Liputan6.com, Jakarta - Industri garmen Indonesia tengah menghadapi masa krusial di tengah tekanan global dan perubahan pasar yang cepat. Meski begitu, para pelaku usaha tetap optimistis bahwa sektor ini masih memiliki potensi besar untuk tumbuh dan bersaing di kancah internasional.
Optimisme itu terlihat dalam kegiatan sosialisasi Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) yang digelar di Solo, Jawa Tengah. Acara ini diikuti 58 perusahaan besar dari berbagai wilayah Indonesia, menjadi wadah memperkuat kolaborasi antar-pelaku industri.
Direktur Utama PT Golden Flower Tbk, Hary Sutopo, menilai transformasi menjadi langkah penting agar industri garmen nasional mampu menyesuaikan diri dengan perubahan global.
Advertisement
“Industri garmen Indonesia saat ini berada di titik penting. Kami harus menumbuhkan kembali semangat optimisme dan melihat peluang positif bahwa sektor ini masih bisa tumbuh serta bersaing di pasar internasional,” ujarnya, ditulis Sabtu (2/11/2025).
Menurut Hary, kolaborasi lintas pelaku usaha, dukungan kebijakan pemerintah, serta penerapan inovasi berkelanjutan dalam rantai produksi menjadi kunci penguatan sektor garmen nasional.
Fundamental Bisnis
Sebagai salah satu perusahaan garmen ekspor dengan pengalaman lebih dari 50 tahun, PT Golden Flower Tbk menilai pentingnya kerja sama erat antara asosiasi, produsen, dan pemasok untuk meningkatkan daya saing global.
Perusahaan yang memproduksi merek ternama seperti Polo Ralph Lauren, Giordano, Benang Jarum, dan Calvin Klein ini juga mencatat posisi keuangan yang solid dan berada dalam kondisi net cash, menandakan fundamental bisnis yang kuat di tengah tekanan global.
Kegiatan sosialisasi AGTI di Solo menjadi kota keempat setelah Bandung, Semarang, dan Yogyakarta. Acara tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai pelaku usaha yang menilai sinergi lintas sektor merupakan langkah strategis menghadapi fluktuasi biaya produksi, tekanan pasar ekspor, dan tantangan keberlanjutan industri.
Advertisement
Kekuatan Penting
Hary Sutopo menegaskan bahwa semangat kolaborasi dan inovasi harus menjadi fondasi utama dalam memajukan industri garmen nasional.
“Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami yakin industri garmen Indonesia bisa kembali menjadi kekuatan penting di pasar dunia,” tutupnya.
Langkah AGTI dan para pelaku industri ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok garmen global, sekaligus membuka peluang bagi lahirnya desa-desa industri berbasis ekonomi berkelanjutan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5400155/original/043957700_1762067207-1001088036.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4378574/original/056406700_1680246447-0b908b7b-75b4-4621-8028-8831a54efc41.jpeg)