 secara PPP).

7. Prancis

Prancis berada di peringkat ketujuh dunia dengan proyeksi PDB US$ 3,55 triliun (sekitar Rp 64,12 kuadriliun). Struktur ekonomi Prancis sangat beragam, ditopang oleh industri barang mewah, penerbangan, energi terbarukan dan nuklir, hingga pariwisata internasional.

8. Rusia

Rusia bertahan di peringkat kedelapan perekonomian terbesar dunia dengan proyeksi PDB US$ 2,86 triliun (sekitar Rp 51,65 kuadriliun). Sektor energi terutama cadangan minyak bumi dan gas alam serta komoditas tambang dan industri berat menjadi penggerak utama PDB-nya.

9. Italia

Sebagai salah satu kekuatan industri utama Eropa, Italia menempati posisi kesembilan dengan proyeksi PDB nominal US$ 2,70 triliun (sekitar Rp 48,76 kuadriliun). Italia diuntungkan oleh ekspor produk konsumsi mewah, mesin presisi,manufaktur, dan sektor pariwisata.

10. Brasil

Brasil mengamankan posisi ke-10 sekaligus menjadi satu-satunya wakil Amerika Latin di daftar ini, dengan proyeksi PDB US$ 2,65 triliun (sekitar Rp 47,86 kuadriliun). Perekonomian Brasil didorong oleh pasokan komoditas pertanian global, tambang bijih besi, dan pasar konsumen domestik yang masif.

Bagaimana Posisi Indonesia?

 

Sebagai catatan, Indonesia berada di urutan ke-17 dunia untuk nominal PDB tahun 2026 dengan nilai US$1 ,48 triliun (sekitar Rp 26,73 kuadriliun).

Namun, jika diukur menggunakan pendekatan daya beli lokal (PPP), perekonomian Indonesia melesat ke posisi ke-7 di dunia dengan angka mencapai US$ 5,48 triliun (sekitar Rp 98,98 kuadriliun). Catatan ini mengungguli negara-negara maju seperti Britania Raya, Prancis, hingga Kanada.

Secara keseluruhan, peta ekonomi 2026 menunjukkan bahwa dominasi nominal masih dipegang negara maju seperti AS,Tiongkok, dan Jerman. Namun, lonjakan negara berkembang seperti India dan Indonesia pada skala daya beli menandai pergeseran bertahap pusat pertumbuhan ekonomi dunia menuju Asia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6