Liputan6.com, Jakarta - Piala AFF 2026 memasuki babak semifinal di tengah sorotan tajam terhadap Timnas Laos. Federasi Sepak Bola Laos (LFF) meminta aparat kepolisian melakukan penyelidikan atas dugaan pengaturan skor yang melibatkan pemain mereka selama fase Grup B.
Permohonan resmi itu diungkap oleh media kawasan, termasuk New Straits Times (Malaysia) dan Soha (Vietnam). Langkah LFF menyasar performa yang dinilai mencurigakan sepanjang turnamen yang sedang berlangsung.
LFF juga menandai empat pemain dengan indikasi kuat terlibat, namun identitasnya belum dibuka. Permintaan penyelidikan terekam dalam dokumen resmi bertanggal 7 Agustus 2026.
Permintaan Penyidikan dan Dokumen 7 Agustus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307344/original/009073200_1784992023-thailand.jpg)
Dalam pemberitaan Malaysia, LFF disebut telah menyurati institusi kepolisian terkait di bawah Kementerian Keamanan Publik.
"Dalam surat permohonan resmi kepada Departemen Kepolisian Imigrasi Kementerian Keamanan Publik negara tersebut, LFF meminta penyelidikan segera menyusul serangkaian penampilan mencurigakan selama turnamen Piala AFF yang sedang berlangsung," bunyi laporan News Straits Times.
Dokumen tertanggal 7 Agustus 2026 itu dilayangkan kepada pimpinan lembaga kepolisian di bawah Kementerian Keamanan Publik dan Penegakan Hukum Laos. Permohonan tersebut menjadi dasar bagi proses penyelidikan tingkat tinggi.
"Surat tersebut juga mengutip ketentuan dalam hukum Laos, termasuk yang berkaitan dengan Undang-Undang Keolahragaan dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, sebagai dasar permohonan penyelidikan. Namun, perlu ditekankan bahwa LFF belum menyimpulkan bahwa ada pemain yang telah melakukan tindak pidana," bunyi laporan Soha.
"Dokumen tersebut tidak secara terbuka menyebutkan nama pemain yang dicurigai, tidak pula mengonfirmasi bahwa pertandingan tertentu telah diatur (match-fixing). Sebaliknya, LFF meminta agar pihak kepolisian melakukan penyelidikan untuk menentukan apakah informasi yang telah dikumpulkan oleh Federasi cukup untuk mendukung klaim tersebut," lanjut laporan media Vietnam tersebut.
Interogasi Internal 2 dan 6 Agustus, Empat Pemain Ditandai
Sebelum melangkah ke penegak hukum, LFF menggelar langkah internal dengan memeriksa seluruh anggota skuad nasional.
"Berdasarkan dokumen yang diperoleh Timesport, pimpinan LFF menggelar interogasi internal darurat pada 2 Agustus dan 6 Agustus, dengan memanggil seluruh anggota skuad tim nasional untuk dimintai keterangan," bunyi pemberitaan NST.
"Peninjauan awal terhadap data pertandingan, pernyataan pemain, dan bukti internal dilaporkan telah menemukan 'sebab yang cukup serta informasi mencurigakan' yang mengarah pada manipulasi yang disengaja," lanjutnya.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147878/original/074965600_1662436164-Cek_Bansos_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314568/original/051669400_1785750475-cek_fakta_-_prabowo_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/856256/original/042112000_1429499998-batik-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323998/original/033965100_1786687203-myanmar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3646538/original/091087500_1638097704-photo6134026740180299437.jpg)