Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 September 2026: Antam Naik Rp 1.000

Berikut daftar lengkap harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian pada Rabu, (16/9/2026).

Diterbitkan 16 September 2026, 12:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian bervariasi pada Rabu, (16/9/2026). Harga emas Galeri24 dan UBS alami penurunan, tetapi Antam menguat.

Berdasarkan data harga emas di laman Pegadaian saat dipantau pukul 11.16 WIB, harga emas Galeri24 dipatok Rp 2.536.000 per gram. Harga emas Galeri24 ini alami penurunan sekitar Rp 5.000 dari perdagangan kemarin di Rp 2.541.000.

Harga emas Antam dipatok Rp 2.632.000 per gram. Harga emas Antam ini naik Rp 1.000 dari perdagangan kemarin yang dibanderol Rp 2.631.000 per gram.

Sementara itu, harga emas UBS ditetapkan Rp 2.561.000 per gram. Harga emas UBS turun Rp 5.000 dari perdagangan kemarin Rp 2.566.000 per gram.

Harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Seiring hal itu, masyarakat yang ingin membeli emas perlu mengecek harga terbaru sebelum melakukan transaksi.

Sementara itu, melihat dari ukuran yang tersedia, emas Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Emas UBS tersedia mulai 0,5 gram hingga 500 gram. Sementara emas Antam tersedia dalam ukuran mulai 0,5 gram hingga 100 gram.

Berikut rincian harga emas Pegadaian untuk masing-masing produk:

Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.331.000
  • 1 gram: Rp 2.536.000
  • 2 gram: Rp 5.011.000
  • 5 gram: Rp 12.434.000
  • 10 gram: Rp 24.802.000
  • 25 gram: Rp 61.671.000
  • 50 gram: Rp 123.244.000
  • 100 gram: Rp 246.367.000
  • 250 gram: Rp 614.404.000
  • 500 gram: Rp 1.228.807.000
  • 1.000 gram: Rp 2.457.613.000

 

Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.368.000
  • 1 gram: Rp 2.632.000
  • 2 gram: Rp 5.203.000
  • 3 gram: Rp 7.779.000
  • 5 gram: Rp 12.932.000
  • 10 gram: Rp 25.807.000
  • 25 gram: Rp 64.389.000
  • 50 gram: Rp 128.697.000
  • 100 gram: Rp 257.315.000

 

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.384.000
  • 1 gram: Rp 2.561.000
  • 2 gram: Rp 5.081.000
  • 5 gram: Rp 12.556.000
  • 10 gram: Rp 24.980.000
  • 25 gram: Rp 62.326.000
  • 50 gram: Rp 124.396.000
  • 100 gram: Rp 248.693.000
  • 250 gram: Rp 621.548.000
  • 500 gram: Rp 1.241.636.000.

Harga Emas Dunia Turun 0,3%

Sebelumnya, harga emas dunia terpangkas pada perdagangan Selasa, 15 September 2026 (Rabu pagi Jakarta). Harga emas tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS. Hal ini seiring lonjakan harga minyak mentah yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat harapan the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pekan ini.

Mengutip CNBC, Rabu, (16/9/2026), harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.285,88 per ons, setelah sempat menyentuh titik terendah sejak 7 Agustus 2026 pada Senin pekan ini. Kontrak berjangka emas AS melemah 0,6% menjadi US$ 4.325,80.

"Harga energi yang lebih tinggi menyebabkan inflasi yang lebih tinggi. Inflasi yang lebih tinggi dapat memicu kenaikan suku bunga. Hal itu tidak menguntungkan bagi emas, emas saat ini bergerak dalam kisaran terbatas (range-bound). Harganya bahkan bisa turun lebih dalam jika suku bunga terus naik," ujar Senior Market Strategist di StoneX, Daniel Pavilonis.

Para pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga The Federal Reserve yang dijadwalkan akan diumumkan pada Rabu pukul 14.00 waktu EDT (18.00 GMT). Pasar keuangan sangat meyakini para pembuat kebijakan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuan jangka pendek sebesar seperempat poin persentase ke kisaran 3,75%-4,00%, serta memberikan sinyal pengetatan kebijakan lebih lanjut di masa mendatang.

"Menurut saya, kekhawatiran akan kenaikan suku bunga sudah banyak diperhitungkan oleh pasar. Semuanya sangat bergantung pada pernyataan The Fed setelahnya. Apakah mereka akan terus menaikkan suku bunga? Ataukah mereka akan memantau situasi terlebih dahulu? Secara keseluruhan, prospeknya kurang menguntungkan bagi emas," kata Pavilonis.

 

Dolar AS Menguat

Nilai tukar dolar AS menguat, sehingga membuat harga emas yang diperdagangkan dalam mata uang AS, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sementara imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak 2007.

Meskipun emas secara tradisional dianggap sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, imbal hasil yang lebih tinggi pada obligasi Treasury yang bebas risiko mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil (bunga) tersebut.

"Sebagian besar risiko kebijakan hawkish The Fed tampaknya sudah tercermin dalam harga pasar. Namun, emas bisa tetap rentan jika para pembuat kebijakan memberi sinyal bahwa suku bunga akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama," ungkap para analis ING dalam sebuah catatan.

Harga minyak naik tipis setelah serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi menyebabkan Pipa Timur-Barat milik kerajaan tersebut berhenti beroperasi, sehingga memicu kekhawatiran perbaikan kerusakan pada infrastruktur energi dan jalur transportasi akan memakan waktu lebih lama.

Di antara logam lainnya, harga perak spot naik 0,7% menjadi US$ 63,64, platinum menguat 0,8% menjadi US$ 1.773,13, dan paladium naik 0,5% menjadi US$ 1.299,76.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6