Ekspor Indonesia Capai USD 22,52 Miliar di November 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada November 2025 nilai ekspor mencapai USD 22,52 miliar.

Diterbitkan 05 Januari 2026, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada November 2025 nilai ekspor mencapai USD 22,52 miliar atau turun 6,60% dibandingkan November 2024.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, merinci untuk nilai ekspor migas tercatat senilai USD 0,88 miliar atau turun 32,88%. Nilai ekspor nonmigas tercatat turun sebesar 5,09% dengan nilai USD 21,64 miliar.

"Penurunan nilai ekspor November 2025 secara tahunan terutama didorong oleh penurunan nilai ekspor nonmigas, yaitu pada komoditas bahan bakar mineral atau HS27 yang turun 18,89% dengan andil -2,77%, lemak dan minyak hewani atau minyak nabati atau HS15 turun 18,81% dengan andil -2,12%, serta besi dan baja atau HS72 turun 17,14% dengan andil -1,71%," kata Pudji dalam Konferensi Pers BPS, Senin (5/1/2026).

Lebih lanjut, Pudji menyampaikan perkembangan ekspor nonmigas Nvember 2025 menurut sektor. BPS mencatat total ekspor nonmigas sebesar USD 21,64 miliar, dan jika dirinci menurut sektor, maka sektor pertanian, perhutanan, perikanan berkontribusi sebesar USD 0,54 miliar. Kemudian sektor pertambangan dan lainnya berkontribusi sebesar USD 2,99 miliar dan sektor industri pengolahan sebesar USD 18,11 miliar.

Secara tahunan seluruh sektor mengalami penurunan. Penurunan nilai ekspor nonmigas utamanya terjadi pada sektor pertambangan dan lainnya yang turun sebesar 22,28%, dengan andil penurunan sebesar 3,55%.

"Penurunan secara tahunan ini utamanya disebabkan oleh penurunan nilai ekspor batu bara, biji tembaga, lignit, bijih Zirkonium, birkonium, niobium dan tantalum serta bijih titanium," ujarnya.

 

Kinerja Ekspor Januari - November 2025

Sementara itu, sepanjang Januari hingga November 2025 total nilai ekspor mencapai USD 256,56 miliar atau naik 5,61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Nilai ekspor migas tercatat senilai UDD 11,81 miliar atau turun 17,64%. Nilai ekspor non migas tercatat naik sebesar 7,07% dengan nilai USD 244,75 miliar.

"Jika dilihat menurut sektor peningkatan nilai ekspor non migas secara kumulatif terjadi di sektor industri pengolahan dan industri pertanian. Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non migas pada periode Januari hingga November 2025 dengan andil sebesar 10,41%," ujarnya.

 

Ekspor Industri Pengolahan Naik

Pudji menyebut, ekspor industri pengolahan yang naik cukup besar yaitu minyak kelapa sawit, barang perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, logam dasar bukan besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya.

Selanjutnya jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan utama ekspor nilai ekspor non migas ke Tiongkok tercatat USD 58,24 miliar atau naik sebesar 6,42% dibandingkan Januari hingga November 2024.

"Jika dibandingkan secara kumulatif dengan periode yang sama tahun lalu pada Januari hingga November 2025 ekspor non migas ke Amerika Serikat, ASEAN dan uni Eropa mengalami peningkatan sementara ke India mengalami penurunan," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6