Hilirisasi Tembaga dan Emas Jadi Jalan Menuju Kemandirian Industri

MIND ID melakukan pengembangan hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi di Gresik.

Diterbitkan 30 April 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID memperkuat industri manufaktur dengan mengoptimalkan produk hilirisasi bahan baku mineral dalam negeri. Hal tersebut dilakukan melalui pengembangan hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi di Gresik.

Lewat pengembangan ini diharapkan akan mendorong substitusi impor, dan meningkatkan nilai tambah industri sebagai motor untuk memperkuat kinerja ekonomi Indonesia.

Sebagai implementasi konkret, MIND ID melalui Freeport Indonesia sebagai pemasok katoda tembaga bersinergi dengan PINDAD Anggota DEFEND ID, mengoptimalkan tembaga dalam produksi brass mill dan brass cup di Gresik berkapasitas 10.000 ton per tahun.

Sinergi ini adalah bentuk dukungan sektor pertambangan untuk industri pertahanan Indonesia yang membutuhkan penguatan rantai pasok komponen amunisi.

MIND ID selanjutnya akan mengembangkan fasilitas produksi batang tembaga dan kawat tembaga dengan kapasitas mencapai 300 KTPA, serta pipa tembaga dengan kapasitas 100 KTPA. Ini sebagai tindak lanjut dalam mengoptimalkan katoda tembaga hasil produksi Freeport Indonesia untuk menjawab kebutuhan lanjutan dari industri manufaktur Indonesia.

"Langkah strategis ini merupakan bagian dari rangkaian besar Proyek Hilirisasi Danantara, sebuah program yang tidak hanya membangun kapasitas produksi, tetapi memperkuat fondasi industri strategis nasional secara menyeluruh, dari hulu ke hilir, dari bahan baku hingga produk akhir yang dibutuhkan bangsa," ujar Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID Tedy Badrujaman dikutip dari Antara, Kamis (30/4/2026).

 

 

 

Hilirisasi Emas

Pada lini hilirisasi emas, MIND ID mendorong peningkatan kapasitas produksi logam mulia. Proyek ini akan mengoptimalkan produksi batangan emas dari pabrik pemurnian logam mulia Freeport Indonesia yang memanfaatkan bahan baku lumpur anoda dari proses pemurnian tembaga.

Fasilitas yang akan dibangun oleh ANTAM ini berkapasitas mencapai 30 ton per tahun atau 5 juta keping per tahun, dan nantinya menjawab kebutuhan investasi logam mulia masyarakat Indonesia.

Seluruh fasilitas ini akan dibangun pada Kawasan JIIPE Gresik Jawa Timur dengan konektivitas multimoda darat dan laut, logistik terintegrasi, dan layanan perizinan terpadu yang bersinergi bersama PELINDO.

 

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6