Harga Perak Hari Ini 24 Juli 2026 Tergelincir Rp 1.500

Berikut daftar harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) saat harga perak dunia tertekan pada Jumat, (24/7/2026).

Diterbitkan 24 Juli 2026, 10:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot pada perdagangan Jumat, (24/7/2026). Koreksi harga perak Antam hari ini mengikuti harga perak dunia dan harga emas antam.

Mengutip laman logam mulia.com, harga perak Antam turun Rp 1.500 menjadi Rp 38.550. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam ditetapkan Rp 40.050.

Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Perak batangan 250 gram ditetapkan Rp 10.162.500 dan perak batangan 500 gram Rp 19.400.000.

Sementara itu, mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia turun 0,66% menjadi US$ 57,24.

Harga perak dunia melemah mendekati US$ 57 per ons pada Jumat pekan ini setelah turun lebih dari 3% pada sesi sebelumnya. Koreksi harga perak dunia ini terjadi karena lonjakan harga minyak yang dipicu oleh meningkatnya konflik di Timur Tengah memperkuat argument untuk kebijakan moneter Amerika Serikat yang lebih ketat.

Presiden Donald Trump mengancam akan melakukan tindakan militer yang lebih luas terhadap Iran dan mengatakan Teheran akan bertanggung jawab atas setiap serangan Houthi di masa mendatang terhadap pelayaran di Laut Merah, yang membantu mendorong harga minyak mentah Brent di atas US$ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei.

Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi, memperkuat ekspektasi kebijakan Fed yang lebih ketat dan membebani aset yang tidak menghasilkan imbal hasil. Pasar sekarang melihat peluang kenaikan suku bunga sebesar 34% minggu depan, dengan probabilitas kenaikan pada bulan September melebihi 78%. Secara terpisah, tarif baru AS sebesar 10%–12,5% pada impor dari mitra dagang utama menambah ketidakpastian pasar. Terlepas dari penurunan baru-baru ini, perak tetap berada di jalur untuk kenaikan mingguan.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia anjlok lebih dari 2% pada Kamis, 23 Juli 2026. Harga emas turun dari level tertinggi dalam dua minggu. Tekanan terhadap harga emas terjadi lantaran konflik di Timur Tengah mendorong harga energi lebih tinggi. Hal itu memicu kekhawatiran inflasi, dan memperkuat harapan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada 2026.

Mengutip CNBC, Jumat, (24/7/2026), harga emas spot turun 2,1% menjadi US$ 4.041,59 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 7 Juli pada Rabu pekan ini. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 2,6% menjadi US$ 4.043,50.

Di sisi lain, dolar AS naik 0,3%, membuat emas batangan yang dihargai dolar AS menjadi mahal bagi pembeli di luar negeri. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik ke level tertinggi lebih dari satu tahun.

“Harga minyak mentah yang lebih tinggi mendorong kenaikan imbal hasil obligasi karena anggapan bahwa bank sentral tidak akan mampu menurunkan suku bunga mereka akibat inflasi yang bermasalah, dan kenaikan imbal hasil obligasi adalah musuh bagi para pelaku pasar emas dan perak karena emas dan perak tidak memberikan imbal hasil,” ujar Analis American Gold Exchange, Jim Wyckoff.

Harga minyak mentah Brent mencapai US$ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak akhir Mei setelah Houthi Yaman mengatakan menyerang dua kapal tanker minyak Saudi. Hal itu meningkatkan kekhawatiran bahwa gangguan terhadap pasokan minyak global dapat menyebar di luar Selat Hormuz.

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Harga minyak yang tinggi telah membebani harga emas karena meningkatkan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama, yang cenderung mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor kini menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve AS dan komentar Ketua Kevin Warsh setelah pertemuan kebijakan dua hari bank sentral minggu depan.

Para pedagang memperkirakan sekitar 80% kemungkinan kenaikan suku bunga Fed pada September, naik dari 68% pada hari Rabu, menurut alat CME FedWatch.

“Pasar memperkirakan tidak akan ada perubahan suku bunga (minggu depan), mungkin sedikit kecenderungan hawkish dalam retorika. Tetapi jika Fed secara mengejutkan condong ke arah dovish atau hawkish, pasar akan bereaksi,” kata Wyckoff.

Di antara logam lainnya, harga perak spot turun 4,3% menjadi US$ 57,15 per ons, platinum turun 3,1% menjadi US$ 1.593,17, dan paladium turun 2,8% menjadi US$ 1.255.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6