Proyek Sampah Jadi Listrik Bakal Ditawarkan di IISF 2025, Investor Asing Sudah Antre

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani akan menawarkan proyek pengolahan sampah jadi listrik di ajang Indonesia International Sustainability Summit (IISF) 2025.

Diterbitkan 02 Oktober 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani akan menawarkan proyek pengolahan sampah jadi listrik di ajang Indonesia International Sustainability Summit (IISF) 2025. Sejumlah investor asing disebut sudah minat ikut terlibat.

Rosan mengatakan proyek waste to energy itu jadi bagian dalam kerangka fokus pemerintah pada energi baru terbarukan (EBT). Beberapa investor dari negara maju diakuinya mulai menyatakan minatnya.

"Banyak investor dari China, Korea, Jepang, Belanda, dari Jerman, dari Singapura dan negara-negara lain yang ternyata mereka ingin berkontestasi dalam waste to energy ini," kata Rosan di Kantor BKPM, Jakarta, dikutip Kamis (2/10/2025).

Dia menjelaskan, struktur kerja sama yang telah direvisi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menjadi satu faktor menarik bagi investor asing. Terutama pada aspek transparansi dan keterbukaan kerja samanya.

Di sisi lain, aspek pendanaan atau investasi pada program pengolahan sampah menjadi energi juga dinilai rendah. Sehingga membuka peluang investasi masuk dengan mudah.

"Jadi karena mereka tidak melihat semata-mata hanya return dari project itu sendiri, tetapi dampak lainnya yang positif dari segi kesehatan, dari segi environment, dari segi sosial dan lain-lainnya itu juga diperhitungkan, termasuk dalam perhitungan mereka pada saat mereka berinvestasi," tutur dia.

 

Bukti Indonesia Serius

Chief Executive Officer (CEO) Danantara ini pun menegaskan ajang IISF 2025 bisa menjadi sarana bagi Indonesia untuk menonjolkan keseriusannya menggarap EBT. Ini berkaitan dengan upaya penurunan emisi karbon yang berkelanjutan.

"Ajang IISF ini menjadi suatu ajang yang sangat-sangat baik dan juga di saat yang sama ingin memperlihatkan kepada masyarakat juga pada dunia luar bahwa Indonesia, kita mempunyai kepentingan tinggi dalam mereka mencapai pertumbuhan yang perekonomian yang berkelanjutan," jelas dia.

 

Pamerkan Konsep GSW

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan memamerkan konsep tanggul laut raksasa atau giant sea wall (GSW) di forum internasional. Harapannya, langkah ini bisa menarik investor untuk ikut terlibat pada megaproyek tersebut.

Dia akan menampilkan konsep GSW itu dalam ajang Indonesia International Sustainability Summit (IISF) 2025. Menurutnya, bicara keberlanjutan berkaitan juga ketahanan infrastruktur.

"Disini kita juga akan sampaikan kembali bahwa diantara aspek penting dari sustainability adalah sustainable infrastructure, resilient infrastructure yang punya daya tahan," kata AHY di Kantor BKPM, Jakarta, dikutip Kamis (2/10/2025).

"Yang mengedepankan teknologi dan inovasi yang ramah lingkungan dan sekali lagi bisa secara signifikan melindungi masyarakat kita," sambung dia.

 

Tarik Investor

Sama seperti sebelumnya, AHY akan menampilkan GSW sebagai proyek andalan jangka panjang pemerintah. Melalui forum internasional seperti ISF 2025, dia berharap ada investor yang tertarik ikut mendanai megaproyek itu.

"Jadi itu akan kami tampilkan juga kembali dan bahkan kita hadirkan pembicaraan lebih intensif dengan sejumlah pihak berbagai negara berbagai stakeholders yang saya rasa akan tertarik untuk masuk ke Indonesia," tuturnya.

IISF Digelar Pekan Depan

Ajang Indonesia International Sustainability Summit 2025 akan digelar pada 10-11 Oktober 2025, pekan depan. Ini jadi tahun ketiga forum sustainability berskala internasional ini dilaksanakan di Tanah Air.

IISF 2025 mengusung tema Sustainable Growth yang mencakup lima pilar. Diantaranya, transisi energi, industri hijau, keanekaragaman hayati & konservasi alam, kehidupan berkelanjutan, dan ekonomi biru.

Ribuan peserta disebut akan memadati acara tersebut. Dengan rencana pembicara yang mayoritas dari luar negeri.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6