Moody's Ratings Pangkas Prospek Peringkat Kredit Indonesia, Airlangga Bilang Begini

Moody's Ratings menurunkan prospek kredit Indonesia.

Diterbitkan 05 Februari 2026, 22:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto buka suara mengenai Moody's Ratings yang menurunkan prospek kredit Indonesia menjadi negatif dari stabil. Menurutnya pemerintah tetap konsisten menjaga perekonomian RI.

Menurutnya, Moody's tetap menempatkan Indonesia pada kategori investment grade. Airlangga masih membutuhkan penjelasan soal outlook Moody's yang turun jadi negatif.

"Kalau Moody's kan dari segi ratingnya tetap investment grade, hanya Moody's bicara mengenai outlook. Outlook itu membutuhkan penjelasan.Karena pemerintah tetap konsisten bahwa budget defisit dipatok di 3% kemudian hutang di bawah 40%," ungkap Airlangga, ditemui usai Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Dalam paparannya, Airlangga menyampaikan kalau nilai RI dari lembaga pemeringkat internasional masih positif.

"Dan dari segi investment, inilah. BBB, Fitch masih kasih investment grade. S&P, BBB investment grade. Moody juga sebetulnya masih investment grade. BAA2. Cuma dia kasih outlook negative. Nah outlook negative itu membutuhkan penjelasan," tutur dia.

Dia menjelaskan, ada perbedaan dimana saat ini investasi pemerintah digedor oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Biasanya, APBN aktif terlibat atau melalui BUMN menyasar investasi.

"Nah saat sekarang investasi dilakukan dengan Danantara, dan Danantara juga menjaga tata kelola yang baik, dan tata kelola yang baik dari Danantara itu bagian daripada transformasi BUMN menjadi Sovereign Wealth Fund dimana ini best practice-nya sudah ada dengan berbagai Sovereign Wealth Fund," jelas dia.

"Jadi saya sudah bicara dengan Danantara dimana mereka juga akan mempersiapkan langkah-langkah untuk menjelaskan kepada rating agency," sambung Menko Airlangga.

 

Moody's Turunkan Prospek Peringkat Kredit RI

Diberitakan sebelumnya, Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings telah menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negatif dari stabil. Moodys menilai, perubahan prospek ini karena berkurangnya prediktabilitas dalam pembuatan kebijakan. Akan tetapi, Moody’s mempertahankan peringkat Indonesia di peringkat Baa2.

Peringkat obligasi senior tanpa jaminan mata uang lokal dan asing ditegaskan pada Baa2 dan obligasi senior tanpa jaminan jangka menengah atau medium term notes (MTN) dan obligasi senior tanpa jaminan dalam mata uang asing. Adapun peringkat Baa2 termasuk dalam kategori investment grade yang artinya negara atau entitas yang dinilai masih dianggap layan sebagai tujuan investasi. Namun, peringkat ini tidak sekuat peringkat lebih tinggi dan menunjukkan tingkat risiko moderat.

Mengutip the Edge Malaysia, Kamis (5/2/2026), Moody’s mempertahankan peringkat di Baa2 dengan outlook menjadi negatif dari stabil mencerminkan risiko terhadap efektivitas kebijakan dan tanda-tanda melemahnya tata kelola.

“Jika berlanjut, tren ini dapat mengikis kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah mapan, yang telah mendukung pertumbuhan ekonomi yang solid dan stabilitas makroekonomi, fiskal dan keuangan,” kata Moody’s.

 

Transformasi Ekonomi

Kementerian Keuangan Indonesia mengatakan, pihaknya menghargai peringkat berkelanjutan Moody’s dan pemerintah sedang melakukan transformasi ekonomi untuk kembali mendorong pertumbuhan.

“Pemerintah terus memastikan semua potensi risiko dikelola dengan baik,”

Moody’s menuturkan akan menurunkan peringkat jika terjadi pergeseran berkelanjutan ke kebijakan fiskal yang lebih ekspansi tanpa disertai reformasi pendapatan, penurunan signifikan dalam posisi eksternal karena arus keluar modal dan pelemahan material dalam kesehatan perusahaan negara atau badan usaha milik negara.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6