Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung berharap proyek konstruksi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dapat dipercepat dan beroperasi lebih awal.
Hal itu disampaikan Yuliot dalam pidatonya saat peletakan batu pertama (groundbreaking) PSEL Legok Nangka, Rabu (29/7/2026).
“Kami mengharapkan pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan percepatan sehingga PSEL Legok Nangka dapat beroperasi lebih awal,” ujar Yuliot.
Advertisement
Oleh karena itu, lanjut dia, diperlukan dukungan dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan. "Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT PLN (Persero), pengembang, lembaga pembiayaan, maupun dukungan dari masyarakat," kata Yuliot.
Ia menegaskan, pelaksanaan groundbreaking hari ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, melainkan juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.
“PSEL Legok Nangka diharapkan dapat menjadi model pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi yang dapat direplikasi di berbagai daerah,” ucap Yuliot.
Manfaat Nyata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5135322/original/020134200_1739765379-821e7715-4496-4c62-9a00-d18e2340ac02.jpeg)
Menurutnya, dengan kapasitas pembangkit yang signifikan dan dukungan pelaksanaan investasi, proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata.
“Manfaatnya meliputi pengurangan volume sampah, penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengurangan emisi, serta perbaikan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat,” terangnya.
Yuliot pun menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras hingga proyek PSEL Legok Nangka dapat memasuki tahap pembangunan.
“Semoga kolaborasi yang terjalin antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT PLN (Persero) sebagai offtaker, pengembang, lembaga pembiayaan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat. Dengan demikian, PSEL Legok Nangka dapat diselesaikan tepat waktu, beroperasi secara andal, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara,” tutur Yuliot.
“Semoga dengan adanya groundbreaking ini, kita dapat memulai pelaksanaan kegiatan secara terukur dan melakukan fasilitasi bersama. Jika ada kendala, kita solusikan bersama agar proyek ini dapat berjalan dengan baik,” tutup Yuliot.
Advertisement
PSEL Legok Nangka Mulai Dibangun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310592/original/082806400_1785324093-Proyek_PSEL-29_Juli_2026e.jpg)
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPPAS Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, resmi dimulai. Masuknya tahap konstruksi ditandai dengan groundbreaking oleh Wamen ESDM Yuliot Tanjung bersama Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi pada Rabu (29/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Yuliot mengatakan bahwa dimulainya pembangunan PSEL merupakan tonggak penting dalam upaya pengolahan sampah di daerah perkotaan untuk mengatasi krisis penumpukan sampah harian.
“Proyek ini bertujuan menghadirkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, sekaligus mewujudkan transformasi energi baru dan terbarukan dari pengolahan sampah,” ujar Yuliot yang disiarkan langsung secara live streaming.
Untuk diketahui, PSEL Legok Nangka merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. PSEL Legok Nangka ini merupakan hasil kerja sama konsorsium sejumlah perusahaan domestik dan asing, yakni Sumitomo Corporation, Hitachi Zosen Corporation, Kansai Electric, serta berpatungan dengan perusahaan nasional PT Energia Prima Nusantara.
Mampu Olah Sampah hingga 2.000 Ton
Yuliot menjabarkan bahwa RUPTL memuat rencana pengembangan PSEL nasional dengan total kapasitas sebesar 4.502,7 MW, dengan fleksibilitas kapasitas pengembangan di luar yang ditetapkan dalam kuota RUPTL.
“PSEL Legok Nangka dirancang dengan kapasitas pembangkit 40,79 MW yang dapat mengolah sampah sekitar 2.000 ton per hari, serta menyerap nilai investasi sebesar US$ 400 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun,” terang Yuliot.
Selama masa konstruksi, proyek ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja. "Masa konstruksi akan berlangsung selama lebih dari 41 bulan, dengan target Commercial Operation Date (COD) pada akhir tahun 2029," ucapnya.
Yuliot menegaskan, selain menjadi solusi atas persoalan sampah perkotaan dan menghasilkan energi bersih, proyek PSEL Legok Nangka juga diproyeksikan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 311.000 ton CO2 ekuivalen.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310444/original/096202200_1785317792-cek_fakta_-_pendamping_PKH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310006/original/092233300_1785302392-Screenshot_2026-07-29_104717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3467675/original/095882800_1622211988-TPPSA1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/690595/original/ilustrasi-pemerkosaan-2-140612-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3210944/original/096752400_1597631196-Bandara_Husein.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306347/original/060245200_1784875432-WhatsApp_Image_2026-07-24_at_13.40.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304762/original/064173500_1784766584-IMG_8715.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974820/original/069920300_1782983461-WhatsApp_Image_2026-07-02_at_14.16.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297482/original/011710100_1784094767-WhatsApp_Image_2026-07-15_at_12.26.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295485/original/092604800_1783931295-WhatsApp_Image_2026-07-13_at_14.48.35.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723723/original/038352000_1705983003-gantunmg_diri.jpg)