33,2 Juta Keluarga Bakal Dapat Bantuan Beras Gratis 3 Bulan, Ini Jadwalnya

Bapanas usul anggaran Rp 17,52 triliun untuk bantuan beras 33,2 juta keluarga. Penyaluran dijadwalkan mulai Agustus 2026.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 11:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengajukan usulan dana sebesar Rp 17,52 triliun guna menyokong program bantuan pangan beras. Anggaran ini ditargetkan menyasar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) untuk periode tiga bulan mendatang.

Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas, Sarwo Edhy mengungkapkan, pengajuan anggaran tambahan tersebut sudah diteruskan ke Kementerian Keuangan. Saat ini, prosesnya tengah memasuki pemenuhan dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebelum penyaluran resmi dilakukan.

"Masih dalam proses DIPA. Jadi kita sudah mengusulkan ABT (Anggaran Belanja Tambahan) ke Kementerian Keuangan. Yang diusulkan itu untuk bantuan pangan tiga bulan ke depan itu Rp 17,52 triliun," kata Sarwo seperti ditulis Antara, Selasa (28/7/2026).

Apabila perampungan dokumen DIPA berjalan sesuai rencana, distribusi bantuan beras kepada masyarakat dijadwalkan berlangsung sepanjang Agustus hingga Oktober 2026.

Sarwo menjelaskan, usulan dana tersebut murni dialokasikan untuk komoditas beras tanpa melibatkan bahan pangan lain, sehingga seluruh anggaran terfokus demi memenuhi kebutuhan penerima manfaat.

"Nah (anggaran) bantuan pangan sudah disetujui oleh Menteri Keuangan, hanya belum (penyaluran bantuan), masih dalam proses DIPA," beber Sarwo.

Penggelontoran dana senilai Rp 17,52 triliun ini disiapkan untuk menjangkau 33,2 juta keluarga penerima manfaat sebagai langkah  memperkuat jaring pengaman pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Beras Bantuan Pangan

Di sisi lain, Bapanas memastikan pasokan beras sebanyak 997,2 ribu ton untuk bantuan pangan tahap kedua sudah siap disalurkan mulai Agustus secara sekaligus (one shoot).

"Program prorakyat bantuan pangan yang merupakan salah satu direktif Presiden Prabowo Subianto direncanakan mulai salur secara 'one shoot' atau secara sekaligus pada Agustus mendatang," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa.

Ia menjelaskan, total pasokan 997,2 ribu ton beras bakal didistribusikan kepada 33,24 juta KPM, di mana masing-masing keluarga menerima paket 10 kilogram (kg) beras untuk alokasi tiga bulan.

Pendistribusian tahap kedua ini diharapkan berjalan lebih maksimal menyusul suksesnya pelaksanaan tahap pertama sebelumnya.

"Bantuan pangan tahap pertama kan sudah 99,7 persen. Selisih 0,3 persen yang belum, itu di wilayah Papua, lalu beberapa wilayah Sumatera dan Sulawesi. Namun secara prinsip untuk tahap pertama sudah bagus," ucap Ketut.

Realisasi Penyaluran Bantuan Pangan

Capaian penyaluran bantuan pangan tahap pertama untuk periode Februari dan Maret 2026 tercatat telah menjangkau 33,14 juta KPM atau setara 99,7 persen. Secara keseluruhan, beras yang sukses disalurkan mencapai 664,88 ribu ton disertai minyak goreng sebanyak 132,97 ribu kiloliter.

Kumulasi antara realisasi beras tahap pertama sebanyak 664,88 ribu ton dan target tahap kedua sebesar 997,2 ribu ton membuat total alokasi bantuan pangan sepanjang tahun 2026 menembus angka 1,66 juta ton.

Jumlah tersebut melonjak hingga 133,83 persen jika dibandingkan dengan total realisasi bantuan pangan sepanjang tahun 2025 yang berada di angka 710,78 ribu ton untuk empat bulan alokasi.

Keputusan menyalurkan bantuan beras tahap kedua secara serentak dalam satu kali pengiriman (one shoot) direncanakan terealisasi pada Agustus mendatang, bertepatan setelah dana ABT ditransfer. "Jadi telah diputuskan one shoot di bulan Agustus. Nanti kalau sudah masuk ke DIPA Badan Pangan Nasional, tentu nanti Bapak Kepala Badan Pangan akan menugaskan Bulog," kata Ketut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6