3 Strategi Hidup Miliarder Thomas Kaplan Tanpa Terjebak Kemewahan Semu

Miliarder Thomas Kaplan membagi filosofi hidup yang melampaui kekayaan materi. Jual koleksi lukisan demi konservasi satwa hingga prinsip ala Warren Buffet.

Diterbitkan 12 Februari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bagi miliarder Thomas Kaplan, kekayaan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memenuhi janji masa kecil.

Dilansir dari Business Insider , Kamis (12/2/2026), pemilik koleksi pribadi Rembrandt terbesar di dunia ini menegaskan bahwa kunci hidup kaya dan bahagia terletak pada rasa syukur dan keberanian untuk mengenali kekuatan diri sendiri.

Berikut adalah intisari pemikiran Thomas Kaplan mengenai kesuksesan dan kontribusi nyata:

Janji Masa Kecil dan Ambisi Konservasi

Ketertarikan Kaplan pada perlindungan kucing besar (felidae) yang terancam punah sudah tumbuh sejak usia enam tahun. Meski sempat bercita-cita menjadi ahli zoologi, ia menyadari di usia 12 tahun bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan ilmiah yang mumpuni.

Alih-alih menyerah, ia membuat komitmen unik: mencari kekayaan di industri energi dan logam mulia untuk kemudian memberdayakan para ahli yang memiliki keahlian yang tidak ia miliki. Hasilnya, pada tahun 2006, ia mendirikan Panthera, organisasi konservasi kucing liar global. Bahkan, ia rela menjual koleksi seninya senilai hampir USD 18 juta untuk disumbangkan sepenuhnya bagi misi ini.

 

Tiga Pilar Menuju Hidup Sukses

Kaplan membagikan tiga strategi utama yang dapat diterapkan oleh siapa saja untuk mencapai hidup yang bermakna:

  1. Rasa Syukur sebagai Fondasi: Kaplan percaya bahwa tanpa rasa syukur, kebahagiaan mustahil dicapai. Ia menanamkan nilai ini dengan ketat kepada anak-anaknya, menjauhkan mereka dari pamer kekayaan materi seperti perhiasan mewah, mobil, atau jam tangan mahal di media sosial.
  2. Kerendahan Hati: Menjaga kerendahan hati berarti tetap membumi meskipun berada di tengah kelimpahan. "Dasar dari semua kebahagiaan adalah menjalani hidup dengan rasa syukur," ungkapnya.
  3. Memahami "Lingkaran Kompetensi": Mengadopsi prinsip Warren Buffett, Kaplan menekankan pentingnya beroperasi di dalam bidang yang benar-benar dikuasai. Ia menyarankan setiap orang untuk tidak takut mengakui ketidaktahuan. "Kredibilitas itu sulit diperoleh, namun sangat mudah hilang," tegasnya.

"Saya akan melakukan apa pun untuk membuat perubahan pada hal-hal yang memotivasi saya," tutup Kaplan, membuktikan bahwa motivasi yang tepat adalah mesin utama di balik kesuksesan besar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6