Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kemudahan transaksi menggunakan dompet digital, kebiasaan menyimpan uang receh di celengan masih menjadi pilihan bagi sebagian orang. Uang kembalian dari belanja atau sisa uang harian yang terlihat kecil bisa dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga menjadi tabungan yang cukup berarti.
Kebiasaan ini bukan sekadar persoalan memilih tempat menyimpan uang, melainkan juga bisa berkaitan dengan cara seseorang mengatur pengeluaran dan memandang nilai uang. Selain itu, metode pembayaran dapat memengaruhi pengalaman seseorang ketika mengeluarkan uang, termasuk seberapa nyata pengeluaran tersebut terasa.
Meski begitu, orang yang memilih celengan tidak otomatis lebih hemat daripada pengguna dompet digital. Kebiasaan tersebut dapat mencerminkan preferensi pribadi dalam mengelola uang, terutama jika menabung secara fisik membuat proses menyisihkan uang terasa lebih mudah, nyata, dan menyenangkan.
Advertisement
Berikut beberapa ciri yang mungkin terlihat pada orang yang lebih suka menabung uang receh di celengan daripada menyimpannya melalui layanan keuangan digital, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (29/10/2026).
1. Lebih Nyaman Mengelola Uang Secara Nyata
![[Fimela] Uang Tunai](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/JhpKQ3zQLxbP2tpgyHPfQwyJH5s=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2966730/original/079732900_1573652679-bady-qb-67GC0YaeGQc-unsplash.jpg)
Orang yang senang menabung uang receh di celengan mungkin lebih menyukai cara mengelola keuangan yang bisa dilihat dan disentuh secara langsung. Mereka dapat memasukkan uang koin atau lembaran kecil ke dalam celengan setiap kali memiliki uang kembalian, tanpa perlu membuka aplikasi atau memeriksa saldo di layar ponsel.
Kebiasaan ini juga membuat proses menabung terasa lebih konkret. Setiap kali uang dimasukkan, ada bukti fisik bahwa sebagian uang telah disisihkan. Namun, preferensi tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang menolak teknologi, sebab ia tetap bisa menggunakan dompet digital untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.
Advertisement
2. Terbiasa Menyisihkan Uang Sedikit demi Sedikit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4392354/original/038664200_1681288233-mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash.jpg)
Salah satu ciri yang mungkin terlihat adalah kebiasaan mengumpulkan uang dalam jumlah kecil secara konsisten. Alih-alih menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk mulai menabung, mereka memanfaatkan uang receh yang tersisa setelah berbelanja atau memenuhi kebutuhan harian.
Cara ini sejalan dengan prinsip bahwa menabung dapat dilakukan melalui langkah-langkah kecil yang realistis. Kebiasaan menyisihkan uang secara teratur dapat membantu seseorang membangun rutinitas keuangan, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada jumlah uang yang dikumpulkan, konsistensi, dan kebutuhan pengeluaran lainnya.
3. Lebih Sadar terhadap Pengeluaran Sehari-hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5255624/original/055379400_1750190416-young-asian-pregnant-woman-records-income-expenses-home-mom-girl-happy-using-laptop-record-budget-tax-financial-document-e-commerce-working-living-room-home.jpg)
Orang yang memilih celengan mungkin merasa lebih mudah memperhatikan uang yang keluar dan tersisa ketika menggunakan uang tunai. Saat membayar dengan uang fisik, mereka dapat melihat langsung jumlah uang yang berpindah tangan dan uang kembalian yang diterima.
Penelitian mengenai perilaku konsumen menemukan bahwa pembayaran elektronik dapat terasa kurang nyata dibandingkan pembayaran tunai bagi sebagian orang. Perbedaan pengalaman tersebut dapat memengaruhi cara seseorang merasakan pengeluaran dan mengendalikan belanja. Meski demikian, tingkat kesadaran terhadap keuangan juga dipengaruhi kebiasaan mencatat transaksi, membuat anggaran, dan memeriksa saldo secara berkala.
Advertisement
4. Menikmati Proses Mengumpulkan Tabungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8981095/original/059416900_1782986024-celengan.jpg)
Bagi sebagian orang, menabung di celengan memberikan kepuasan tersendiri karena perkembangan tabungan bisa dilihat secara langsung. Celengan yang awalnya ringan perlahan menjadi lebih berat, sedangkan jumlah uang yang terkumpul dapat diketahui ketika celengan dibuka atau isinya dihitung.
