Liputan6.com, Jakarta Perhiasan emas tetap menjadi primadona di tengah perubahan tren mode global. Di tahun 2025, emas tidak lagi sekadar simbol kemewahan, tetapi juga cerminan gaya hidup sadar lingkungan dan strategi keuangan jangka panjang.
Dikutip dari laman Galeri24 Pegaadaian, Senin (2/6/2025), berikut rangkuman tren perhiasan emas yang patut diperhatikan tahun ini:
Sorotan Tren Perhiasan Emas 2025
- Keseimbangan antara estetika, keberlanjutan, dan nilai investasi
- Tiga jenis emas favorit: emas kuning, emas putih, dan rose gold
- Desain internasional minimalis dengan sentuhan personalisasi
- Gaya lokal Indonesia tetap hidup dengan sentuhan modern
- Konsumen muda mendorong permintaan emas etis dan daur ulang
Tahun ini, pasar perhiasan global menunjukkan pergeseran preferensi yang signifikan. Konsumen kini lebih selektif, memilih perhiasan yang tidak hanya cantik tetapi juga memiliki nilai jangka panjang, baik secara estetika maupun ekonomis.
Advertisement
Â
Emas Kuning, Putih, dan Rose Gold Mendominasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4342753/original/012499800_1677677917-WhatsApp_Image_2023-03-01_at_19.33.39__3_.jpeg)
Emas kuning tetap bertahan sebagai pilihan klasik, terutama dalam kadar 18K dan 22K. Warna hangatnya menyatu dengan berbagai warna kulit, dan desainnya cenderung minimalis seperti kalung rantai atau cincin tipis. Nilai investasinya juga membuat jenis ini tetap digemari.
Di sisi lain, emas putih tampil elegan berkat campuran palladium dan pelapisan rhodium yang menghasilkan kilau cerah. Perhiasan dari emas putih kerap dikombinasikan dengan berlian untuk menghadirkan nuansa glamor yang mewah dan berkelas.
Sementara itu, rose gold kian populer di kalangan milenial dan Gen Z. Warna merah mudanya yang lembut dan romantis cocok untuk desain vintage atau gaya bohemian, serta menawarkan alternatif gaya dengan harga lebih terjangkau.
Â
Advertisement
Desain Global: Minimalis, Geometris, dan Ramah Lingkungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3601864/original/083001300_1634178089-000_9PJ4CT.jpg)
Tren desain internasional bergerak ke arah minimalis, mengedepankan bentuk geometris seperti segitiga, lingkaran, dan heksagon. Aksen berlebihan mulai ditinggalkan, digantikan oleh perhiasan yang sederhana namun bernilai simbolis.
Personalisasi juga semakin populer. Kalung dengan inisial, liontin custom, dan cincin dengan ukiran nama menjadi pilihan yang merepresentasikan identitas pemakainya.
Kesadaran lingkungan turut memengaruhi industri ini. Perhiasan dari emas daur ulang atau emas bersumber etis menjadi pilihan utama generasi muda yang peduli pada keberlanjutan. Batu permata seperti safir, zamrud, dan topaz juga ditambahkan untuk memperkuat tampilan eksklusif dan artistik.
Â
Perhiasan Emas di Indonesia: Sentuhan Tradisi dan Gaya Masa Kini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)
Di pasar domestik, generasi muda mendorong inovasi desain tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional. Gelang emas rantai tetap menjadi favorit, baik dalam bentuk klasik maupun model ganda dan charm. Fungsional untuk acara santai hingga upacara adat.
Kalung emas dengan desain bertingkat atau liontin besar memberi kesan mewah, sangat cocok dikenakan saat hari besar. Sementara cincin emas—baik model soliter maupun bertumpuk—semakin diminati untuk pemakaian harian atau sebagai mas kawin.
Menjelang hari raya, permintaan terhadap desain lokal yang besar dan berkilau meningkat. Emas kadar rendah jadi solusi perhiasan bergaya dengan harga yang lebih terjangkau, menunjukkan bahwa tren emas 2025 mampu merangkul berbagai kalangan tanpa kehilangan nilai estetika dan fungsionalitasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7961905/original/013698500_1780798434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-07T090929.694.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3552918/original/093561000_1630045352-cek_fakta_kpk_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552691/original/021118100_1775819655-Dedi_Mulyadi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5060127/original/005401800_1734755489-1734751493096_tips-membeli-perhiasan-emas-di-toko.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805343/original/080058200_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3428886/original/028155000_1618405013-20210414-Daging-Ayam-Potong-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255392/original/047340200_1780041458-PT_Merdeka_Gold_Resources_Tbk__EMAS_-29_Mei_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)