Sukses

Pertamina Masuk Fortune Global 500 Tuai Apresiasi Anggota Dewan

Liputan6.com, Jakarta Keberhasilan Pertamina yang kembali masuk ke dalam Fortune Global 500 tahun 2022 menuai apresiasi Anggota Komisi IV DPR.

Posisi BUMN energi tersebut melonjak 64 peringkat dari sebelumnya pada posisi 287, kali ini pada peringkat 223.

"Ini kan prestasi. Dan setiap prestasi pasti kita apresiasi. Pencapaian ini akan membangun semangat dan optimisme dalam melakukan transformasi perseroan," ujar Anggota Komisi VI DPR RI Rafli melansir Antara di Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Seperti diketahui pada Fortune Global 500 2022 ini Pertamina menempati posisi ke-223. Capaian tersebut menempatkan Pertamina berada di urutan 21 di atas Idemitsu, perusahaan migas asal Jepang dan Repsol asal Spanyol.

Raihan ini bisa dicapai karena peningkatan pendapatan dan laba bersih dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Pada 2021 Pertamina mencatatkan pendapatan sebesar USD 57,51 miliar naik dibanding tahun lalu sebesar USD 41,47 miliar.

Laba bersih sebesar USD 2,045 miliar atau Rp 29,3 triliun, naik hampir dua kali lipat dibanding tahun 2020 sebesar USD 1,05 miliar atau Rp 15,3 triliun.

Menurut Rafli, transformasi perusahaan sebagai bagian dari strategi terhadap perubahan bisnis ke depan agar bisa bergerak lebih lincah dan lebih cepat serta fokus untuk pengembangan bisnis yang lebih luas dan agresif.

Selain itu prestasi yang dicapai Pertamina akan diikuti oleh perusahaan BUMN lainnya agar mampu bersaing di pasar global.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Satu-satunya BUMN

Apalagi pada 2022 ini Pertamina memang menjadi satu-satunya BUMN yang masuk ke dalam Fortune Global 500.

"Jangan cuma Pertamina. Semua perusahaan BUMN harus mampu bersaing di pasar global. Itu lebih bagus," kata Rafli.

Pihaknya optimistis Pertamina akan menjadi perusahaan migas kelas dunia. Untuk itulah keberhasilan masuk ke dalam Fortune Global 500 agar tidak menjadikan Pertamina terlena. Sebaliknya, justru membuat perusahaan tersebut terus meningkatkan kinerja.

“Seharusnya Indonesia melalui BUMN, sejak dulu bisa menjadikan sebagai perusahaan migas kelas dunia mengingat sumber daya akan yang masih sangat menjanjikan,” ujarnya.

 

3 dari 4 halaman

Dari Sisi Pendapatan, BUMN Kuasai Daftar Fortune Indonesia 100

Majalah Fortune Indonesia merilis daftar Fortune Indonesia 100 yang merupakan daftar 100 perusahaan terbesar di Indonesia berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2021. Ini adalah rilisan tahun kedua.

Perusahan yang masuk dalam daftar ini tidak hanya terdiri dari perusahaan terbuka di Indonesia, namun juga tertutup. Dengan catatan, mereka merilis laporan kinerjanya yang telah diaudit, menampilkan pada situsnya, atau menyerahkannya kepada tim Fortune Indonesia.

Ada hal signifikan yang terjadi ketika tim Fortune Indonesia merilis daftar bergengsi kali ini. Tahun lalu, hanya 30 persen perusahaan yang berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Namun, tahun ini 80 persen di antaranya berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja.

Total pendapatan dari seratus perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 ini mencapai Rp 4.381,41 triliun. Angka tersebut naik 20,62 persen dibandingkan tahun lalu.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia 2021 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 16.970,8 triliun. Artinya total pendapatan 100 perusahaan raksasa ini mewakili 25,81 persen atau lebih dari seperempat perekonomian Indonesia.

Dari total pendapatan Rp 4.381,41 triliun, sekitar 48,84 persen di antaranya disumbang oleh 19 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100.

“Terbentuknya sejumlah holding BUMN membuat beberapa perusahaan pelat merah memiliki kontribusi pendapatan yang signifikan,” kata Hendra Soeprajitno, Editor-in-Chief Fortune Indonesia dalam keterangan tertulis, Kamis (11/8/2022).

 

 

4 dari 4 halaman

Dikuasai Sektor Pertambangan

Saat ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) membagi klasifikasi saham menjadi 11 sektor. Jika kita melihat daftar Fortune Indonesia 100, sektor pertambangan yang merasakan era booming komoditas mengambil porsi 36,3 persen dari total pendapatan Fortune Indonesia 100 yaitu Rp 4.381,41 triliun.

Sektor kedua dan ketiga dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor keuangan dengan porsi 19,15 persen dan sektor barang konsumen primer dengan porsi 18 persen.

Namun jika melihat dari sisi laba bersih, dari total laba bersih Rp 389,72 triliun yang dicatatkan 100 perusahaan dalam daftar Fortune Indonesia 100, sektor keuangan mengambil kontribusi 40 persen.

"Diikuti sektor energi dan sektor barang konsumen primer dengan kontribusi masing-masing 27,24 persen dan 11,75 persen,” kata Hendra.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Pertamina merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bertugas mengelola pertambangan minyak dan gas bumi di Indonesia.
    Pertamina
  • Fortune Global 500 adalah 500 urutan perusahaan teratas yang diukur berdasarkan pendapatan tahunan perusahaan.
    Fortune Global 500