Sukses

Penyaluran Dana PEN untuk Perlindungan Sosial Rp 22,74 Triliun di Awal April 2022

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, realisasi pencairan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di angka Rp 29,3 triliun hingga awal April ini. Jumlah tersebut baru 6,4 persen dari anggaran yang sebesar Rp 455,62 triliun.

Penyerapan dana terbesar dari pos anggaran perlindungan sosial masyarakat sebesar 14,69 persen. Telah terserap Rp 22,74 triliun dari anggaran Rp 154,76 triliun.

"Perlindungan masyarakat Rp 22,74 triliun ini untuk PKH, sembako, Kartu Prakerja, BLT Desa dan bantuan PKL, warung dan nelayan," kata Menteri Airlangga di Istana Negara, Senin (4/4/2022).

Terbesar kedua yakni dari pos anggaran pemulihan ekonomi yakni 2,80 persen. Dari anggaran Rp 178,32 triliun, yang terserap baru Rp 5 triliun.

"Penguatan ekonomi (realisasinya) Rp 5 triliun," kata dia.

Sementara itu, pos kesehatan sebesar Rp 1,55 triliun. Anggaran tersebut hanya 1,26 persen dari total anggaran 122,54 triliun.

"Terkait dengan penanganan kesehatan realisasinya Rp 1,55 triliun," kata Airlangga Hartarto mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

BLT Rp 600 Ribu untuk 2,76 Juta PKL dan Nelayan Cair Bulan Ini

Insentif untuk pelaku UMKM, khususnya pemilik warung, pedagang kaki lima (PKL) dan nelayan sebesar Rp 600 ribu akan segera disalurkan pada Februari 2022.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers PPKM, Senin (21/2/2022).

“Program khusus untuk pedagang kaki lima, warung dan nelayan, kemarin keputusan Permen HAM-nya sudah keluar, sekarang tinggal dari pedoman umum dari Kapolri yang sedang disiapkan dan ini di diharapkan bulan Februari Ini program Ini bisa berjalan,” kata Menko Airlangga.

Sebagai informasi, program ini akan ada 1 juta pedagang kaki lima atau pemilik warung yang menjadi sasaran. Sisanya 1,76 juta orang akan disalurkan kepada nelayan penduduk miskin ekstrem.

Program ini akan disalurkan ke 212 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia yang masuk target pengentasan kemiskinan ekstrem pada tahun 2022.