Siap Kerja di Tengah Ketidakpastian, Ini Pesan Menaker untuk Generasi Muda

Menaker Yassierli menilai pendidikan vokasi berperan besar menyiapkan lulusan dengan multi kompetensi dan pola pikir adaptif untuk bersaing di era VUCA.

Diterbitkan 14 Agustus 2025, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan, pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam melahirkan lulusan yang siap terjun ke dunia kerja.

Yassierli mengatakan bahwa kompetensi formal saja tidak cukup. Industri saat ini membutuhkan talenta dengan keahlian spesifik, sertifikasi, portofolio, serta kemampuan multi talenta.

“Jika dulu cukup ahli di satu bidang, kini dunia kerja membutuhkan orang yang punya spesialisasi sekaligus generalisasi, bahkan multi spesialisasi,” ujar Menaker.

Tantangan Dunia Kerja di Era VUCA

Yassierli menjelaskan, tantangan yang dihadapi generasi sekarang jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Perubahan teknologi yang cepat, globalisasi, dan dinamika geopolitik membuat dunia penuh ketidakpastian.

“Dalam manajemen, ada istilah ‘VUCA’ yaitu Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity. Dunia berubah cepat, penuh ketidakpastian, dan semakin kompleks. Kuncinya hanya satu, yaitu adaptif,” katanya.

 

Perpaduan Hard Skills, Soft Skills, dan Cognitive Skills

Selain keterampilan teknis (hard skills), Yassierli mengingatkan pentingnya keterampilan nonteknis (soft skills) seperti kepemimpinan, kreativitas, dan berpikir kritis.

Menurutnya, kombinasi hard skills, soft skills, dan kemampuan kognitif (cognitive skills) menjadi pembeda utama bagi para pencari kerja di tengah persaingan yang ketat.

 

Pola Pikir Masa Depan dan Kewirausahaan

Menaker juga menekankan pentingnya growth mindset—pola pikir bahwa kemampuan bisa terus berkembang dan tidak takut mencoba hal baru.

Ia menambahkan, generasi muda juga perlu memiliki future mindset untuk siap menghadapi tantangan masa depan, serta entrepreneurial and innovation mindset untuk berani berinovasi, berpikir kreatif, dan menciptakan solusi.

“Jangan menunggu peluang datang, tapi ciptakan peluang itu. Dengan multi kompetensi dan pola pikir yang tepat, adik-adik akan lebih siap bersaing, beradaptasi, dan memimpin di masa depan,” ujar Yassierli.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6