Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia merosot tajam pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) dan sempat menembus level psikologis US$ 4.000 per troy ons. Tekanan datang dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
Dikutip dari CNBC, Kamis (25/6/2026), harga emas di pasar spot turun 2,9% menjadi US$ 3.981,21 per troy ons setelah menyentuh level terendah sejak November 2025. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 3,4% ke posisi US$ 4.008,80 per troy ons.
Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Ketika dolar menguat, emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaannya cenderung menurun.
Advertisement
Di sisi lain, pelaku pasar semakin yakin bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini. Keyakinan tersebut menguat setelah bank sentral AS mengadopsi nada yang lebih agresif (hawkish) dalam pertemuan kebijakan moneternya terbaru, ditambah kekhawatiran inflasi yang masih membayangi akibat dampak perang Iran terhadap pasar energi global.
Tai Wong, trader logam mulia independen, mengatakan kombinasi sikap hawkish The Fed, penguatan dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam 13 bulan terakhir, serta menurunnya ekspektasi inflasi memberikan tekanan besar terhadap pasar logam mulia.
“Pasar kini mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga secepatnya pada September. Penguatan dolar dan perubahan ekspektasi inflasi menjadi faktor utama yang menekan harga emas,” ujarnya.
Kenaikan Suku Bunga Kurangi Daya Tarik Emas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
Emas dikenal sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (yield). Karena itu, ketika suku bunga naik, investor cenderung beralih ke instrumen yang menawarkan return lebih tinggi seperti obligasi atau deposito.
Meski demikian, Wong menilai harga emas masih memiliki area dukungan kuat di bawah level US$ 3.900 per troy ons. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral berbagai negara masih berlangsung sehingga potensi kejatuhan harga yang lebih dalam dinilai relatif terbatas.
“Keruntuhan harga emas tampaknya kecil kemungkinannya terjadi. Namun pasar kemungkinan akan memasuki periode konsolidasi yang cukup panjang karena minat investor terhadap emas saat ini mulai berkurang,” katanya.
Harga emas sendiri telah terkoreksi lebih dari US$ 1.600 per troy ons sejak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 5.594,82 per troy ons pada akhir Januari 2026.
Advertisement
Proyeksi Harga Emas Dipangkas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
Lembaga keuangan global ING juga memangkas proyeksi harga emas untuk sisa tahun ini.
ING kini memperkirakan harga emas rata-rata berada di kisaran US$ 4.300 per troy ons pada kuartal III 2026 dan naik menjadi US$ 4.600 per troy ons pada kuartal IV 2026.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang memperkirakan harga emas mencapai US$ 4.850 per troy ons pada kuartal III dan US$ 5.000 per troy ons pada kuartal IV.
Pasar Menanti Data Inflasi AS
Fokus investor kini tertuju pada rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang akan diumumkan Kamis waktu setempat.
Data PCE merupakan indikator inflasi favorit The Fed dan kerap dijadikan acuan dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Analis Senior FXTM, Lukman Otunuga, mengatakan sinyal yang semakin hawkish dari pejabat The Fed atau data ekonomi yang mendukung kenaikan suku bunga berpotensi memicu tekanan lanjutan terhadap harga emas.
“Jika data ekonomi memperkuat argumentasi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi atau lebih cepat, maka risiko penurunan harga emas masih cukup besar,” ujarnya.
Logam Mulia Lain Ikut Tertekan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414819/original/052620000_1763352087-ilustrasi_perak.jpg)
Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mengalami tekanan.
Harga perak spot turun 4,8% menjadi US$ 59,08 per troy ons setelah menyentuh level terendah sejak Desember 2025. Pelemahan ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset-aset logam mulia di tengah prospek suku bunga yang lebih tinggi dan penguatan dolar AS.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/7029/original/065415200_1744906934-1000023100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539854/original/082732300_1774647037-granit-xhaka-serge-gnabry-swiss-jerman-duel-persahabatan-internasional.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256567/original/079090900_1781161764-000_B6NZ2CC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450011/original/019812700_1782346256-000_B88L4BD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259234/original/092963300_1781492552-deniz_undav_selebrasi_jerman_curacao_ap_eric_gay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258639/original/042157800_1781395836-AP26164834638106-Vinicius.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258626/original/079452200_1781391485-000_B6Z46WN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)