Purbaya: Jangan Lagi Salahkan MBG, Prabowo Sedang Memperbaiki Manajemen

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi ada pemangkasan program MBG Rp 67 triliun pada 2026.

Diterbitkan 19 Mei 2026, 21:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak lagi menyalahkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan pembenahan terhadap tata kelola program tersebut, terutama dalam aspek penggunaan anggaran.

"Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi, Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTA, Selasa (19/5/2026).

Purbaya menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap berbagai masukan terkait pelaksanaan MBG. Ia juga menyebut Presiden terus mengkaji langkah terbaik agar program tersebut dapat berjalan optimal.

"Jadi bukan immune terhadap masukan, Bapak kita itu, Pak Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah," tutur Purbaya.

Selain itu, Purbaya memproyeksikan, ada pemangkasan anggaran program MBG sebesar Rp 67 triliun pada tahun ini. Dengan demikian, outlook belanja MBG hingga akhir tahun diperkirakan turun dari sebelumnya Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun.

Meski begitu, angka tersebut masih bersifat sementara karena pemerintah masih membuka ruang efisiensi lebih lanjut terhadap program unggulan Presiden Prabowo tersebut.

“Angka saya Rp 268 triliun untuk sementara, angkanya itu dulu. Tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut, masih dihitung,” ujar Purbaya.

Adapun realisasi anggaran MBG saat ini telah mencapai Rp 75 triliun atau 22,4% dari total APBN sebesar Rp 335 triliun. Dana tersebut telah disalurkan kepada 61,96 juta penerima melalui 27.295 SPPG.

 

Purbaya Sebut MBG Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih dari 1%

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran besar dalam mendorong perekonomian nasional. Program ini dinilai mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi.

Sebagai Bendahara Negara, ia menyebut MBG berpotensi menyerap hingga 1 juta tenaga kerja. Perhitungan tersebut mengacu pada metode yang umum digunakan Badan Pusat Statistik (BPS), di mana setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1% dapat menyerap sekitar 450 ribu tenaga kerja.

“Input segini, growth-nya segini, tenaga kerjanya berapa? Kalau nggak salah angka yang terakhir yang saya tahu, 1% itu 450 ribu lapangan kerja. Berarti kalau 1 juta, 2% lebih sedikit. Kira-kira itu dari MBG saja," kata Purbaya kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (7/4/2026).

Namun, ia menggarisbawahi bahwa angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan penciptaan lapangan kerja baru secara bersih. Sebagian tenaga kerja kemungkinan merupakan perpindahan dari sektor lain ke program MBG.

Meskipun begitu, purbaya menjelaskan ada tenaga kerja yang berpindah ke program MBG dari sektor lain yang menjadi faktor pengurang, sehingga kontribusinya tidak mencapai 2%. 

 

 

Perpindahan Tenaga Kerja

Ia menambahkan, perpindahan tenaga kerja dari sektor lain ke MBG membuat perhitungan sebelumnya tercatat di PDB sektor lain, namun kini beralih ke program MBG.

Meskipun demikian, dampak keseluruhan program ini tetap dinilai signifikan. Ia memperkirakan kontribusi bersih MBG terhadap pertumbuhan ekonomi bisa berada di atas 1% apabila implementasinya berjalan optimal.

"Saya pikir 1% lebih kelihatan dampaknya, kalau dijalankan dengan baik. Net ya, net ya. Bukan gross kayak tadi," pungkas Purbaya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6