Pengalaman sederhana ini bisa menjadi bentuk motivasi untuk terus menabung. Rasa puas tersebut bukan berarti semua orang yang menggunakan celengan memiliki karakter yang sama, tetapi menunjukkan bahwa cara menabung yang menyenangkan dapat membantu seseorang mempertahankan kebiasaannya. Menentukan target, seperti mengumpulkan uang untuk membeli barang tertentu, juga bisa membuat prosesnya terasa lebih terarah.
5. Cenderung Memisahkan Uang Berdasarkan Tujuannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3988161/original/072708600_1649319910-Uang_Bank_Indonesia.jpg)
Orang yang menabung uang receh di celengan mungkin sengaja memisahkan uang tersebut dari uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya, uang di dompet digunakan untuk makan dan transportasi, sedangkan uang receh di celengan dikumpulkan untuk keperluan tertentu atau sebagai simpanan tambahan.
Dalam psikologi keuangan, kebiasaan memberikan tujuan berbeda pada uang dikenal sebagai mental accounting. Konsep ini menjelaskan bagaimana seseorang mengelompokkan uang berdasarkan fungsi atau tujuan penggunaannya, meskipun secara nominal uang tersebut tetap memiliki nilai yang sama. Pemisahan seperti ini dapat membantu menjaga komitmen menabung, tetapi tetap perlu disertai pengelolaan anggaran yang baik agar kebutuhan utama tidak terabaikan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang yang Lebih Suka Menabung Uang Receh
1. Mengapa sebagian orang lebih suka menabung uang receh di celengan daripada dompet digital?
Sebagian orang merasa lebih nyaman menabung secara fisik karena uang yang terkumpul bisa dilihat dan disentuh langsung. Cara ini juga dapat memberikan kepuasan tersendiri ketika jumlah tabungan bertambah.
2. Apakah menabung uang receh di celengan menunjukkan bahwa seseorang hemat?
Belum tentu. Kebiasaan tersebut bisa menjadi salah satu cara mengendalikan pengeluaran, tetapi sifat hemat juga ditentukan oleh kemampuan mengatur anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang secara konsisten.
3. Apa manfaat menabung uang receh secara rutin?
Menabung uang receh dapat membantu membangun kebiasaan menyisihkan uang sedikit demi sedikit. Jika dilakukan secara konsisten, uang yang awalnya terlihat kecil dapat terkumpul menjadi tabungan untuk memenuhi tujuan tertentu.
4. Apakah menabung di celengan lebih baik daripada menggunakan dompet digital?
Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Celengan memudahkan penyimpanan uang secara fisik, sedangkan layanan keuangan digital dapat membantu pencatatan transaksi dan memudahkan akses dana. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan kebiasaan pengelolaan keuangan setiap orang.
5. Apakah kebiasaan menabung uang receh di celengan bisa membantu mencapai tujuan keuangan?
Ya, jika dilakukan secara konsisten dan disertai target yang jelas. Uang receh yang terkumpul dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu atau menjadi tabungan tambahan, meskipun jumlahnya tetap bergantung pada frekuensi dan nominal uang yang disisihkan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4474848/original/027625900_1687318185-20230621065902__fpdl.in__hand-inserting-coin-piggy-bank_1252-1133_normal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357194/original/012279400_1790236143-masjid-pogung-raya-owQ3N7FZgIM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460715/original/071076300_1767273436-kereta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566039/original/061484200_1777108909-WhatsApp.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385233/original/005277100_1793247158-KEdungsepur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369813/original/044030800_1791537059-ZvHeq5n1aRcXe4haTvgDXTz8as4qhmkPCuxYOTsL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355818/original/038120300_1790142530-_____Jelajahi_Pesona_Banyuwangi___Jember_dengan_Kereta_Api_Pandanwangi______Nikmati_perjalanan_seru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385147/original/019229600_1793242555-Rustic_Miso_Soup_with_Tofu_and_Wakame.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385152/original/093863000_1793243214-bca62c5b-b0ee-4dde-8723-85f8419a9224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258218/original/081636500_1670831125-pexels-shvets-production-8036689_1_.jpg)