Sukses

Terjerat Utang, Anak Miliarder China Dilarang Berfoya-foya oleh Pengadilan

Liputan6.com, Jakarta - Wang Sicong, anak dari miliarder Wang Jianlin, dilarang oleh pengadilan Shanghai untuk belanja foya-foya akibatnya utangnya yang menumpuk. Pria berusia 31 tahun ini memang sering disorot media karena gaya hidupnya.

Dilaporkan Caixin Global, hukuman dilarang berfoya-foya itu ditetapkan oleh pengadilan Shanghai. Keputusan tersebut akibat kasus hukum yang sedang menjeratnya terkait platform streaming game Panda TV.

Platform Panda TV didirikan oleh Wang Sicong pada tahun 2015, namun terpaksa tutup tahun ini karena masalah uang. South China Morning Post menyebut si anak miliarder itu punya 40 persen saham di Panda TV.

Masalah kebangkrutan Panda TV pun berujung pada tuntutan hukum kepada Wang terkait urusan finansial. Salah satunya oleh Cao Yue, mantan pembawa acara di Panda TV.

Pada bulan Oktober 2019, pengadilan Shanghai pun melarang Wang Sicong untuk berfoya-foya, seperti menetap di hotel mewah, terbang first-class, dan berkunjung ke klub malam. Permintaan pelarangan itu berasal dari Cao Yue, pihak yang menuntut Wang.

Pengadilan lain di Beijing juga menyebut Wang dalam risiko menjadi "defaulter" karena pria itu memiliki utang lebih dari 150 juta yuan (Rp 300 miliar).

Beruntung bagi si anak miliarder, keputusan larangan berfoya-foya dilaporkan dicabut pengadilan Shanghai pada 21 November 2019.

China sendiri sedang menerapkan sistem untuk mempermalukan orang yang kerap berutang (defaulter), hukumannya termasuk pelarangan naik pesawat first-class, serta beragam hukuman sosial.

2 dari 4 halaman

Praktik Debt-Shaming

Di China memang ada praktik debt-shaming, yakni mempermalukan orang yang menunggak utang. Caranya pun bervariasi, mulai pelarangan hidup mewah, wajahnya tampil di layar bioskop, hingga terdeteksi lewat aplikasi.

Praktik ini sudah dimulai China sejak beberapa tahun lalu. Pada tahun 2016, Reuters melaporkan China memajang identitas orang-orang yang tak bayar utang di statiun transportasi umum.

China juga memakai social credit system yang turut memasukan utang warga sebagai poin. NBC News melaporkan ada orang yang menumpuk utang, maka orang itu hanya dibolehkan naik bus, bahkan dilarang menjual rumah sebelum membayar utang.

Wang Chao sendiri adalah putra dari miliarder Wang Jianlin dari Dalian Wanda Group. Lewat media sosial, Wang Chao diketahui memamerkan mobil sport mewah serta Apple Watch untuk anjing peliharaannya.

3 dari 4 halaman

Baru Pensiun, Jack Ma Kembali Jadi Orang Terkaya di China

Pendiri Alibaba Jack Ma memang sudah pensiun, tetapi ia masih mendapat predikat orang terkaya di China versi Forbes. Kekayaan Jack Ma kini tercatat sebesar USD 38,2 miliar atau Rp 535,7 triliun (USD 1 = Rp 14.023).

Kekayaan Jack Ma mengalahkan rivalnya, CEO Tencent Ma Huateng. Kekayaan sang bos Tencent ada di peringkat dua daftar ini dengan jumlah USD 36 miliar (Rp 504 triliun)

Lebih dari setengah orang kaya di daftar terkaya China mengalami kenaikan kekayaan. Hanya ada seperempat yang kekayaannya menurun.

Forbes menjelaskan bahwa perang dagang yang terjadi tidak begitu memberi dampak ke para miliarder, terbukti kekayaan miliarder di China pun meningkat dari tahun lalu. Konsumsi domestik menjadi penopang hal tersebut.

"Kekayaan (Jack) Ma naik menjadi USD 38,2 miliar dari USD 34,6 miliar pada tahun sebelumnya," jelas Forbes.

Stok Alibaba disebut mendapat untung dari popularitas e-commerce China. Konsumen China pun makin doyan untuk belanja online.

Itu pun terbukti dari naiknya kekayaan Colin Huang, CEO platform e-commerce Pinduoduo, menjadi USD 21,2 miliar (Rp 297,3 triliun). Artinya, kekayaannya naik hampir USD 10 miliar dari tahun lalu.

Meningkatnya e-commerce di China juga membawa untung bagi perusahaan pengantar barang. Kekayaan Lai Meison, CEO dari layanan pengantar ZTO, juga naik menjadi USD 4,6 miliar (Rp 64,5 triliun).

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
China Berang Usai DPR AS Loloskan RUU Soal Muslim Uighur
Artikel Selanjutnya
Setelah Indonesia, 629 Perempuan Pakistan Jadi Korban Pengantin Pesanan di China