Perusahaan Ikut 'Patungan' Uang Saku Peserta Magang Nasional 2026? Kemnaker Bilang Begini

Kementerian Ketenagakerjaan berencana melaksanakan program Magang Nasional 2026 untuk 150.000 orang

Diterbitkan 29 April 2026, 13:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana melaksanakan program Magang Nasional 2026 untuk 150.000 orang. Ada usulan uang saku bagi peserta magang juga diberikan perusahaan.

Usulan itu dilontarkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli saat menutup program Magang Nasional Batch I, beberapa waktu lalu. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi menyebut usulan itu masih dibahas.

"Masih dijajaki. (Belum wajib?) Ya artinya kita lihat gini ya, liat kemungkinannya seperti apa," kata Cris, ditemui di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu (19/4/2026).

Soal rencana Magang Nasional 2026, dia bilang sudah diajukan penambahan peserta menjadi 150.000 orang. Angka tersebut lebih tinggi 50% dari program Magang Nasional 2025 sebanyak 100.000 orang.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan perluasan syarat peserta Magang Nasional, Cris mengaku masih dibahas. Termasuk kemungkinan peserta magang yang tak hanya lulusan D3 atau S1.

"Nah itu kita ini, masih dibahas," singkatnya.

Perusahaan Ikut Kasih Uang Saku

Sebelumnya, Menaker mengatakan tengah mengkaji kontribusi perusahaan terhadap peserta Magang Nasional. Salah satunya mengenai pembagian uang saku ke peserta.

Diketahui, uang saku yang diberikan kepada peserta magang saat ini bersumber dari dana kas negara. Dengan usulan itu, Yassierli membuka kemungkinan sebagian dari uang saku diberikan oleh perusahaan.

"Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan walaupun ya tentu tidak dominan dan ini sedang kita kaji, sedang kita siapkan," ungkap Yassierli dalam Penutupan Magang Nasional Batch I, Jumat (24/4/2026).

 

Minta Perusahaan juga Berikan Sertifikat Kompetensi

Dia mengakui beberapa perusahaan secara intens memberikan pekerjaan ke peserta magang. Dari situ terlihat adanya peningkatan progres harian maupun mingguan yang cukup baik, serta turut berkontribusi pada perusahaan.

Menurutnya, hal tersebut bisa semakin disempurnakan dengan pemberian andil kontribusi perusahaan ke peserta magang. Contohnya bisa dengan memberikan sertifikat kompetensi ke peserta magang setelah periode magang selesai.

"Komitmen seperti itu akan semakin baik kalau kita juga minta dari awal ada komitmen perusahaan terkait dengan kontribusinya dan kewajiban untuk memberikan sertifikat kompetensi di akhir program nantinya," pintanya.

 

Buka Kesempatan Buat Putra Daerah

Yassierli ingin membuka kesempatan bagi putra daerah untuk berkontribusi ke daerahnya masing-masing. Ini diharapkan mampu dicapai dalam pelaksanaan program Magang Nasional.

Dia menginginkan program Magang Nasional bisa merata di berbagai daerah, tak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Ini jadi salah satu poin evaluasi yang dilakukan Kemnaker usai menjalankan Magang Nasional.

"Kita sudah harus mulai menjadikan program magang hub ini merata sebarannya sehingga menjadi kesempatan buat putra daerah untuk mereka bisa berkarya juga di daerah-daerah mereka masing-masing," ujar dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6