Bukan Cuma Menabung, Masyarakat Mulai Cari Cara Melindungi Kekayaan

Masyarakat mulai mengubah strategi keuangan, dari sekadar menabung menjadi membangun sekaligus melindungi kekayaan.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 13:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat Indonesia mulai menghadapi kebutuhan finansial yang semakin kompleks. Jika sebelumnya menabung menjadi salah satu cara utama untuk menyiapkan masa depan, kini perhatian mulai bergeser pada bagaimana membangun sekaligus melindungi kekayaan dalam jangka panjang.

Perubahan tersebut terjadi seiring bertambahnya kebutuhan pada berbagai tahap kehidupan, mulai dari menyiapkan pendidikan anak, membeli rumah, mempersiapkan masa pensiun hingga memastikan kondisi finansial keluarga tetap terjaga ketika terjadi risiko yang tidak terduga.

Presiden Direktur Great Eastern Life Indonesia Nina Ong mengatakan, kebutuhan finansial masyarakat terus berkembang seiring perjalanan hidup. Setelah aset mulai terbentuk, perhatian tidak hanya tertuju pada pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana kekayaan dapat dikelola secara lebih terencana dan terdiversifikasi sesuai tujuan finansial masing-masing.

“Kebutuhan finansial nasabah terus berkembang seiring perjalanan hidup. Setelah membangun aset, kebutuhan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana aset tersebut dapat dikelola secara lebih terencana dan terdiversifikasi sesuai dengan tujuan finansial masing-masing," jelas dia dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).

Perubahan pola tersebut berlangsung ketika perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan pada Triwulan II 2026. Secara kumulatif, ekonomi Indonesia pada Semester I 2026 tumbuh 5,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan untuk mengelola aset secara lebih terencana turut membuka ruang bagi strategi diversifikasi. Strategi ini memungkinkan seseorang membagi aset ke berbagai instrumen sesuai tujuan, jangka waktu dan profil risiko.

Namun, diversifikasi bukan berarti menghilangkan risiko. Strategi tersebut lebih ditujukan untuk menjadi bagian dari pengelolaan risiko agar seluruh kekayaan tidak bergantung pada satu instrumen atau jenis aset.

Dari Membangun Aset hingga Menjaga Kekayaan

Perubahan kebutuhan finansial biasanya berjalan mengikuti tahapan kehidupan. Pada usia produktif, seseorang mungkin lebih banyak berfokus pada peningkatan pendapatan dan pembangunan aset. Setelah aset mulai terkumpul, perhatian dapat bergeser pada bagaimana kekayaan tersebut dipertahankan dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang.

Kebutuhan itu dapat mencakup dana pendidikan anak, persiapan pensiun, perlindungan keluarga hingga perencanaan kekayaan untuk generasi berikutnya.

Karena itu, perencanaan keuangan tidak hanya berbicara mengenai seberapa besar keuntungan yang dapat diperoleh dari suatu aset. Faktor lain seperti jangka waktu, likuiditas, risiko, perlindungan dan tujuan keuangan juga perlu dipertimbangkan.

Perkembangan industri asuransi jiwa turut mencerminkan perubahan kebutuhan tersebut. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan premi produk PAYDI atau unit link pada Semester I 2026 mencapai Rp 35,73 triliun, tumbuh 10,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, premi bisnis baru PAYDI/unit link tumbuh lebih tinggi, yakni 34,5% menjadi Rp 19,78 triliun.

Dari sisi distribusi, kanal bancassurance masih menjadi salah satu saluran utama. Pendapatan premi melalui bancassurance tercatat Rp 41,58 triliun atau tumbuh 17,9%.

Data tersebut menunjukkan adanya aktivitas yang cukup kuat pada produk asuransi yang memiliki unsur perlindungan sekaligus komponen investasi. Meski demikian, PAYDI tetap merupakan produk asuransi dan komponen investasi memiliki risiko sesuai dengan kinerja dana investasi yang dipilih.

Strategi Melindungi Kekayaan Makin Beragam

Seiring berkembangnya kebutuhan, pilihan dalam mengelola kekayaan juga semakin beragam. Salah satunya melalui produk yang menggabungkan manfaat perlindungan jiwa dengan pilihan dana investasi.

Salah satu produk yang dikembangkan untuk kebutuhan tersebut adalah GREAT Investlink Protection dari Great Eastern Life Indonesia. Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) ini ditawarkan melalui jalur bancassurance di OCBC dengan skema pembayaran premi tunggal.

Produk tersebut menawarkan pilihan mata uang dan dana investasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Setelah tersedia dalam mata uang rupiah, pilihan diperluas ke USD pada Desember 2025 dan kemudian SGD pada Mei 2026.

Untuk pilihan USD, tersedia GreatLink USD Fixed Income Fund dan GreatLink USD Pioneer Equity Fund. Sementara pilihan SGD mencakup GreatLink SGD Multi Assets Growth Fund, GreatLink SGD Multi Assets Income Fund dan GreatLink SGD Money Market Fund.

Vonny Wibowo, Wealth Management and Funding Product OCBC, mengatakan pengelolaan kekayaan tidak hanya berkaitan dengan upaya mengembangkan aset, tetapi juga bagaimana kekayaan dapat dijaga secara berkesinambungan.

“Bagi OCBC, wealth management adalah tentang mengembangkan sekaligus melindungi kekayaan secara berkesinambungan. GREAT Investlink Protection memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk mendiversifikasi investasinya, termasuk melalui pilihan mata uang asing.”

Dalam memilih instrumen keuangan, masyarakat tetap perlu memahami karakteristik dan risiko masing-masing produk. Pilihan investasi perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu serta profil risiko.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6