Jelang Natal, Harga Emas dan Harga Perak Kompak Naik Hari Ini 24 Desember 2025

Simak rangkuman harga emas dan harga perak hari ini Rabu 12 Desember 2025.

Diterbitkan 24 Desember 2025, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dan perak telah mengalami kenaikan tajam sepanjang tahun ini. Kedua logam mulia tersebut masih dalam tren positif.

Dikutip dari CNBC, Rabu (12/12/2024), harga emas naik 0,8% menjadi USD 4.505,7, setelah mencapai rekor tertinggi di level USD D4.530,80 per ons. Sedangkan Harga emas di pasar spot naik 1,03% menjadi USD 4.491,23 per ons.

Harga perak naik 4,46% ke posisi USD 71,62 per ons, sementara harga perak di pasar spot terakhir diperdagangkan pada USD 71,4449, naik 3,51%. Harga perak di pasar spot melampaui level USD 70 untuk pertama kalinya di awal sesi.

Harga logam mulia telah melonjak tahun ini, memecahkan rekor harga berturut-turut karena sentimen terhadap aset berisiko terguncang di tengah kekhawatiran akan gelembung AI dan ketidakpastian mengenai ketua Federal Reserve berikutnya yang akan menjabat hingga tahun 2026.

Emas biasanya dianggap sebagai pilihan aman di saat ketidakpastian ekonomi atau geopolitik dan sering digunakan sebagai lindung nilai. Analis mengatakan reli baru-baru ini masih memiliki momentum. Harga berjangka tersebut menunjukkan rekor tertinggi baru untuk logam mulia, melampaui pergerakan pemecahan rekor pada hari Senin .

David Neuhauser, CIO di Livermore Partners, mengatakan kepada “Access Middle East” CNBC bahwa harga emas masih memiliki ruang untuk naik lebih jauh, berpotensi mencapai USD 6.000 per ons.

“Saya pikir semua logam, sebagian besar, mengalami kenaikan karena kepemilikannya masih rendah dan ada risiko lebih lanjut bahwa utang global di seluruh dunia sedang meledak, dan oleh karena itu Anda perlu memiliki aset yang akan melindungi dari penurunan nilai tersebut. Itulah yang Anda lihat sekarang. Itu sangat jelas, tetapi bisa berlanjut untuk beberapa waktu ke depan,” kata Neuhauser.

 

Harga Emas dan Perak Kemarin

Sebelumnya, harga emas dan harga perak melesat ke level tertinggi sepanjang sejarah pada awal pekan ini. Kenaikan tajam tersebut menegaskan kembali peran logam mulia sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Mengutip  CNBC, Selasa (23/12/2025), harga emas berjangka untuk pengiriman Februari ditutup menguat 1,9% ke level USD 4.469,40 per ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di USD 4.477,7 per ons. Sementara itu, harga emas spot naik 1,99% ke posisi USD 4.440,26 per ons.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak hampir 70%.

Lonjakan harga emas terjadi seiring melemahnya aset-aset berisiko. Secara historis, emas kerap dipilih investor sebagai aset aman ketika pasar menghadapi gejolak ekonomi maupun ketegangan geopolitik.

Pergerakan serupa juga terjadi pada perak. Harga perak tercatat menyentuh rekor baru di USD 68,96 per ons, sementara harga perak spot berada di kisaran USD 68,98 per ons.

Sejak awal tahun, harga perak sudah melesat hingga 128%, jauh melampaui kenaikan emas.

 

Saham Tambang Emas dan Perak Ikut Terdorong

Di Amerika Serikat(AS), saham-saham perusahaan tambang emas dan perak yang tercatat di bursa juga ikut menguat pada perdagangan pra-pasar. iShares MSCI Global Gold Miners ETF tercatat naik hampir 2,7%.

Pasar sebelumnya telah merespons pemangkasan suku bunga acuan oleh The Federal Reserve (The Fed) pada 10 Desember. Optimisme terhadap saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) juga sempat kembali.

Namun, spekulasi terkait kondisi ekonomi global tahun depan membuat investor cenderung bersikap lebih defensif dalam menata portofolio mereka.

Kepala tim global value First Eagle Investments, Matthew McLennan, menilai nilai moneter emas kembali menguat di tengah membengkaknya defisit fiskal di Amerika Serikat, Inggris, Eropa, serta Jepang dan China.

“Nilai emas sebagai lindung nilai moneter kembali muncul,” ujar McLennan dalam wawancara dengan CNBC pada 17 Desember.

Ia menilai harga emas kini lebih rasional dibandingkan aset nominal lain yang biasa digunakan sebagai pelindung nilai, dan kenaikan tersebut turut mendorong logam mulia lain bergerak lebih tinggi.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6