Harga Emas Antam Turun di 20 Desember 2022, Termurah Rp 552 Ribu

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga emas Antam belum termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen.

Diterbitkan 20 Desember 2022, 09:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga logam mulia yang dijual PT Aneka Tambang atau Antam pada perdagangan Selsa, 20 Desember 2022 turun. Harga emas hari ini di Antam dibanderol Rp 1.004.000 per gram, turun Rp 3.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya yang ada di angka Rp 1.007.000 per gram.

Demikian juga dengan harga emas Antam untuk beli kembali atau buyback yang turun Rp 3.000 menjadi Rp 901.000 per gram. Harga buyback ini merupakan patokan bila Anda menjual emas maka Antam akan membelinya di harga Rp 901.000 per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. harga emas antam belum termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Hingga pukul 08.20 WIB, harga emas Antam sebagian besar masih ada.

Anda bisa memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:

* Harga emas ukuran 0,5 gram Rp 552.000

* Harga emas ukuran 1 gram Rp 1.004.000

* Harga emas ukuran 2 gram Rp 1.948.000

* Harga emas ukuran 3 gram Rp 2.897.000

* Harga emas ukuran 5 gram Rp 4.795.000

* Harga emas ukuran 10 gram Rp 9.535.000

* Harga emas ukuran 25 gram Rp 23.712.000

* Harga emas ukuran 50 gram Rp 47.345.000

* Harga emas ukuran 100 gram Rp 95.612.000

* Harga emas ukuran 250 gram Rp 236.265.000

* Harga emas ukuran 500 gram Rp 472.320.000

* Harga emas ukuran 1.000 gram Rp 944.600.000.

Harga Emas Bakal Cerah di 2023? Simak Prediksinya

Akan ada beberapa peluang beli yang bagus bagi investor yang ingin memasuki pasar emas. Namun, harga emas yang lebih rendah hanya akan bertahan hingga akhir Desember 2022 dan awal 2023.

Hal tersebut seperti diungkapkan Ahli Strategi Komoditas RBC Capital Markets, Christopher Louney.

Akan ada beberapa peluang beli yang bagus bagi investor yang ingin memasuki pasar emas. Namun, harga emas yang lebih rendah hanya akan bertahan hingga akhir Desember 2022 dan awal 2023.

Hal tersebut seperti diungkapkan Ahli Strategi Komoditas RBC Capital Markets, Christopher Louney

Faktor yang Mempengaruhi

Kendati begitu, dia melihat tahun depan terlihat lebih cerah untuk logam mulia karena sentimen seputar Federal Reserve, pertumbuhan ekonomi, dan pergeseran suku bunga puncak. Inilah mengapa yang terbaik adalah mendapatkan emas sebelum itu terjadi.

"Ketika pembicaraan berubah, harga emas naik, dan bobot pendorong makro negatif emas tampaknya semakin ringan, kami menaikkan kasing menengah/dasar kami untuk 2023 menjadi USD 1807 per once yang menyiratkan kenaikan pada akhir tahun depan, yaitu USD 1890 per ons rata-rata pada Q4 2023)," ujarnya

Bank juga memiliki skenario tinggi dan rendah, yang melihat emas masing-masing di USD 2.138 per ons atau USD 1.667 per ons pada kuartal keempat tahun depan.

"Perbedaan antara skenario tinggi dan skenario menengah/basis kami di semua tenor masa depan bermuara pada peristiwa risk-off material yang terjadi (banyak risiko terkait Rusia dan China di sini)," katanya.

Pergerakan Harga Emas

Sementara 2023 terlihat lebih kuat, Louney mengasumsikan beberapa tingkat normalisasi pada 2024, namun skenario tinggi kami, yang mengasumsikan tingkat perhatian risk-off yang lebih tinggi, melihat peningkatan yang berkelanjutan. Bank menggambarkan emas lebih sebagai aset strategis daripada aset taktis di lingkungan saat ini

"Kami merekomendasikannya sebagai lapisan risiko, terutama mengingat risiko ekonomi dan geopolitik, dan sebagai penyimpan nilai jangka panjang. Kami akan menunjuk pada perang Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina, ketegangan AS-Tiongkok, dan risiko lain seputar nasionalisme sumber daya, deglobalisasi, dan ketegangan perdagangan umum karena dunia terus menghadapi peningkatan inflasi dan tantangan ekonomi yang sepadan," ujarnya.

Louney mengatakan bahwa reli emas November-Desember yang sempat membawa harga di atas USD 1.800 per ons terlalu cepat. "Saya terkejut betapa tajamnya kekuatan akhir tahun, meski sudah lama dari perspektif bug emas," katanya.

Tapi reli harga emas yang lebih hidup akan dibuka begitu Federal Reserve memberi sinyal puncak suku bunga.

"Tim strategi ekonomi/tingkat suku bunga kami saat ini melihat kenaikan terakhir Fed pada bulan Maret, yang kemungkinan akan membawa penurunan, tetapi kami pikir hal itu mulai melonggarkan beban pada emas saat ini. Kalkulus berubah setelah kenaikan terakhir terjadi. Dari sana, kita melihat faktor makro melonggar lebih lanjut," pungkasnya. 

  

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6