Sepuluh Penyebab Bau Bensin Masuk Kabin

Bau bensin di dalam kabin mobil jangan dianggap sepele. Kenali 10 penyebabnya, mulai dari tutup tangki rusak hingga kebocoran fuel pump dan sistem EVAP.

Diterbitkan 01 September 2026, 07:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketika mengisi bensin terkadang tercium bau bensin di dalam kabin mobil bukan sekadar mengganggu kenyamanan. 

Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem bahan bakar yang perlu segera diperiksa.

Biasanya uap bensin yang terperangkap di dalam kabin dapat menimbulkan risiko kesehatan maupun keselamatan. 

Karena itu, pengendara sebaiknya tidak hanya menutupi bau tersebut menggunakan pengharum mobil, tetapi mencari tahu sumbernya.

Disitat dari laman resmi Daihatsu, ini sepuluh penyebab bau bensin yang masuk kabin.

1. Tutup tangki bensin longgar atau rusak

Biasanya, tutup tangki yang tidak terpasang rapat atau karet seal yang sudah getas dapat membuat uap bensin keluar dari tangki dan menyebar ke kabin.

2. Tangki bensin mengalami kebocoran

Selanjutnya, Korosi, retakan, maupun benturan dapat menyebabkan bensin merembes. Salah satu tandanya adalah muncul tetesan atau genangan bensin di bawah mobil disertai bau menyengat. 

Sehingga, kondisi ini perlu segera di cek dan langsung ditanggapi agar tidak menyebabkan hal yang lebih berbahaya lagi.

3. Selang bahan bakar retak atau aus

Selang bahan bakar dapat mengeras, retak, atau mengalami kerusakan seiring usia kendaraan. Jika terjadi kebocoran, bau bensin biasanya lebih terasa ketika mesin menyala.

4. Fuel injector bocor

Pada mobil dengan sistem injeksi, seal atau O-ring injektor yang aus dapat menyebabkan kebocoran. 

Kondisi tersebut juga bisa membuat performa mesin menurun dan konsumsi BBM menjadi lebih boros.

5. Fuel pump bocor

Fuel pump berfungsi memompa bensin dari tangki menuju mesin. Jika mengalami kebocoran, gejala lain yang dapat muncul antara lain mesin sulit dihidupkan atau tiba-tiba mati saat berkendara.

6. Sistem EVAP rusak

Sistem Evaporative Emission Control atau EVAP berfungsi menangkap uap bensin dari tangki sebelum disalurkan kembali ke mesin. Kerusakan pada katup, selang, atau carbon canister dapat membuat uap bensin tercium di kabin.

7. Filter bensin tersumbat

Filter bensin yang kotor atau tersumbat dapat meningkatkan tekanan pada sistem bahan bakar dan memicu rembesan pada sambungan selang. Tarikan mesin yang terasa berat dan konsumsi BBM meningkat juga bisa menjadi gejalanya.

8. Tutup oli atau O-ring rusak

Tutup oli atau O-ring yang sudah getas dapat membuat sisa bensin di ruang mesin menguap. Uap tersebut kemudian berpotensi masuk ke kabin melalui sistem ventilasi dan AC.

9. Busi longgar atau rusak

Busi yang longgar atau mengalami kerusakan dapat membuat proses pembakaran tidak sempurna. Sisa bahan bakar yang tidak terbakar dapat menimbulkan bau bensin yang kemudian masuk ke kabin melalui sistem ventilasi.

10. Bensin tumpah saat mengisi BBM atau servis

Bau bensin juga bisa berasal dari BBM yang tidak sengaja tumpah saat mengisi bahan bakar di SPBU atau ketika kendaraan menjalani servis. Jika hanya berasal dari tumpahan, bau biasanya akan berkurang setelah beberapa jam.

Jangan Abaikan Jika Bau Tidak Hilang

Ketika bau bensin mulai tercium di dalam kabin, pengendara dapat membuka jendela untuk memperlancar sirkulasi udara. 

Hingga, hindari menyalakan rokok atau sumber api di dalam kendaraan yang dapet menyebabkan kebakaran.

Pemilik mobil juga dapat memeriksa bagian yang mudah terlihat, seperti tutup tangki, kolong mobil, dan area sekitar mesin untuk melihat adanya tetesan atau rembesan bensin.

Jika bau tidak kunjung hilang atau disertai gejala lain seperti mesin brebet, konsumsi BBM meningkat, maupun muncul tetesan bensin di bawah kendaraan, sebaiknya mobil segera diperiksa di bengkel.

Dengan mengetahui sumber bau bensin sejak awal, potensi masalah pada sistem bahan bakar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.