Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Senin setelah pasukan Amerika Serikat (AS) menyerang dua peluncur roket Iran di Pulau Larak. Serangan tersebut menandai kembalinya pertempuran terbuka antara Washington dan Teheran.
Mengutip CNBC, Selasa (1/9/2026), harga minyak mentah Brent sebagai patokan internasional untuk kontrak pengiriman September naik 2,7% menjadi US$ 90,49 per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak terdekat menguat 2,8% menjadi US$ 85,76 per barel.
Advertisement
Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, mengonfirmasi serangan tersebut.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa sebelumnya hari ini pasukan AS menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak. Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terlihat sedang bersiap meluncurkan roket yang dilengkapi ranjau laut ke Selat Hormuz,” kata Tim Hawkins dalam sebuah pernyataan.
Menurut laporan Associated Press (AP), serangan pada Minggu tersebut merupakan serangan AS pertama yang secara terbuka diakui terhadap posisi Iran sejak akhir Juli.
Korps Garda Revolusi Iran menyatakan serangan AS di Pulau Larak menyebabkan sejumlah tentara Iran tewas dan terluka.
Media Iran juga melaporkan bahwa Iran telah merespons serangan tersebut dengan menyerang pangkalan militer AS di Yordania.
Trump Ancam Hancurkan Pulau Kharg
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540889/original/074569200_1774841000-6.jpg)
Ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memperluas ancaman militernya terhadap Iran hingga ke Pulau Kharg.
Pulau tersebut merupakan terminal ekspor minyak utama Iran.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Minggu malam, Trump mengancam akan menghancurkan pulau tersebut.
“Akan dihancurkan hingga berkeping-keping!”
Ancaman tersebut menambah kekhawatiran pasar terhadap keamanan infrastruktur minyak Iran serta kelancaran distribusi energi dari kawasan Timur Tengah.
Selain ancaman terhadap fasilitas minyak, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, salah satu jalur utama pengiriman energi dunia, juga mengalami gangguan parah akibat konflik di Timur Tengah.
Konflik tersebut kini telah memasuki bulan keenam.
Selat Hormuz memiliki peran penting dalam perdagangan energi global. Gangguan berkepanjangan di jalur tersebut berpotensi meningkatkan biaya transportasi sekaligus menekan pasokan minyak ke pasar internasional.
Analis PVM Oil Associates, Tamas Varga, mengatakan risiko terhadap pasokan minyak diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa pekan dan bulan mendatang.
“Risiko pasokan akan terus berlanjut dan persediaan minyak akan terus berkurang dalam beberapa pekan dan bulan mendatang,” kata Tamas Varga.
Menurut dia, krisis Iran kemungkinan telah mengubah kondisi keamanan yang selama ini berlaku di kawasan Timur Tengah.
“Krisis Iran kemungkinan telah mengubah status quo keamanan di Timur Tengah,” tambahnya.
Advertisement
Serangan ke Kilang Minyak Tekan Kapasitas Penyulingan Global
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540886/original/036683800_1774840988-3.jpg)
Tekanan terhadap pasar minyak tidak hanya berasal dari risiko gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz.
Serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak atau kilang di Timur Tengah dan Rusia juga semakin membatasi kapasitas penyulingan global.
Goldman Sachs menilai kondisi tersebut semakin memperketat pasokan produk olahan minyak dunia.
Dalam catatannya, Goldman Sachs menyebut:
“Meningkatnya serangan terhadap kilang minyak di Timur Tengah dan Rusia semakin membatasi kapasitas penyulingan global yang sebelumnya sudah terbatas, sehingga mendorong margin produk olahan ke level tertinggi baru.”
Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap harga berbagai produk olahan minyak di pasar global.
Pasar kini mencermati perkembangan konflik AS-Iran, terutama dampaknya terhadap produksi minyak Iran, keamanan fasilitas energi serta lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Jika gangguan pasokan berlangsung lebih lama, pasar minyak global berpotensi menghadapi tekanan yang semakin besar.
Kenaikan harga minyak juga menjadi perhatian bagi perekonomian global karena dapat meningkatkan biaya energi dan berpotensi memperbesar tekanan inflasi di berbagai negara.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552691/original/021118100_1775819655-Dedi_Mulyadi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333506/original/017979900_1787792443-ev9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258069/original/058566900_1781312784-AP26162502155547.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524833/original/035238900_1773017298-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694574/original/044200000_1503994462-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290338/original/083924200_1783473452-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326341/original/073225600_1787012088-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349927/original/093879500_1757942338-AP25248769598975.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325690/original/086966200_1786910693-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)