Suplai Dapur MBG di Jabodetabek, Omzet Pedagang Buah di Pasar Kramat Jati Meroket

Cerita pedagang buah di Pasar Kramat Jati yang alami kenaikan pendapatan usai adanya program MBG.

Diterbitkan 27 April 2026, 15:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gandi Fanani, salah satu pedagang buah di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, merasakan peningkatan penjualan sejak kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal tahun 2025. Toko buahnya yang bernama “Putra Sepakat”, menyuplai ke 25 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekitar Jabodetabek.

“Alhamdulillah, semenjak adanya MBG, kita pedagang di Pasar Induk untuk omzet meningkat,” ujar Gandi saat diwawancara.

Ia menjelaskan tiap dapur MBG butuh sekitar 250 kilogram (kg) buah tiap hari. Menurut Gandi, keuntungan dirasakan hampir semua pedagang buah di Pasar Kramat Jati. “Penggunaan buah untuk dapur-dapur itu sekitar 250 kg per dapur. Kita Alhamdulillah sudah dipercaya kurang lebih 25 dapur di sekitaran Jabodetabek,” kata dia.

Karena itu, ia dan seluruh pedagang di Pasar Kramat Jati berharap program MBG terus berlanjut. Selain memberikan manfaat bagi anak-anak, juga menyejahterakan petani dan pedagang. “Menurut kami, para pedagang pasar, kami berharap program ini berkelanjutan untuk ke depannya. Karena untuk omzet dan untuk denyut nadi perdagangan di pasar ini semenjak adanya MBG meningkat drastis,” ucapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6