Amazon Terima Pengembalian Dana Tarif Trump Rp 10,8 Triliun, Pelanggan Kebagian

Amazon mengantongi pengembalian dana tarif Trump US$ 600 juta setelah Mahkamah Agung AS menyatakan banyak tarif tersebut ilegal.

Diterbitkan 31 Juli 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Amazon mengungkapkan telah menerima pengembalian dana tarif sebesar US$ 600 juta atau sekitar Rp 10,8 triliun (asumsi kurs Rp 18.074 per dolar AS). Pengembalian dana diterima setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) menyatakan banyak tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump ilegal.

Amazon berencana mengembalikan sebagian dana tersebut kepada pelanggan.

Mengutip CNBC, Jumat (31/7/2026), Kepala Keuangan Amazon Brian Olsavsky mengatakan dalam laporan keuangan Amazon, “Kami berpartisipasi dalam proses pengembalian dana tarif ini, dan seperti yang saya katakan tadi, kami menerima sekitar US$ 600 juta pada kuartal kedua.”

Pada Februari lalu, Mahkamah Agung AS menolak tarif yang diberlakukan Trump berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) 1977. Putusan tersebut mendorong pemerintah mengembalikan dana kepada perusahaan yang telah membayar tarif ketika mengimpor barang ke AS.

Sejumlah perusahaan besar, termasuk Apple, Walmart, Costco, Home Depot, dan General Motors, mengatakan akan mengajukan pengembalian dana.

Sementara itu, Trump mengatakan akan menandai perusahaan yang tidak mengajukan pengembalian dana. Pernyataan itu disampaikan ketika CNBC pada April lalu bertanya apakah perusahaan, termasuk Amazon, enggan mengajukan pengembalian dana karena khawatir menyinggung Trump.

Apple pada Kamis juga mengatakan laba per sahamnya meningkat 5% atau 11 sen berkat pengembalian dana tarif pada kuartal ketiga.

Amazon sebelumnya tidak mengonfirmasi apakah akan mengajukan pengembalian dana. Kondisi tersebut membuat sejumlah pelanggan mengajukan gugatan perwakilan kelompok di pengadilan federal Seattle pada Mei.

Para pelanggan menilai Amazon berutang pengembalian dana karena mereka sebelumnya membeli produk dengan harga yang telah memperhitungkan tarif. Mereka juga menuduh Amazon tidak mengajukan pengembalian dana sebagai upaya untuk “mencari muka” dengan Trump.

 

Sebagian Dana Akan Dikembalikan ke Pelanggan

Pada April lalu, Amazon sempat berselisih dengan Gedung Putih setelah berencana menampilkan besaran tarif Trump di samping sejumlah produk di situsnya. Setelah itu, Trump menghubungi pendiri sekaligus Ketua Eksekutif Amazon Jeff Bezos dan mengeluhkan rencana tersebut, menurut NBC News.

Olsavsky mengatakan pada Kamis bahwa Amazon menerima pengembalian dana dalam jumlah “terbatas”. Hal itu lantaran perusahaan sebelumnya telah mengatur pemesanan dan penyimpanan persediaan untuk mengantisipasi tarif.

“Kedua, kami bukan pihak yang mengimpor sebagian besar barang yang dijual di toko kami,” ujarnya.

Banyak penjual pihak ketiga di Amazon yang mengimpor produk terpaksa menaikkan harga akibat tarif dan kemudian mengajukan pengembalian dana tarif. Sekitar 60% produk di Amazon merupakan barang yang dijual oleh pihak ketiga.

Olsavsky mengatakan sebagian dana yang diterima Amazon akan dikembalikan kepada pelanggan.

“Sejauh ini kami hanya bisa melacak beberapa biaya impor yang sebelumnya dibebani kepada pelanggan, dan saat kami menerima pengembalian dana tersebut, kami akan menghubungi pelanggan yang terdampak dan mengirimkan pengembalian dana kepada mereka,” ungkap Olsavsky.

“Selebihnya, seperti perusahaan retail besar lainnya, kami akan menggunakan dana tersebut untuk terus berinvestasi demi harga murah bagi pelanggan,” tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6