Menteri UMKM Sebut Ojol Pelaku Usaha Mikro, Ini Alasannya

Anggap ojol sebagai pelaku usaha mikro, Kementerian UMKM siap berikan akses pembiayaan hingga pelatihan digital.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 19:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menyebut bahwa pengemudi ojek online (ojol) merupakan bagian dari pelaku usaha mikro yang berperan menggerakkan ekonomi digital.

Maman menyatakan pemerintah terus memperkuat dukungan kepada pengemudi ojol melalui akses pembiayaan, pelatihan, pendampingan usaha, dan literasi digital untuk membangun kemitraan yang sehat, adil, transparan, dan berkelanjutan.

Pernyataan itu disampaikan Maman saat menghadiri kegiatan nonton bareng final Piala Dunia 2026 bertajuk 'Gembira Bersama Ojol Indonesia' di Jakarta, Senin (20/7/2026) dini hari.

"Hari ini kita berkumpul bersama teman-teman asosiasi ojol untuk menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat ekonomi bawah. Semangatnya adalah kopi darat. Siapa pun tim yang menang, yang penting kita bisa berkumpul bersama," kata Maman kepada wartawan, Senin (20/7/2026).

Maman menjelaskan pengemudi ojol layak dikategorikan sebagai pelaku usaha mikro karena menjalankan usaha secara mandiri, mengelola aset produktif, memanfaatkan teknologi digital, serta mengembangkan kewirausahaan di tengah transformasi ekonomi.

Ia menambahkan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Berdasarkan kajian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, perputaran ekonomi selama ajang tersebut diperkirakan mencapai Rp 5,03 triliun yang didorong kegiatan pesta rakyat dan nonton bareng.

"Berdasarkan laporan dari kepala daerah, Piala Dunia memberikan dampak besar terhadap perekonomian. Warung kopi, kafe, pedagang pakaian, hingga berbagai usaha mikro di daerah ikut bergerak melalui kegiatan nobar," ujar Maman.

Ciptakan 5,5 Juta Lapangan Kerja

Maman juga mengungkapkan data Institute for Development of Economics and Finance (Indef) yang menunjukkan ekosistem transportasi daring menciptakan sekitar 5,53 juta lapangan kerja yang terdiri atas 2,91 juta pengemudi dan 2,62 juta pekerja di sektor UMKM, logistik, perdagangan, serta jasa pendukung.

"Presiden menugaskan Kementerian UMKM untuk memberikan ruang harapan agar para ojol dapat meningkatkan taraf hidupnya. Kegiatan hari ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mendorong peningkatan kesejahteraan mereka," ucap Maman.

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, mengapresiasi dukungan Kementerian UMKM terhadap para pengemudi ojol melalui kegiatan tersebut. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian UMKM yang telah memfasilitasi kegiatan nonton bareng ini. Yang paling utama adalah terjalinnya silaturahmi. Siapa pun yang menang, ojek online tetap bersatu," kata Igun dalam kesempatan serupa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6