Harga Emas Sulit Tembus Level Psikologis USD 3.300, Ini Gara-garanya

Kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan sentimen risiko dan menekan daya tarik safe haven. Harga emas pun masih dalam mode bearish.

Diterbitkan 14 Mei 2025, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia terus menunjukkan pergerakan negatif pada perdagangan Rabu (14/5/2025) pagi. Harga emas diperdagangkan di sekitar USD 3.245 setelah sempat menguat tipis ke USD 3.250 pada Selasa (13/5/2025) kemarin.

Meskipun terjadi pemulihan sebesar 0,42% dari harga kemarin, tekanan jual masih mendominasi pasar logam mulia. Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menjelaskan, tren jangka pendek emas tetap bearish, baik secara teknikal maupun fundamental.

Berdasarkan kombinasi candlestick dan indikator Moving Average, harga emas saat ini masih bergerak dalam tekanan turun.

“Secara teknikal, harga emas berpotensi melemah hingga menyentuh level support di USD 3.208. Namun jika terjadi rebound, maka kenaikan sementara bisa menargetkan area resistance di USD 3.279,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/5/2025).

Selain faktor teknikal, Andy juga menyoroti dampak fundamental yang saat ini membebani harga emas. Kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan sentimen risiko dan menekan daya tarik safe haven emas.

Setelah negosiasi dua hari di Jenewa, kedua negara sepakat memangkas tarif secara signifikan. AS menurunkan tarif atas barang China dari 145% menjadi 30%, sementara China juga memangkas tarif atas produk AS dari 125% menjadi 10%.

Perkembangan ini mendorong penguatan pasar saham dan aset berisiko lainnya, sekaligus melemahkan permintaan terhadap logam mulia.

 

Konflik India dan Pakistan

Lebih lanjut, Andy memprediksi bahwa harga emas akan sulit menembus level psikologis USD 3.300 dalam waktu dekat.

“Laporan inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan dan kesepakatan dagang AS–China yang bersifat meredakan ketegangan, cenderung menjaga harga emas tetap di bawah level USD 3.300. Ketiadaan pemicu kuat untuk pembelian safe haven membuat ruang penguatan emas masih terbatas,” ujar Andy.

Di sisi geopolitik, ketegangan antara India dan Pakistan juga mulai mereda. Gencatan senjata tetap terjaga di wilayah perbatasan seperti Jammu dan Kashmir, menyusul pernyataan tegas dari Perdana Menteri India Narendra Modi terhadap aksi teror dan sikap Pakistan. Stabilitas kawasan ini menjadi faktor tambahan yang menekan harga emas, karena menurunkan kekhawatiran geopolitik global.

 

Pidato Pejabat Federal Reserve

Sementara itu, pelaku pasar menanti pidato pejabat Federal Reserve yang dijadwalkan hari ini. Meskipun proyeksi pasar masih menunjukkan kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 52 basis poin hingga akhir 2025, sinyal terbaru dari The Fed akan sangat menentukan arah pergerakan dolar AS dan yield obligasi, dua faktor utama yang memengaruhi harga emas.

Dengan berbagai faktor tersebut, Andy Nugraha dari Dupoin Futures Indonesia menyarankan para trader untuk tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek. Hari ini, kisaran pergerakan harga emas diprediksi berada antara USD 3.208 sebagai level support dan USD 3.279 sebagai level resistance, dengan kecenderungan pergerakan yang masih berada dalam tekanan bearish.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6