Menteri PKP Tebar 13.000 Rumah Subsidi untuk PNS di Jawa Barat

Selain rumah subsidi untuk PNS, Menteri PKP Maruarar Sirait menuturkan, ada pengusaha sukses dari Jawa Barat yang juga akan membantu uang muka untuk 1.000 MBR.

Diterbitkan 05 Juni 2025, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengalokasikan Kredit Pemilikan Rumah dalam skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), untuk 13.000 rumah subsidi yang akan diperuntukkan bagi para aparatur sipil negara (ASN) atau PNS di 11 kabupaten/kota di Jawa Barat. 

"Saya bersama Gubernur Jawa Barat dan Bupati serta Walikota bikin MoU ya kuota FLPP di Jawa 23.000 rumah, yakni 13.000 dari Kementerian PKP lewat BP Tapera untuk ASN Pemda, dan 10.000 lewat penyaluran KPR FLPP dari Bank BJB," ujar Menteri PKP dalam keterangan tertulis, Kamis (5/6/2025).

Maruarar alias Ara juga menuturkan, ada pengusaha sukses dari Jawa Barat yang juga akan membantu uang muka untuk 1.000 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memanfaatkan KPR FLPP. 

"Ini bukti kepercayaan pada Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto bahwa pengusaha Jawa Barat akan membantu uang muka untuk 1.000 rumah bersubsidi bagi masyarakat. Gratis untuk warga nanti kita bagi-bagi ke kabupaten/kota yang membutuhkan," ungkapnya.

Menurut dia, jumlah capaian KPR FLPP di Jawa Barat selalu menjadi daerah yang paling tinggi penyerapannya. Jumlahnya sekitar 30 persen dari total KPR FLPP nasional.

Ara menambahkan, tahun ini pun potensi kembali mencetak sejarah. Dengan adanya dorongan dari Prabowo untuk mengalokasikan KPR FLPP tertinggi sepanjang sejarah, yakni sebanyak 350.000 rumah untuk rakyat.

"Ini saatnya rakyat Jawa Barat bisa memiliki rumah layak huni dengan KPR FLPP. Mari kita bersama- sama mensosialisasikan program pro rakyat Presiden Prabowo Subianto dengan masif mulai dari kepala daerah agar rakyatnya bisa memiliki rumah subsidi yang layak huni dan berkualitas," tuturnya.

Jamin Anggaran Tersedia

Sebelumnya, Ara telah memastikan dana serta anggaran untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi 350.000 unit rumah subsidi sudah tersedia. 

Tambahan anggaran FLPP ini diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk dapat memiliki rumah bersubsidi berkualitas. Dengan dibangun pengembang dengan harga dan angsuran KPR yang terjangkau dan tetap selama masa tenor.

Sayangnya, Menteri PKP yang akrab disapa Ara ini tidak menyebutkan berapa nominal ketersediaan dana untuk pengadaan 350 ribu rumah subsidi tersebut. 

 

Dukungan dari Prabowo dan DPR

"Saya sudah dapat dukungan 100 persen dari Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia serta DPR terkait anggaran FLPP untuk 350.000 rumah bersubsidi untuk masyarakat. Dananya (FLPP) sudah, programnya sudah ada," ujarnya beberapa waktu lalu. 

Menurut dia, pemerintah berkomitmen menyalurkan FLPP, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk bantu MBR memiliki rumah bersubsidi yang layak huni, berkualitas serta angsuran KPR yang terjangkau. 

Apalagi, FLPP yang merupakan bagian dari program 3 Juta Rumah mampu meningkatkan perekonomian, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6