Le Minerale Raih Anugerah Ekonomi Hijau atas Komitmen Konservasi Sumber Daya Air dari Hulu ke Hilir

Le Minerale mendapat Anugerah Ekonomi Hijau atas upayanya menjaga dan mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.

Diterbitkan 13 September 2026, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Le Minerale meraih penghargaan “Anugerah Ekonomi Hijau untuk Konservasi Sumber Daya Air dari Hulu ke Hilir”. Penghargaan tersebut diraih atas komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air melalui pendekatan terintegrasi, berbasis metodologi ilmiah, serta didukung oleh konservasi ekosistem dan infrastruktur konservasi air.

Managing Director Mayora Beverages, Riko Sistanto mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi apresiasi bagi Le Minerale atas berbagai langkah yang terus dilakukan dalam mendukung keberlanjutan sumber daya air.

“Menjaga keberlanjutan sumber daya air merupakan bagian dari komitmen kami. Karena itu, kami terus menjalankan berbagai upaya konservasi secara terintegrasi. Hingga akhir 2025, Le Minerale telah menanam 244.268 pohon di berbagai wilayah serta membangun 341 sumur resapan untuk mendukung konservasi dan menjaga keseimbangan sumber daya air dalam jangka panjang,” ujar Riko.

Le Minerale menjalankan pendekatan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan memadukan perlindungan ekosistem, pengelolaan kawasan resapan, serta penguatan sistem konservasi air yang dirancang berdasarkan pendekatan ilmiah.

“Bagi kami, keberhasilan konservasi bukan hanya tentang apa yang dilakukan hari ini, tetapi tentang bagaimana upaya tersebut dapat terus memberikan manfaat dalam menjaga keseimbangan sumber daya air. Karena itu, kami terus memperkuat konservasi melalui pendekatan yang terukur dan berkelanjutan,” ucapnya lagi.

Anugerah Ekonomi Hijau merupakan ajang apresiasi bagi korporasi, lembaga, dan organisasi yang dinilai berhasil menghadirkan inisiatif keberlanjutan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, perekonomian, dan pemangku kepentingan. Dalam penilaiannya, Le Minerale dinilai memiliki pendekatan konservasi sumber daya air yang terintegrasi, mulai dari menjaga kawasan resapan hingga mendukung proses recharge air tanah.

Mengintegrasikan Konservasi Vegetasi dan Smart Recharge

Sebagai bagian dari pendekatan tersebut, Le Minerale menerapkan smart recharge, metode konservasi modern yang menggunakan metodologi ilmiah dalam menentukan zona dan infrastruktur yang tepat untuk mendukung konservasi sumber daya air.

Pendekatan ini mengintegrasikan konservasi vegetasi dengan berbagai infrastruktur recharge. Hingga akhir 2025, Le Minerale telah menanam 244.268 pohon di berbagai wilayah.

Penanaman tersebut tidak berhenti pada jumlah pohon yang ditanam, tetapi dilengkapi dengan pengamatan pertumbuhan secara berkala dan pelaporan secara transparan untuk memastikan keberlanjutan program.

Selain vegetasi, konservasi diperkuat dengan pembangunan 22 sumur imbuhan, 341 sumur resapan, serta kolam resapan. Infrastruktur tersebut digunakan untuk membantu proses infiltrasi air ke dalam tanah dan menjaga keseimbangan sistem sumber daya air.

Dengan memadukan vegetasi, kawasan resapan, infrastruktur recharge, dan pemantauan berkala, Le Minerale berupaya menjaga kawasan sumber air sekaligus mempertahankan keseimbangan sumber daya air dalam jangka panjang.

Perwakilan tim Anugerah Ekonomi Hijau menyampaikan bahwa pendekatan tersebut menjadi salah satu dasar apresiasi kepada Le Minerale.

“Le Minerale menunjukkan pendekatan yang terintegrasi dalam menjaga sumber daya air, tidak hanya melalui penanaman pohon, tetapi juga melalui pengembangan infrastruktur recharge yang didukung metodologi ilmiah. Kombinasi antara konservasi vegetasi, sumur imbuhan, sumur resapan, dan kolam resapan menunjukkan komitmen untuk menjaga keseimbangan sumber daya air secara berkelanjutan,” ungkap Tim Riset Anugerah Ekonomi Hijau.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6