Gen Z Punya Peluang Mulai Bisnis di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Ini Syaratnya

Salah satu peluang yang dimiliki pengusaha Gen Z di dalam negeri adalah manfaat dari pasar Indonesia yang masih tumbuh.

Diterbitkan 30 April 2025, 20:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dunia usaha tengah dilanda berbagai khawatiran seputar dampak dari ketidakpastian ekonomi global, yang dipicu oleh serangkaian tarif impor baru yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ketegangan meningkat ketika China membalas tarif impor baru AS dengan pengenaan tarif hingga 125% pada produk dari negara tersebut. Ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia menimbulkan guncangan pada pasar global, mulai dari pasar saham hingga sejumlah mata uang.

Situasi tersebut menjadi tantangan bagi para pengusaha, tak terkecuali pengusaha-pengusaha muda, dengan adanya kekhawatiran pada kenaikan harga bahan baku yang berisiko membuat biaya produksi melonjak.

Namun, Sekretaris Jenderal BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira juga melihat bahwa para pengusaha muda, termasuk pengusaha dari kelompok usia generasi Z masih memiliki peluang untuk memulai bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Gen Z adalah generasi yang paling adaptif dan kreatif. Tapi jangan hanya mengejar gaya hidup entrepreneur, perlu juga mindset builder: sabar, tahan banting, dan siap belajar dari kegagalan," ujar Angga kepada Liputan6.com di Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Angga mengungkapkan, salah satu peluang yang dimiliki pengusaha Gen Z di dalam negeri adalah manfaat dari pasar Indonesia yang masih tumbuh.

Hal itu terlihat dari bonus demografi yang menjadi kekuatan besar. "Banyak sektor yang belum tergarap maksimal (pertanian modern, jasa lokal, transformasi UMKM," bebernya.

Selain itu, pengusaha di kelompok usia Gen Z juga dapat memanfaatkan kehadiran teknologi dalam meminimalisir lonjakan biaya pemasaran dan distribusi.

"Digitalisasi menurunkan biaya masuk (modal lebih murah, distribusi lebih luas lewat e-commerce)," jelas Angga.

 

Bagaimana Mempertahankan Bisnis Saat Naik-Turun?

Untuk mempertahankan bisnis yang tak terhindarkan dari hasil yang fluktuatif, Angga menyarankan untuk pengusaha muda agar berfokus pada produk yang dapat menjadi salah satu pemecah masalah.

"Jangan cuma ikut tren. Kendalikan arus kas dan efisiensi sejak awal, jangan boros di branding tapi lalai di operasional," imbuhnya.

Lebih lanjut, Angga juga melihat bahwa penting bagi pengusaha Gen Z untuk terus membangun relasi yang baik dengan pelanggan setianya.

"Bangun komunitas pengguna dan pelanggan loyal, bukan hanya followers," jelas dia.

 

Diversifikasi Sumber Pemasukan

Selain itu, penting juga untuk mendiversifikasi sumber pemasukan dengan menggabungkan penjualan, jasa, atau kemitraan. "Jangan takut pivot saat strategi awal tidak berhasil," tambahnya.

Angga pun mengajak para pengusaha muda untuk aktif dalam mengikuti kegiatan komunitas terkait untuk mendapat ilmu usaha seluas mungkin.

"Bergabung ke ekosistem: HIPMI, inkubator bisnis, komunitas startup – bisa belajar, kolaborasi, dan mendapat pembinaan," sebutnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6