Bernilai Rp 143 Triliun, Bisnis Waralaba Kian Diminati Anak Muda

Bisnis waralaba di Indonesia kini bernilai lebih dari Rp 143 triliun dan berpotensi terus tumbuh.

Diterbitkan 26 Juni 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Minat masyarakat untuk berwirausaha lewat waralaba masih sangat besar, terutama di sektor makanan dan minuman, jasa, serta ritel. Menariknya, pelaku usaha saat ini didominasi oleh anak-anak muda lulusan perguruan tinggi yang sudah memiliki pengalaman kerja.

Ketua Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI), Levita Ginting Supit mengatakan, anak muda kini lebih terjun sebagai entrepreneur dengan modal kreativitas tinggi serta selalu adaptif dalam mengikuti tren pasar.

"Dengan dorongan inovasi, bisnis waralaba di Indonesia kini bernilai lebih dari Rp 143 triliun dan terus bertumbuh, bahkan semakin banyak brand lokal yang siap melebarkan sayap ke pasar internasional," ucap Levita di Jakarta, Jumat (26/6).

Melihat potensi ini, Franchise & License Expo Indonesia (FLEI Business Show) edisi ke-27 akan kembali digelar pada 9–11 Oktober 2026 di Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) PIK 2.

Tahun ini FLEI hadir dengan skala jauh lebih besar dan digelar berdampingan dengan dua pameran lain dari Panorama Media, yaitu Cafe Brasserie Expo (CBE) dan Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE), membentuk satu ekosistem pameran bisnis terintegrasi di bawah satu penyelenggara. Pendaftaran exhibitor kini resmi dibuka.

Pada FLEI ke-26, gabungan tiga pameran ini ditargetkan akan menarik lebih dari 45.000 pengunjung dan melahirkan ribuan kesepakatan bisnis. Antusiasme itu sejalan dengan kondisi industri waralaba nasional yang terus bertumbuh dengan cepat. Pertumbuhan rata-rata mencapai 10-15 persen per tahun dan terus mengalami peningkatan hingga saat ini.

"FLEI adalah panggung yang tepat untuk mempertemukan mereka dengan peluang itu," ujar Levita Ginting Supit.

 

Jadi Negara Maju, Rasio Kewirausahaan RI Harus Sentuh Level Ini

Sebelumnya, Waralaba atau franchise menjadi model bisnis yang cukup efektif dalam mempercepat rasio kewirausahaan Indonesia yang saat ini berada di kisaran 3,29 persen dari total angkatan kerja.

“Waralaba ini merupakan model bisnis yang efektif untuk mempercepat lahirnya kewirausahaan baru, karena bersifat terstandarisasi dan juga mudah diprediksi,” kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti dikutip dari Antara, Jumat (8/5/2026).

Roro menyampaikan, Indonesia harus meningkatkan rasio kewirausahaan minimal di angka 10-12 persen dari total angkatan kerja agar bisa menjadi negara maju.

Perluasan kesempatan usaha, lanjut dia, menjadi agenda yang tidak terpisahkan untuk mencapai target tersebut.

Ia menambahkan, waralaba bisa menjadi instrumen penting dalam perluasan kewirausahaan karena menawarkan model bisnis yang siap pakai, terstandarisasi, dan didukung oleh pendampingan dari pemberi waralaba.

“Harapannya kegiatan seperti yang kita lihat hari ini bisa menyajikan informasi-informasi baru bagi masyarakat Indonesia yang memang berada di sebuah mindset di mana mereka ingin memulai sesuatu hal yang baru,” ujar Roro.

 

Regulasi Pendukung

Wamendag juga mengingatkan masyarakat yang tertarik untuk berwirausaha melalui waralaba untuk mencermati regulasi-regulasi pendukung guna memastikan ekosistem bisnis tetap sehat dan terpercaya.

“Kami mengimbau kepada pelaku usaha untuk memastikan telah memiliki surat tanda pendaftaran waralaba sebelum menggunakan istilah maupun logo waralaba pada brosur, website, media sosial dan lain sebagainya,” kata dia.

Selain itu, Wamendag Roro juga mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dan bijak dalam memilih penawaran bisnis dengan menggunakan prinsip 2L, yang berarti legal dan logis.

“Kami berharap masyarakat tidak mudah tergiur tentunya oleh janji keuntungan tetap yang tidak masuk akal atau klaim bebas resiko dan lain sebagainya. Jadi itu hal-hal yang memang harus kita antisipasi bersama,“ ujar dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6