Liputan6.com, Jakarta - Fenomena cuaca El Nino ditambah kenaikan harga energi diprediksi kian membebani inflasi global hingga 0,3 poin persentase pada tahun depan. Dampak yang paling berat dirasakan terutama terhadap negara-negara berkembang.
Ini terkuak dari laporan ekonom JPMorgan. Fenomena cuaca El Nino diprediksi akan meningkat menjadi El Nino "sangat kuat" atau disebut juga Super El Niño pada akhir tahun ini. Bahkan, kondisi tersebut diramalkan berlanjut hingga tahun depan.
Apabila hal itu terjadi, peristiwa tersebut akan menjadi salah satu El Nino terkuat dalam beberapa dekade terakhir dan meningkatkan risiko gangguan terhadap produksi pangan serta rantai pasok global.
Advertisement
Melansir laman USnewsmoney, Senin (27/7/2026), JPMorgan memperkirakan bahwa super El Niño saja dapat meningkatkan inflasi pangan global sekitar 0,7 poin persentase saat puncaknya. Dengan dampak terbesar biasanya terjadi empat hingga delapan bulan setelah gangguan cuaca tersebut dimulai.
Namun, jika dikombinasikan dengan lonjakan harga energi yang dipicu perang Iran, yang telah meningkatkan biaya bahan bakar diesel, pupuk, dan kemasan pangan, dampaknya terhadap inflasi pangan global diperkirakan hampir dua kali lipat. Kisaran besaran menjadi sekitar 1,3–1,5 poin persentase.
"Lonjakan inflasi pangan yang dihasilkan hingga mencapai tingkat tahunan sebesar 5% pada semester pertama 2027 akan menambah 0,6 poin persentase terhadap inflasi utama (headline inflation) global, sehingga memperlambat penurunan inflasi yang diperkirakan terjadi tahun depan sebesar 0,3 poin persentase untuk keseluruhan tahun," tulis para analis JPMorgan.
Negara Berkembang Akan Menanggung Dampak Terbesar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4565723/original/073347600_1693995925-20230906-Kekeringan_di_Sawah-ANG_5.jpg)
Negara-negara berkembang di Asia dan Amerika Latin diperkirakan akan menanggung dampak paling besar inflasi global ini. Itu karena porsi pengeluaran untuk pangan dalam konsumsi rumah tangga yang lebih tinggi. Sementara sektor pertanian di negara-negara ini umumnya lebih sensitif terhadap perubahan cuaca.
JPMorgan mengidentifikasi India, Indonesia, Brasil, dan Kolombia sebagai negara yang sangat rentan. Selain itu, Taiwan dan Korea Selatan juga dinilai rentan terhadap guncangan harga pangan.
Sebaliknya, dampak langsung El Niño terhadap inflasi pangan di Eropa dan negara-negara maju lainnya diperkirakan relatif lebih kecil. Di kawasan tersebut, kenaikan biaya energi kemungkinan akan menjadi faktor utama yang mendorong naiknya harga pangan.
Bank tersebut juga mencatat bahwa kondisi saat ini lebih baik dibandingkan beberapa episode El Niño besar sebelumnya. Persediaan biji-bijian global dinilai memadai, stok beras di Asia relatif sehat, dan tingkat inflasi pangan saat ini masih tergolong rendah.
Meski demikian, kombinasi El Niño yang sangat kuat dan periode berkepanjangan harga energi yang tinggi berpotensi menciptakan dorongan kenaikan harga pangan yang signifikan serta menjadikan inflasi pangan sebagai sumber perbedaan yang semakin besar antara berbagai negara dan kawasan di dunia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307986/original/033339200_1785125047-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T110150.449.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2746962/original/022171600_1552113883-kora.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013694/original/080364800_1651632347-000_329D9VK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2912117/original/007799300_1568608927-20190916-Aktivitas-Warga-Singapura-Saat-Diselimuti-Kabut-Asap6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103462/original/081932100_1737457737-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_1.jpg)