Sukses

Lock-up Saham Adalah Ketika Investor Tidak Diizinkan Jual Saham, Ini Dampaknya pada Saham GOTO

Liputan6.com, Jakarta - Periode penguncian atau lock up saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berakhir pada Rabu kemarin, 30 November 2022.

Jika membahas lock-up, secara garis besar, periode lock-up saham adalah masa ketika investor tidak diizinkan untuk menjual saham dari investasi tertentu. Periode lock-up sering diperlukan dalam IPO, demikan dikutip dari Investopedia, Jumat (2/12/2022).

Hal itu untuk memastikan orang dalam atau manajemen perusahaan dan investor awal tidak menjual saham mereka segera. Lock up bertujuan untuk mencegah volatilitas yang berlebihan dan memungkinkan pasar untuk menemukan nilai sebenarnya saham tersebut.

Periode lock-up biasanya berlangsung antara 90 hingga 180 hari. Periode lock-up usai IPO memungkinkan kestabilan pada saham yang baru diterbitkan tanpa tekanan jual tambahan dari orang dalam.

Selain itu, periode ini juga memungkinkan pasar untuk menentukan harga saham sesuai dengan penawaran dan permintaan secara natural. 

Setelah periode lock up saham seri A nya resmi berakhir, saham GOTO terpantau terus merosot.

Pada perdagangan hari ini per Jumat 2 Desember 2022, saham GOTO menyentuh level auto reject bawah (ARB) dengan penurunan sebesar 6,38 persen.

Saham GOTO dibuka pada posisi 132. Hingga penutupan perdagangan sesi I, saham GOTO parkir di posisi 132.

Mengutip data RTI, toral frekuensi mencapai 8.712, volume perdagangan mencapai 151,97 juta dengan nilai transaksi Rp 20,06 miliar. Pada perdagangan sebelumnya, Kamis 1 Desember 2022, saham GOTO terkoreksi 6,62 persen ke posisi 141. Frekuensi perdagangan pada hari itu sebanyak 17.129 kali, volume perdagangan 461,96 juta dengan nilai transaksi Rp 65,12 miliar.

Selama sepekan terakhir, berdasarkan data RTI, saham GOTO anjlok 28,65 persen. Selama sebulan, saham GOTO terpangkas 34 persen. Periode lock up saham seri A PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi berakhir pada 30 November 2022.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Prospektus GOTO

Berdasarkan prospektus GOTO, dikutip Rabu (30/11/2022), sesuai dengan pasal 6 angka (2) POJK Nomor 22/2021, setiap pemegang saham seri A sebelum IPO dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh kepemilikan atas saham seri A yang dimilikinya hingga delapan bulan sejak tanggal efektif, karena nilai buku per saham berdasarkan laporkan keuangan terakhir lebih rendah dibandingkan harga penawaran. Pembatasan ini berlaku bagi seluruh pemegang saham seri A sebagaimana yang tercantum dalam Akta Nomor 135/2021, Akta Nomor 136/2021, dan Akta Nomor 137/2021.

Adapun pemegang saham GoTo terbagi dalam struktur dual class voting yaitu pemegang saham dengan hak suara multipel (SDHSM) dan non-SDHSM.

Pemegang saham perseroan seri A non-SDHSM dengan total 1,1 triliun. Rinciannya Garibaldi Thohir sebesar 1,05 miliar saham atau 0,09 persen, GoTO Peopleverse Fund sebesar 106,90 miliar saham atau 9,03 persen, SVF GT Subeo (Singapore) Pte Ltd sebesar 103,12 miliar saham atau 8,71 persen, Taobao China Holding Limited atau sebesar 104,7 miliar saham atau 8,84 persen dan lain-lain sebesar 745,67 miliar saham atau 62,9 persen dan masyarakat sebesar 46,70 miliar saham atau 3,94 persen.

Sementara itu, sesuai dengan Pasal 6 angka (1) POJK No. 22/2021, setiap pemegang saham seri B dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh kepemilikan atas saham seri B yang dimilikinya selama dua tahun sejak tanggal efektif.

Pembatasan itu berlaku untuk Andre Soelistyo sebesar 6.734.025.100 lembar saham seri B, Kevin Bryan Aluwi sebesar 3.272.789.432 lembar saham seri B, William Tanuwijaya sebesar 12.588.634.432 lembar saham seri B, Melissa Siska Juminto sebesar 1.087.292.195 lembar saham seri B, dan PT Saham Anak Bangsa sebesar 26.888.988.841 lembar saham seri B.

3 dari 4 halaman

Dampak Penurunan Saham GOTO ke IHSG

Sebelumnya, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih betah bergerak di zona merah usai periode penguncian (lock-up) saham seri A berakhir pada 30 November 2022. Dampak koreksi saham GOTO tersebut pun berimbas ke laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI),  I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, saham GOTO mengalami tekanan jual hingga sentuh auto rejection bawah (ARB) sejak lock-up dicabut .

Hal tersebut juga berdampak penurunan IHSG.

"Jika dimulasikan per 28 November bobot GOTO pada IHSG adalah 4,89 persen. Apabila GOTO turun 7 persen dalam satu hari perdagangan, maka efek terhadap penurunan IHSG dalam satu hari perdagangan bursa sebesar 4,87 persen kali minus 7 persen sama dengan minus 0,34 persen," ujar dia kepada wartawan, dikutip Jumat (2/12/2022).

Nyoman mengatakan, pihaknya juga memperhatikan secara khusus semua perusahaan tercatat atau emiten selain GOTO.

4 dari 4 halaman

Laju IHSG Sesi I 2 Desember 2022

Koreksi saham GOTO ini menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertekan pada Jumat,2 Desember 2022. Pada sesi pertama, IHSG tergelincir 0,46 persen ke posisi 6.988,21. Indeks LQ45 terpangkas 0,78 persen ke posisi 988,17. Mayoritas indeks acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.201,81 dan terendah 6.967,95. Sebanyak 199 saham menguat dan 326 saham melemah. 173 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 697.465 saham dan volume perdagangan 42,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10 triliun.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham nonsiklikal naik 0,04 persen dan sektor kesehatan berada di zona hijau. Adapun sektor saham energi susut 0,18 persen, sektor saham basic merosot 0,02 persen, sektor saham industri tergelincir 1,3 persen, dan sektor saham siklikal susut 0,60 persen.

Selain itu, sektor saham keuangan terpangkas 0,54 persen, sektor saham properti melemah 0,15 persen, sektor saham teknologi turun 0,98 persen, sektor saham infrastruktur susut 0,27 persen dan sektor saham transportasi terpangkas 0,41 persen.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS