Benarkah Ada Permainan Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2025? Ini Kata Airlangga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya di bawah China 5,2%.

Diperbarui 07 Agustus 2025, 12:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menegaskan tidak ada permainan data terkait pertumbuhan ekonomi 5,12 persen pada kuartal II 2025.

"Mana ada. Ya kalau kita lihat konsumen konsumsi tumbuh tinggi. Sekitar 4,97% dan itu mewakili," ujar Airlangga saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, ditulis Kamis (7/8/2025).

Airlangga mengatakan, Pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga ketahanan dan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya tantangan berupa ketidakpastian global.

Fondasi perekonomian Indonesia terbukti kokoh dengan kinerja solid melalui capaian pertumbuhan sebesar 5,12% (yoy) pada Triwulan II tahun 2025 dan mengalami peningkatan dari triwulan sebelumnya yang sebesar 4,87% (yoy).

“Alhamdulillah kita kembali ke jalur 5%, jadi 5,12%. Indonesia hanya di bawah China yang 5,2%. Beberapa negara di bawah kita mulai Malaysia, Singapura, kemudian berbagai negara lain, termasuk Amerika yang 2%, kemudian Korea juga relatif rendah, sehingga di antara negara G20 dan ASEAN, kita salah satu yang tertinggi,” jelas Airlangga.

Ia menyampaikan, pertumbuhan kuartal II 2025 didukung oleh kinerja positif di seluruh lapangan usaha. Tiga sektor utama dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yakni sektor Industri Pengolahan dengan share 18,67% dan pertumbuhan 5,68%.

Kemudian disusul oleh sektor Pertanian dengan share 13,83% dan tumbuh 1,65%, serta sektor Perdagangan Besar dan Eceran yang berkontribusi 13,02% dan mencatatkan pertumbuhan 5,37%. Peningkatan tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik maupun ekspor.

 

Sisi Pengeluaran

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh komponen Konsumsi Rumah Tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Konsumsi Rumah Tangga yang memiliki share 54,25% mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,97% dan sekaligus mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap terjaga.

Sementara itu, PMTB yang mencerminkan aktivitas investasi, mencatat pertumbuhan 6,99% dengan share 27,83%. Pertumbuhan PMTB sendiri didorong oleh peningkatan permintaan barang modal untuk mendukung ekspansi produksi.

“Dari sisi sektor eksternal Indonesia, relatif Indonesia masih menjaga ketahanan, di mana kalau kita lihat cadangan devisa masih USD152,6 miliar. Kemudian, neraca pembayaran juga masih relatif baik, selama 62 bulan terjaga surplus. Dan rasio utang kita juga masih relatif terjaga di 30%," ujarnya.

 

Pertumbuhan Ekonomi Secara Spasial

Adapun secara spasial, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga menunjukkan inklusivitas yang semakin kuat. Wilayah Jawa mencatat pertumbuhan sebesar 5,24%, sementara Sulawesi bahkan mencatat angka lebih tinggi, yakni 5,83%.

Pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia terutama digerakkan oleh sektor pengolahan sumber daya alam.

Selain itu, periode kuartal II-2025 juga ditandai oleh berbagai indikator yang mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi domestik. Konsumsi masyarakat pada periode ini menunjukkan peningkatan, tercermin dari penjualan eceran yang naik 1,19% (yoy) dan transaksi elektronik yang tumbuh 6,26% (yoy).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6