Ketika Menko Pangan Zulhas Jadikan 'Gotong Beras' Candaan di Depan Ratusan Driver Ojol di Tangerang

Menko Zulhas tengah ramai jadi perbincangan di berbagai media sosial karena aksinya memikul karung beras di lokasi bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat.

Diterbitkan 18 Desember 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sambangi ratusan perwakilan driver ojek online di Kantor Bulog Sangiang Kota Tangerang, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sempat 'meroasting' dirinya sendiri sebagai permulaan sambutannya, Kamis (18/12/2025).

Sebab seperti diketahui, beberapa hari belakangan, Menko Zulhas tengah ramai jadi perbincangan di berbagai media sosial karena aksinya memikul karung beras di lokasi bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat.

"Sebelumnya, bapak ibu kenal saya enggak? Bener nih kenal? Ooh untung enggak disebut yang gotong beras," ujar Zulhas yang disambut tawa ratusan driver ojol tersebut.

Dia pun menanggapi enteng kejadiannya beberapa hari terakhir yang ramai menjadi perbincangan di media sosial.

"Kata pak Presiden Prabowo, saya enggak nyaleg, enggak nyapres, dibully terus. Ya enggak papa,"katanya lagi sembari ikut tertawa ringan.

Diketahui, Zulhas menghadiri 'Penjualan Pangan Murah bagi Komunitas Ojek Online' yang ditujukan untuk seribu driver.

"Total ada seribu pengemudi ojol yang datang. Harga sembakonya Rp 190 ribu , namun tebus murah jadi Rp 100 ribu, ada juga yang gratis. Mudah-mudahan ini bermanfaat membantu driver Grab dan Gojek,"ujar Menko Zulhas, Kamis (18/12/2025).

Program yang melibatkan Bulog, perusahaan Grab dan Goto ini, diharapkannya tidak berhenti di satu wilayah saja. Melainkan bisa terus di beberapa wilayah lain, sehingga semakin banyak driver ojol yang bisa merasakan pangan murah bahkan gratis.

"Kalau mau ditiap kota boleh, nanti biayanya kita paroan, Menko Pangan separo, Grab dan Goto separonya lagi,"ujar Zulhas.

Harga Beras Dunia Turun, Menko Zulkifli Sebut Imbas Indonesia Setop Impor

Langkah Indonesia menghentikan impor beras telah berdampak terhadap harga beras dunia. Adapun Indonesia mencetak surplus produksi beras sebesar 4,7 juta ton pada 2025, dari periode sama tahun sebelumnya impor sebesar 4,5 juta ton beras.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Bidang Pangan) Zulkifli Hasan menuturkan, Indonesia pernah menduduki posisi sebagai importir beras terbesar di dunia. Akan tetapi, dalam waktu singkat, Indonesia meningkatkan produksi nasional sehingga tidak perlu lagi impor beras.

"Ternyata kita ini pembeli beras terbesar di dunia. Dulu waktu saya Menteri Perdagangan, itu beras 650 dolar AS per tonnya, sekarang karena kita tidak belanja beras, itu di bawah 400 dolar AS. Jadi pengaruh ke harga dunia, luar biasa," ujar Zulkifli di Jakarta, Selasa, (16/12/2025).

Indonesia impor sebesar 4,5 juta ton beras pada 2024. Namun, pada 2025, Indonesia berhasil mencetak surplus produksi beras sebesar 4,7 juta ton. Saat ini stok beras yang berada di gudang Bulog telah mencapai 3,7 juta ton.

Berdasarkan data Kemenko Pangan, pada periode Januari-Desember 2025 produksi beras Indonesia mencapai 34,77 juta ton atau naik 13,54 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Produksi Jagung

Selain itu, produksi jagung Indonesia juga mencapai 16,55 juta ton atau naik 9,34 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Produksi yang meningkat ini, menurut Zulkifli, dipengaruhi oleh pemangkasan regulasi, salah satunya pada pengadaan pupuk bersubsidi.

Sebagai contoh, dulu terdapat sekitar 148 aturan terkait dengan pengadaan pupuk. Kini, regulasi tersebut dipangkas menjadi 33 aturan, sehingga petani dapat dengan mudah mendapatkan pupuk sesuai dengan jadwal waktu tanam.

"Jadi pupuk sampai sebelum tanam. Sebelum tanam, pupuk sudah diterima. Itu pengaruhnya luar biasa, pengaruh terhadap produksi beras itu luar biasa," tutur dia.

Zulkifli  juga menuturkan pada akhir tahun ini atau awal tahun akan diumumkan Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras.

"Satu tahun ini kita sudah swasembada, nanti Mentan (Menteri Pertanian) akan umumkan bahwa Indonesia berhasil swasembada beras," ujar dia.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6