Sukses

Kenalkan Jalur Kesehatan Presidensi G20, Menkes Tekankan Pentingnya Dukungan Global

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin resmi mulai mengenalkan jalur kesehatan di forum G20 pada Jumat, 17 Desember 2021.  Pengenalan kepada Menteri Kesehatan G20 ini untuk menentukan arah perjalanan dunia dalam mengakhiri pandemi COVID-19.

"Karena seperti yang kita tahu, sudah hampir dua tahun sistem kesehatan dunia mendapatkan tekanan besar untuk bangkit dan pulih dari pandemi COVID-19. Sebab, pandemi tidak hanya berdampak pada sistem kesehatan global namun juga berdampak pada kehidupan masyarakat global,” ujar Budi dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (18/12/2021).

Salah satu pelajaran paling penting yang didapat dari pandemi COVID-19 saat ini arsitektur kesehatan global lambat untuk respons pandemi COVID-19. Selain itu, tidak siap untuk mencegah keadaan kedaruratan kesehatan masyarakat pada masa depan.

Tema Presidensi G20 “Recover Together, Recover Stronger” bertujuan untuk membangun kembali arsitektur kesehatan global yang lebih kuat dan dapat bertahan menghadapi krisis kesehatan di masa depan serta mempersiapkan generasi mendatang lebih baik.

Menkes Budi menuturkan, Kementerian Kesehatan selaku ketua Health Working Group telah menetapkan tema “Menata Ulang Arsitektur Kesehatan Global” dengan tiga isu prioritas bidang kesehatan. 

Tiga isu itu antara lain membangun ketahanan sistem kesehatan global, harmonisasi standar protokol kesehatan global serta memperluas manufaktur global dan pusat pengetahuan untuk pencegahan pandemi COVID-19, kesiapsiagaan dan respons.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Komitmen Indonesia

Lewat tiga fokus itu, Indonesia berkomitmen bekerja sama membangun global yang nyata kolaborasi untuk pemulihan pandemi yang dipercepat dan kuat dengan tetap berpegang pada prinsip solidaritas, akuntabilitas, dan kesetaraan.

Sebab, selain respons yang lambat, sektor kesehatan juga belum memiliki mekanisme global yang dapat dengan cepat memobilisasi sumber daya, baik dalam hal pendanaan maupun penanggulangan medis penting lainnya dalam menanggapi krisis kesehatan masyarakat.

Selain itu, ada perbedaan mencolok dalam kapasitas berbagai negara dan wilayah untuk mendeteksi dan memantau pathogen yang muncul dengan surveillance genomic.

Dalam semangat kemitraan, Menkes Budi mengajak para pemimpin G20 untuk terus berkolaborasi dalam membangun mekanisme global dalam pengumpulan sumber daya untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi, peningkatan kemampuan surveillans genomic secara global termasuk pemulihan sistem kesehatan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

"Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan dan komitmen yang diberikan dalam jalur kesehatan Presidensi G20. Belajar dari pandemi, kita harapkan bisa lebih cepat merespons pandemi dan lebih siap untuk mencegah keadaan kedaruratan kesehatan masyarakat di masa depan,” tutur dia.