Sukses

Indonesia dan China Bikin Rumah Sakit Internasional di Sumatera Utara

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan China resmi menjalin kerja sama dalam proyek Two Countries Twin Park. Kedua negara ini akan membangun model baru industri, membentuk investasi yang efisien dan perdagangan dua arah.

"Saya juga berharap agar kerja sama ekonomi kita tidak berhenti dan dapat terus ditingkatkan," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Luhut mengatakan Indonesia dan China akan membuka rumah sakit internasional. Nantinya kedua negara ini akan melakukan pertukaran dokter dan tenaga kesehatan.

Selain itu, akan ada kolaborasi riset dan teknologi antarnegara. Dalam hal ini, Luhut mengundang perguruan tinggi adal China untuk melakukan kerja sama riset di bidang herbal.

Saat ini, Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan area seluas 500 hektar di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Lahan ini akan difungsikan sebagai Pusat Herbal dan Hortikultura.

Lokasi ini dipilih karena memiliki potensi tanaman obat herbal yang besar. Setidaknya setiap tahun 40 persen penduduk Indonesia mengandalkan obat herbal untuk menjaga kesehatannya.

Tak hanya itu, lokasi tersebut juga akan didirikan area demo pertanian, kantor, tempat tinggal, guest house, laboratorium, dan ladang pengumpulan plasma nutfah. Lewat kerjasama ini diharapkan akan lebih banyak produk Indonesia yang masuk ke pasar China.

"Indonesia memiliki sumber daya yang kaya sehingga diharapkan Indonesia dapat memperluas pasar produknya di RRT, termasuk akses bagi produk sarang burung walet, perikanan, buah tropis, dan batu bara," kata Luhut.

Penandatangan kerja sama tersebut dilakukan di Prapatan, Sumatera Utara. Turut hadir Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Yi dan Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Jerry Sambuaga. Lewat kerja sama ini, dua negara bersepakat memperkuat pertukaran kerja sama ekonomi dan perdagangan.

Anisyah Al Faqir

Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Menko Luhut Terima Menlu China Wi Yang di Danau Toba, Bahas Apa?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan dari Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Yi di Parapat, Sumatera Utara. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi gerbang kerja sama Indonesia-China selanjutnya.

"Kedatangan sahabat saya, Bapak Wang Yi ke Danau Toba ini diharapkan dapat mengembangkan kerja sama yang baik dan berkelanjutan antara kedua negara," kata Luhut di Prapatan, Sumatera Utara, Selasa, (12/1).

Pada kesempatan tersebut Luhut bersama Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga berkesempatan melakukan pembicaraan dengan Wang Yi. Dalam pertemuan tersebut membahas mengenai peningkatan kerja sama strategis di bidang investasi dan perdagangan.

Luhut mengaku sudah beberapa kali mengundang Wang Yi untuk berkunjung ke Danau Toba untuk melihat keindahan alam. Sebab, Wang Yi dikenal memiliki hobi hiking.

Pertemuan tersebut sedianya dijadwalkan pada Februari 2020 lalu. Namun, penyebaran virus corona membuat pertemuan tersebut dibatalkan.

"Kunjungannya ke Danau Toba yang sedianya berlangsung pada Februari tahun lalu tersebut tertunda karena pandemi Covid-19," kata dia.

Kali ini, Wang Yi bersama beberapa delegasinya dijadwalkan melakukan kegiatan hiking dan mengunjungi beberapa tempat historis yang berada di sekitar Danau Toba. Kunjungan tersebut juga akan didampingi Luhut.

Sebagai informasi, Wang Yi dijadwalkan melakukan kunjungannya di Indonesia selama dua hari, mulai dari tanggal 12 hingga 13 Januari 2021. Besok Wang Yi besok dijadwalkan akan terbang ke Jakarta.

Dia akan mengikuti agenda pertemuan dengan Menlu, Retno Edi Marsudi dan melakukan audiensi kepada Presiden RI.

"Besok Bapak Wang Yi akan diterima oleh Bapak Presiden RI dan mendengar langsung harapan Bapak Presiden terhadap kerja sama strategis kedua negara yang telah terjalin selama ini," kata dia.

Kunjungan ke Indonesia merupakan bagian dari safari yang dilakukan Wang Yi ke beberapa negara Asia Tenggara. Selain Indonesia, Wang Yi juga berkunjung ke Myanmar, Brunei Darussalam, dan Filipina.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: