Liputan6.com, Jakarta Penyebab jamur di dinding kamar mandi hampir selalu sama, yaitu kelembapan yang bertahan terlalu lama. Uap air panas, ventilasi yang buruk, dan kebocoran kecil membuat permukaan dinding tidak sempat kering.
Spora jamur sebenarnya selalu ada di udara dan tinggal menunggu permukaan yang lembap. Karena itu, kalau Anda ingin tahu penyebab jamur di dinding kamar mandi, mulailah dengan mencari dari mana air atau uap itu datang.
Mengacu pada panduan inspeksi jamur di Kanada, spora jamur selalu ada di udara. Untuk tumbuh, jamur hanya butuh air, sumber makanan (sisa sabun, kertas, papan gipsum, nat), dan udara diam dengan kelembapan di atas 60%. Setiap kali Anda mandi, ketiganya tersedia dalam waktu kurang dari sepuluh menit.
Advertisement
1. Kenali Penyebab dari Kelembapan Udara dan Ventilasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437980/original/023574200_1765269370-Jamur_di_Dinding.jpg)
Ventilasi buruk adalah penyebab jamur di dinding kamar mandi yang paling sering muncul, apalagi di kamar mandi tanpa jendela. Contoh sederhananya, bayangkan Anda mandi air hangat, lalu menutup pintu rapat-rapat. Uapnya terkurung dan menempel di dinding berjam-jam setelahnya.
Sebagaimana diungkapkan Michael Rubino, pakar jamur dan kualitas udara, yang dikutip dari Real Simple, sebagian spesies jamur bisa tumbuh saat kelembapan mencapai 60% ke atas, sehingga targetnya adalah menjaga kelembapan di bawah angka itu.
- Cek apakah kamar mandi punya aliran udara: Lihat apakah ada jendela, lubang angin, atau exhaust fan. Kalau tidak ada sama sekali, uap air tidak punya jalan keluar dan langsung mengembun di dinding.
- Periksa kinerja exhaust fan: Menurut panduan jamur kamar mandi dari Kanada, kipas yang lemah, kipas yang dibuang ke loteng alih-alih ke luar, atau kipas yang hanya menyala saat mandi membuat udara lembap mengendap di permukaan dingin.
- Ukur kelembapan dengan higrometer: Higrometer adalah alat kecil pengukur kelembapan relatif. Kelembapan relatif dalam ruangan sebaiknya di bawah 60 persen, idealnya 30 sampai 50 persen jika memungkinkan, menurut EPA.
- Biarkan kipas menyala setelah mandi: Nyalakan kipas setidaknya 15 sampai 20 menit setelah mandi. Kalau tidak punya kipas, buka pintu atau jendela supaya udara bergerak.
Tips: kalau dinding atau cermin tetap berembun lama setelah mandi, itu tanda ventilasi kamar mandi Anda belum cukup.
Advertisement
2. Periksa Kondensasi pada Permukaan Dinding yang Dingin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5374859/original/076690000_1759905895-lk.jpg)
Kondensasi adalah proses uap air berubah menjadi titik-titik air saat menyentuh permukaan yang lebih dingin. Banyak orang tidak sadar bahwa proses ini termasuk penyebab jamur di dinding kamar mandi, karena tidak ada kebocoran yang terlihat. Dalam praktiknya, dinding yang berbatasan langsung dengan luar rumah atau plafon di bawah atap paling sering terkena.
Richard Hill, Tile Expert di Waxman Ceramics, dikutip dari Tom's Guide menyatakan "Di kamar mandi, jamur bisa berkembang ketika udara lembap dari shower dan bak mandi bertemu permukaan yang lebih dingin, dan kondensasi menumpuk."
- Kenali titik terdingin di kamar mandi: Plafon dan dinding luar biasanya jadi korban pertama. Jamur di plafon terbentuk karena udara shower yang panas mengembun di permukaan paling dingin di ruangan, biasanya di bawah loteng tanpa insulasi atau di sambungan plafon dengan dinding luar.
- Perhatikan pola noda: Bintik hitam yang menyebar merata di sudut atas atau plafon biasanya muncul karena kondensasi, bukan rembesan dari pipa.
- Naikkan suhu permukaan atau turunkan kelembapan: Panduan EPA menyarankan mencegah kelembapan akibat kondensasi dengan menaikkan suhu permukaan atau mengurangi kadar uap air di udara. Untuk menaikkan suhu permukaan, beri insulasi atau tingkatkan sirkulasi udara.
- Lap dinding dan keramik yang basah: Hanya membuka pintu sering tidak cukup. Seperti dicatat Tom's Guide, air yang menggenang bisa cepat memicu jamur hitam, terutama di lingkungan yang penuh uap.
Â
3. Telusuri Kebocoran, Nat Retak, dan Material yang Rusak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5438007/original/050365300_1765269887-Membersihkan_Jamur_di_Dinding.jpg)
Kalau ventilasi sudah baik tapi jamur tetap muncul, cari penyebab jamur di dinding kamar mandi dari sumber air yang tersembunyi. Biasanya pelakunya pipa yang merembes, nat keramik yang retak, atau lapisan waterproofing yang sudah rusak.
Sebagaimana dilaporkan NBC News, Jennifer Rodriguez, chief hygiene officer di ProHousekeepers, mengatakan, "Jamur di rumah terutama disebabkan oleh kelembapan berlebih, yang bisa berasal dari pipa bocor, kelembapan tinggi, atau kondensasi, terutama di kamar mandi dan dapur."
- Cari kebocoran yang lambat: Rembesan kecil justru paling berbahaya. Rubino menjelaskan bahwa sumber air kecil yang terus-menerus lebih bermasalah karena bisa tidak terdeteksi cukup lama, sehingga jamur bisa berkoloni dan berkembang.
- Periksa nat dan sealant: Nat adalah pengisi celah antar-keramik, sedangkan sealant (silikon) menutup sambungan di sekitar bak, shower, atau wastafel. Rubino juga menyebut bahwa retakan membuat kelembapan terperangkap lama, dan "jamur bisa tumbuh dalam 24 hingga 48 jam" jika ada kelembapan dan bahan organik.
- Perhatikan keramik yang tidak rata: Celah dari keramik yang miring atau tidak sejajar juga bisa menahan air bekas mandi dan cipratan wastafel.
- Lihat sisi dinding sebaliknya: Kalau dinding kamar sebelah ikut lembap, mengelupas, atau berbau apek, kemungkinan air dari kamar mandi sudah merembes melewati dinding.
- Cek jendela kamar mandi: Jendela yang tidak tertutup rapat bisa membuat air hujan dan udara lembap dari luar masuk.
Â
Tips: ganti nat yang sudah retak atau menghitam permanen, jangan cuma digosok. Kalau penasaran bagian mana yang paling rawan, Anda bisa mengecek daftar area kamar mandi yang jarang dibersihkan.
Advertisement
Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Memicu Jamur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5233723/original/062505800_1748322744-Depositphotos_247272894_L.jpg)
Selain masalah bangunan, kebiasaan kecil juga bisa memicu jamur. Penyebab paling umum jamur kamar mandi adalah kelembapan yang bertahan di ruangan tanpa ventilasi memadai. Pipa, wastafel, shower, dan bak mandi yang bocor ikut memperburuk masalah kelembapan, menurut ServiceMaster Restore. Berikut kebiasaan yang perlu Anda perhatikan.
Menggantung handuk dan keset basah sembarangan
- Handuk menumpuk: Handuk yang ditumpuk tidak akan kering dan terus melepaskan uap air ke dinding di sekitarnya.
- Keset lembap: Keset yang selalu basah menjaga sudut bawah dinding tetap lembap.
- Tirai shower terlipat: Lipatan tirai yang basah menahan air dan menjadi tempat jamur mulai tumbuh.
Jarang membersihkan dan mengeringkan
- Sisa sabun di dinding: Sisa sabun dan sampo menjadi sumber makanan bagi spora jamur.
- Membiarkan genangan: Air yang menggenang di lantai dekat dinding mempercepat lembapnya bagian bawah tembok. Panduan cara menghilangkan jamur hitam juga menekankan pentingnya mengurangi genangan.
- Menunda pengeringan setelah bocor: Area dan barang yang terkena air sebaiknya dikeringkan dalam 24-48 jam untuk mencegah jamur tumbuh.
Menutup jamur dengan cat tanpa memperbaiki sumbernya
- Cat ulang di atas jamur: Merujuk panduan
- Hanya membersihkan noda: Jamur cenderung kembali karena banyak orang hanya membersihkan noda yang terlihat dan membiarkan sumber kelembapannya.
- Salah memilih pembersih: Untuk permukaan keras, EPA menyarankan membersihkan jamur menggunakan deterjen ringan dan air.
Dilansir dari PuroClean, jamur sering muncul di kamar mandi karena ruangan ini secara alami hangat dan lembap. Jadi, jamur tidak selalu menandakan kamar mandi Anda jorok. Biasanya ada satu atau dua sumber kelembapan yang belum ditangani. Kalau sumbernya sudah ketemu dan diperbaiki, membersihkan dinding akan jauh lebih efektif dan hasilnya lebih awet.
Ringkasan penyebab yang perlu Anda cek:
- Ventilasi buruk: uap air terperangkap setelah mandi.
- Kondensasi: uap mengembun di dinding dan plafon yang dingin.
- Kebocoran tersembunyi: pipa dan saluran di balik dinding merembes.
- Nat dan sealant retak: air masuk ke balik keramik.
- Keramik tidak rata: air bekas mandi tertahan di celah.
- Jendela tidak rapat: air hujan dan udara lembap dari luar masuk ke dalam.
- Barang basah dan kebersihan: handuk, keset, dan sisa sabun menjaga dinding tetap lembap.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381099/original/021116000_1792753524-cek_fakta_suahasil_-_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2214828/original/012272500_1526406975-pemadan_karhutla_sinar_mas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372110/original/065484300_1791867682-01M4SRN3B7P9F5SRF7QE6X6D6C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378590/original/076325000_1792553116-0f3acdb6-8c25-4337-8158-68497dc3e604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353542/original/069531800_1789968774-terminal_listrik.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378948/original/065895100_1792569043-b8170c79-6ea1-41b9-a4cf-8eb403dcba21.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381569/original/097679400_1792831741-Gemini_Generated_Image_te7nwgte7nwgte7n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378929/original/045986700_1792568577-dc4a3ba7-3164-4066-b25e-c1559437cd73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377828/original/093097000_1792480053-5.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381792/original/089396100_1792894210-23105876-0f47-4b7b-8aa1-d4261012684e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351431/original/089450800_1789695786-Gemini_Generated_Image_2ehjug2ehjug2ehj.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381776/original/014001400_1792893286-e5696d20-c970-409f-a13c-7f9eb83ef2bb.jpg)