Paiton Energy Siap Menambah PLTGU

Paiton Energy mendorong percepat keputusan terkait proyek pengadaan PLTGU yang dirilis pada 2025.

Diterbitkan 24 September 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Paiton Energy menyatakan siap menambah kapasitas pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) di kompleks Paiton, Jawa Timur. Namun, rencana tersebut masih menunggu kepastian proses pengadaan dari pemerintah, meski sudah menyiapkan sejumlah aspek untuk mendukung pengembangannya.

"Kami siap, jika diperlukan. Beri kami kesempatan, Paiton siap menambah kapasitas di kompleks kami,” kata Presiden Direktur Paiton Energy Fazil Alfitri pada Indonesia Power Perspectives 2026, Kamis (24/9/2026).

Menurut Fazil, proses pengadaan proyek PLTGU yang tercantum dalam perencanaan 2025 belum berjalan. Karena itu, dia mendorong percepatan keputusan agar pembangunan pembangkit dapat segera dilakukan.

"Kalau terkait pengadaan, proyek yang dirilis pada 2025 itu belum ada yang menjalankannya. Belum ada RFP yang dirilis kepada semua pihak yang siap berpartisipasi,” ujarnya.

Ia menuturkan, penambahan pembangkit gas diperlukan sebagai bagian dari transisi energi dari batu bara menuju sumber energi yang lebih rendah emisi.

"Transisi energi di Indonesia, mengingat kita adalah negara batu bara, adalah dari batu bara ke gas, kemudian hidrogen,” katanya.

Ia menyebut gas memiliki posisi sebagai energi jembatan karena pembangkit batu bara tidak dapat langsung digantikan seluruhnya oleh energi terbarukan.

"Gas adalah energi jembatan. Karena tidak mungkin dari batu bara langsung ke energi terbarukan,” ujar Fazil.

Dalam pemaparannya, Paiton Energy, penambahan sekitar 2.600 megawatt PLTGU diproyeksikan menurunkan rata-rata emisi karbon dari seluruh unit, termasuk pembangkit batu bara yang sudah ada, dari 913 gram menjadi 601 gram CO2 per kWh atau sekitar 34%.

 

 

Saling Melengkapi

Fazil sebelumnya menerangkan skema penambahan pembangkit gas akan membuat kapasitasnya meningkat sekaligus menurunkan jejak karbon.

"Jadi ini harus saling melengkapi. Karena tidak mungkin bagi kita untuk menghentikan pasar,” katanya.

Paiton Energy telah menyiapkan roadmap teknologi gas bersih hingga 2060, termasuk pembangkit yang menggunakan hidrogen, co-firing hidrogen dan amonia, serta teknologi carbon capture and storage (CCS).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6