Harga Emas Loyo Hari Ini 16 Januari 2026, Harga Perak Malah Cetak Rekor Termahal

Simak rangkuman harga emas dan harga perak dunia hari ini 16 Januari 2026.

Diterbitkan 16 Januari 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas turun pada hari Kamis (Jumat waktu Jakarta) karena data klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan mendorong penguatan dolar AS.. Sementara nada moderat Presiden AS Donald Trump terhadap Iran semakin menekan permintaan emas sebagai aset safe-haven.

Dikutip dari CNBC, Jumat (16/1/2026), harga emas AS ditutup 0,26% lebih rendah pada level USD 4.623,70. Sedangkan harga perak menutup perdagangan dengan kenaikan 1,05% ke level USD 92,347, untuk penutupan rekor lainnya. Harga perak juga mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa di level USD 93,70.

Data menunjukkan permohonan baru untuk tunjangan pengangguran AS secara tak terduga turun pekan lalu, mendorong indeks dolar AS ke level tertinggi sejak 2 Desember dan membuat harga emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

“Data terbaru sedikit banyak membuat ekspektasi terhadap kebijakan The Fed tetap stabil, mungkin untuk paruh pertama tahun ini, sehingga indeks dolar AS berada pada level tertinggi dalam beberapa minggu dan itu sedikit menghambat pergerakan harga emas saat ini,” kata Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior Zaner Metals, Peter Grant.

Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa dia tidak berencana untuk memecat Jerome Powell meskipun ada penyelidikan kriminal Departemen Kehakiman terhadap Ketua Federal Reserve (Thef Fed) tersebut, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan apa yang akan dia lakukan pada akhirnya.

Secara umum diperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari, meskipun ada seruan Trump untuk penurunan suku bunga. Namun, pasar mengantisipasi setidaknya dua penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin di akhir tahun.

 

Ketegangan Geopolitik

Trump juga mengatakan bahwa ia telah diberitahu bahwa pembunuhan dalam penindakan Iran terhadap protes tampaknya mereda dan tidak melihat rencana segera untuk eksekusi skala besar, yang menandakan pendekatan tunggu dan lihat setelah ancaman intervensi sebelumnya.

Grant mengatakan meredanya ketegangan geopolitik sedikit menekan harga, tetapi memandang pergerakan emas sebagai koreksi dan memperkirakan para pedagang akan memperlakukan penurunan harga sebagai peluang pembelian.

Emas sebagai aset aman cenderung berkinerja baik selama masa ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta dalam lingkungan suku bunga rendah.

Gubernur Bank sentral Polandia Adam Glapinski mengatakan memiliki 550 ton emas pada akhir tahun 2025 dan ingin meningkatkan cadangannya menjadi 700 ton. 

Harga Emas dan Harga Perak Kemarin

Harga emas melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026. Lonjakan harga emas juga diikuti harga perak seiring ketidakpastian geopolitik dan ekonomi mendorong investor menuju aset safe haven. Di sisi main, harapan penurunan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) menambah momentum lebih lanjut.

Mengutip CNBC, Kamis (15/1/2026), harga emas di pasar spot menguat 1,1% menjadi USD 4.635,39 per ounce setelah mencapai rekor tertinggi. Harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari naik 1% menjadi USD 4.644,20.

"Semua jalan mengarah ke emas dan perak,” ujar COO Allegiance Gold, Alex Ebkarian.

Ia menuturkan, permintaan dari berbagai pembeli dan mencatat pasar berada dalam fase bullish struktural.  Emas yang tidak menghasilkan bunga, biasanya berkinerja baik pada periode suku bunga rendah dan ketidakpastian yang tinggi.

Iran memperingatkan negara-negara tetangga yang menampung pasukan Amerika Serikat kalau mereka akan menyerang pangkalan Amerika Serikat (AS) jika AS campur tangan atas protes di Iran. Sementara itu, para menteri Denmark akan bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance setelah Presiden AS Donald Trump memperbarui tuntutan AS untuk mengendalikan Greenland.

Sementara itu, data menunjukkan penjualan ritel AS naik di atas ekspektasi pada November, sementara PPI memenuhi perkiraan bulanan tetapi melebihi perkiraan tahunan, menyusul angka CPI inti Desember yang lebih lemah dari perkiraan yang dirilis pada Selasa. Para pedagang terus mengantisipasi dua pemotongan suku bunga tahun ini.

 

Kekhawatiran Atas Independensi Fed

Kekhawatiran atas independensi Fed tetap ada, karena para kepala bank sentral dari seluruh dunia berbaris mendukung ketua Fed Jerome Powell pada Selasa, setelah pemerintahan Trump mengancamnya dengan dakwaan pidana.

Harga perak spot naik 6,4% menjadi USD 92,53 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi.

"Kami mengantisipasi beberapa volatilitas, tetapi saya melihat harga perak di USD 100 tidak berbeda dengan di USD90. Perkiraan jangka pendek kami adalah antara USD 100 hingga USD 144,” kata Ebkarian.

Ia menambahkan, logam kemungkinan akan mempertahankan tren kenaikannya sepanjang kuartal pertama.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6