Sukses

Sebelum Berutang, Pahami Dahulu Cara Hitung Bunganya

Liputan6.com, Jakarta - Barangkali, karena suatu alasan yang penting, Anda harus mengajukan pinjaman pada bank maupun penyedia jasa pinjaman lainnya. Karena membutuhkan dana yang cukup besar dengan waktu singkat, berutang bisa jadi satu-satunya cara yang dilakukan.

Utang tidak hanya berasal dari pinjaman uang saja, penggunaan jasa kartu kredit juga termasuk sebagai utang. Meski memiliki bentuk dan persyaratan yang berbeda, kartu kredit dan pinjaman sama-sama membebankan bunga pada jumlah tagihannya.

Pihak terutang tentu harus bisa melunasinya secara rutin setiap bulan. Meski terlihat kecil dan sepele, besaran bunga pinjaman pada jasa seperti ini tidak boleh dianggap enteng.

Jika tidak diperhatikan dengan cermat, beban bunga pada jasa pinjaman yang Anda lakukan bisa membuat tagihan menjadi terlalu memberatkan. Dalam penghitungan beban bunga, tiap kartu kredit memiliki rumus penghitungan yang beragam.

Hal ini ditengarai oleh perbedaan kebijakan pada masing-masing bank atau penyedia jasa kartu kredit lainnya. Saat akan mengajukan pinjaman ataupun kartu kredit, ada baiknya Anda memahami secara seksama mengenai penghitungan bunga pinjaman, agar nantinya beban tagihan tidak terlalu memberatkan.

Mengetahui cara penghitungan beban bunga juga bisa Anda lakukan guna memastikan pihak penyedia pinjaman tidak berbuat curang. Sebelum mengajukan pinjaman, ketahui cara penghitungan bunga pinjaman, seperti dikutip dari Cermati.com.

2 dari 3 halaman

1. Cara Menghitung Bunga Kredit yang Flat

Dibanding jenis bunga lainnya, cara hitung bunga flat dianggap paling gampang dan simpel. Beberapa penyedia pinjaman dengan bunga jenis ini bahkan seringkali memberikan contohnya pada brosur ataupun pamphlet.

Misalnya, pada brosur kredit kendaraan, hasil penghitungan bunga datar ini biasanya langsung dijelaskan dalam bentuk tabel yang berisi jumlah tagihan per bulan yang wajib Anda bayar.

Cara penghitungan bunga datar pada tabel kredit kendaraan tersebut adalah dengan menjumlahkan beban bunga hingga akhir waktu pelunasan, dan mengambil hasil rata-ratanya.

Agar dapat memahami cara penghitungan bunga flat, pahami contoh kasus dibawah ini:

Karena ingin membuka usaha, Anda mengajukan pinjaman sebesar 100 juta rupiah. Jangka waktu pelunasan yang Anda pilih adalah 20 bulan dengan beban bunga pinjaman per tahun 6 persen. Jadi, cara penghitungannya adalah:

Jumlah Pinjaman       : 100 juta

Bunga                         : 6 persen per tahun

Durasi                         : 20 Bulan

Angsuran utama: (Jumlah Pinjaman/Durasi) = 100 juta/20 = 5 juta per bulan

Beban Bunga: ([Jumlah Pinjaman x Bunga] / 12 Bulan) = (100 juta x 6 persen)/12 = 500 ribu per bulan

Setelah mengetahui nominal angsuran utama dan beban bunga, Anda harus menjumlahkan kedua nilai tersebut untuk mendapat total tagihan utang Anda setiap bulannya.

Jadi, jika mengajukan pinjaman sebesar itu dengan lama waktu pelunasan dan suku bunga seperti itu, tagihan yang wajib Anda bayarkan adalah Rp5.500.000 setiap bulannya.

3 dari 3 halaman

2. Cara Menghitung Bunga Kredit Efektif

Jika jumlah tagihan yang dibebankan dari bunga flat bersifat statis, tagihan pada pinjaman dengan jenis bunga efektif akan menjadi lebih ringan setiap kali Anda membayarnya. Untuk menghitung nominal angsuran pada bunga efektif, yang digunakan adalah sisa jumlah pinjaman pada bulan saat ini.

Dalam arti lain, jumlah tagihan yang dibebankan akan menjadi semakin berkurang setiap kali Anda membayarnya. Jenis pinjaman dengan bunga efektif seringkali digunakan pada kredit investasi maupun KPR yang memiliki jangka waktu pelunasan yang lama.

Bagi Anda yang berencana mengambil pinjaman dengan bunga efektif, pahami contoh kasus sebelumnya namun mengganti bunga yang digunakan dengan bunga efektif agar mengetahui cara penghitungannya.

Jumlah Pinjaman        : 100 juta

Bunga                         : 6 persen per tahun

Durasi                         : 20 Bulan

Untuk menghitung angsuran bunga efektif, rumus yang digunakan adalah: SP X i X (30/360)

SP        : Sisa saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya        

i           : Suku bunga per tahun          

30        : Jumlah hari selama sebulan

360      : Jumlah hari selama setahun

Untuk mengetahui jumlah tagihan pertama, cara menghitungnya akan menjadi:

Rp100 juta x 6 persen x (30/360) = Rp500 ribu (beban bunga bulan 1)

Jadi, ditambah dengan angsuran utama, tagihan bulan 1 pinjaman tersebut adalah:         

Rp5 juta + Rp500 ribu = Rp5.500.000

Untuk jumlah tagihan kedua, penghitungannya akan menjadi:

Rp95 juta x 6 persen x (30/360) = Rp475 ribu (beban bunga bulan 2)

Terlihat jelas bahwa jumlah bunga yang pada bulan pertama Rp500 ribu menyusut menjadi Rp475 ribu. Jadi, total tagihan bulan kedua adalah Rp5 juta +Rp475 ribu = Rp5.475.000 per bulan.

Pahami Cara Penghitungannya dengan Teliti

Menghitung jumlah angsuran pada kredit jenis bunga flat dan bunga efektif sebenarnya tidak terlalu sulit. Mengetahui bunga pinjaman dengan bantuan alat seperti kalkulator akan membuat cara penghitungan bunga tersebut menjadi sangat mudah.

Namun, pengetahuan tentang rumus menghitung bunga tentu harus dipahami terlebih dahulu. Melakukan penghitungan juga harus dilakukan secara teliti agar tidak ada kekeliruan yang bisa merugikan salah satu pihak. Jadi, pahami dulu cara penghitungan bunga kredit yang akan Anda lakukan dan pastikan telah dihitung secara cermat dan teliti.

Loading
Artikel Selanjutnya
Dapat Pinjaman USD 1,5 Miliar, PLN Gunakan untuk Modali Proyek Kelistrikan
Artikel Selanjutnya
Ini Pentingnya Kartu Kredit untuk Kembangkan Bisnis Online!