Indonesia Kantongi Rp 950 Triliun Investasi, 30% untuk Hilirisasi

Realisasi investasi yang sudah masuk di kuartal I 2025 mencapai Rp 465,2 triliun. Angka realisasi investasi ini mencapai 24,4 persen dari target yang telah ditetapkan.

Diterbitkan 22 Juli 2025, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan, Indonesia total sudah mengantongi investasi hingga Rp 950 triliun pada semester I 2025. Sebanyak 30 persen atau sekitar Rp 285 triliun daripadanya merupakan investasi pada program hilirisasi.

"Kebetulan saya baru mendapatkan laporannya beberapa hari yang lalu, itu kurang lebih dari investasi yang masuk di kuartal kedua (2025) atau dalam satu semester itu, kurang lebih kontribusinya dari Rp 950 triliun lebih, 30 persen berasal dari hilirisasi," jelasnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (22/7/2025).

"Memang, kalau boleh saya sharing sedikit, kontribusi dari investasi di bidang hilirisasi ini memang meningkat cukup signifikan," ujar Rosan.

Adapun menurut laporan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi yang sudah masuk di kuartal I 2025 mencapai Rp 465,2 triliun. Angka realisasi investasi ini mencapai 24,4 persen dari target yang telah ditetapkan.

"Ini sesuai target kami. bahkan kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau year on year peningkatan 15,9 persen," kata Rosan di Kantor Presiden, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto menargetkan investasi sepanjang tahun ini di angka Rp 1.905,6 triliun.

 

Indonesia Masih Curi Perhatian Investor

Rosan mengklaim, realisasi investasi ini menunjukkan bahwa investor masing melihat bahwa ekonomi Indonesia masih sangat bagus. Investor melihat di bawah Presiden Prabowo, kestabilan baik dari sisi ekonomi, politik dan sosial sangat baik.

Ia juga menjelaskan mengenai penyerapan tenaga kerja. Pada kuartal I 2025, jumlah penyerapan tenaga kerja yang terserap mencapai 594.104 orang, angka ini tumbuh 8,5 persen dari tahun lalu.

Penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) seimbang dengan rincian PMA sebesar Rp 230,4 triliun dan PMDN mencapai Rp 234,8 triliun.

 

Investasi di Luar Jawa Lebih Besar

Hal sama dengan konsentrasi penempatan investasi tersebut antara Jawa dan luar jawa. Untuk di Jawa sebesar Rp 229,3 triliun dan luar Jawa mencapai Rp 235,9 triliun.

"Memang Singapura masih memberikan kontribusi terbesar. Ini sudah terjadi selama 10 tahun terakhir Singapura menjadi investor terbesar di Singapura," pungkas Rosan. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6