Sukses

5 Ratu dan Kaisar Wanita Terkaya dalam Catatan Sejarah

Liputan6.com, Jakarta - Zaman dahulu ada sejumlah ratu dan kaisar wanita yang menunjukan bahwa perempuan memiliki kapabilitas seperti laki-laki dalam memimpin. Para ratu tersebut bahkan berhasil memimpin negerinya menuju masa kejayaan.

Sebut saja Sophie Friederike Auguste von Anhalt-Zerbst-Dornburg. Ia berkuasa selama 34 tahun di Kekaisaran Rusia hingga mendapat julukan Catherine yang Agung.

Ada pula Ratu Isabela I dari Kastila yang bukan hanya kaya raya, tetapi juga cakap dalam menerapkan reformasi birokrasi. Bahkan, ia juga yang mendukung pelayaran Christopher Columbus dalam mencari Dunia Baru.

Siapa lagi para ratu dan kaisar wanita yang ditaksir merupakan yang terkaya pasa masanya? Berikut para sejarawan dan peneliti kumpulkan 5 di antaranya seperti dilaporkan Money.com.

2 dari 6 halaman

5. Isabela dari Kastila (1451-1504)

Sejarah mencatat Isabela sebagai sosok yang cantik, bermata biru, memiliki rambut kemerahan, dan sukses sebagai pemimpin. National Geographic menyebut Isabel sebagai sosok yang tegas, berstrategi, dan sukses membawa Spanyol ke masa keemasan.

Pada zamannya, Isabela mendukung Christopher Columbus menjelajah dunia. Wilayah Spanyol pun semakin meluas. Sementara di dalam negeri, industri tekstil dan wool juga berkembang di masa pemerintahan Isabela.

Puncak kekayaannya setara 1 persen GDP dunia pada masanya.

3 dari 6 halaman

4. Cleopatra (69-30 SM)

Nama yang tersohor di dunia sejarah, sastra, dan politik. Dalam sejarah, Cleopatra dikenal akan kecantikannya dalam menggoda Julius Caesar dan Mark Anthony, tetapi bukan berarti ia tak paham manipulasi politik.

Sebagai pharaoh, Cleopatra VII mengendalikan industri gandum, papirus, dan unguent (sejenis salap). Kekayaannya diestimasi mencapai USD 95,8 miliar.

Sayang, zamannya juga dipenuhi beragam peperangan sehingga memberi efek pada keuangan negara. Cleopatra dan Mark Anthony pun tewas dalam peperangan melawan Republik Romawi.

Puncak kekayaannya setara sekitar 2,6 persen GDP dunia saat itu.

4 dari 6 halaman

3. Catherine yang Agung (1729-1796)

Satu-satunya ratu yang mendapatkan gelar Agung di daftar ini. Sebagai penguasa dari Kekaisaran Rusia, ia memiliki harta setara USD 1,5 triliun saat ini.

Kekaisaran Rusia juga salah satu kekaisaran terbesar di zamannya bila diukur berdasarkan luas daratan. Krimea juga dicaplok oleh Rusia atas perintah Catherine.

Awalnya, Catherine mendukung reformasi liberal untuk membebaskan para serf, tetapi kebijakan itu urung dilakukan. Sejumlah protes besar pun terjadi dan Catherine berhasil tumpas.

Puncak kekayaan Catherine setara 5,4 persen GDP dunia.

5 dari 6 halaman

2. Hatshepsut (1507-1458 SM)

Pharaoh wanita bukanlah hal lumrah di Mesir Kuno. Hatshepsut perlu waktu agar dapat berkuasa sebagai ratu.

Transisinya menjadi ratu pun relatif mulus. Brittanica menyebut ini berkat banyak pejabat setia yang memegang posisi kunci di pemerintahannya.

Zaman Hatshepsut tercatat damai, dan kebijakan luar negerinya berdasarkan hubungan dagang dan bukan perang. Saat berkuasa, ia turut mengendalikan tambang emas, perunggu, dan berbagai batu mulia lain di negerinya.

Puncak kekayaannya setara 20 persen GDP dunia.

6 dari 6 halaman

1. Wu Zetian (624-705 M)

Wu Zetian (Wu Zhao) adalah sosok yang cantik, cerdas, punya bakat kesusastraan, dan sangat kejam terhadap lawan politiknya. Ia menjadi kaisar setelah menyuruh anaknya untuk turun takhta.

Lewat intrik politik yang kejam, lengkap dengan polisi rahasia, Dinasti Tang yang berusia hampir 300 tahun pun berakhir dan zaman berganti menjadi Dinasti Zhou yang dikuasai Wu Zetian.

Selama 15 tahun memimpin, daerah kekuasaan China berhasil menjadi salah satu yang terbesar di dunia saat ini. Jalur Sutra juga berhasil dipergunakan dengan baik sehingga perdagangan teh dan sutra berkembang.

Menurut China Highlights, Wu Zetian adalah sosok yang pekerja keras dan cerdas. Ia menurunkan pajak pada rakyat kecil dan mendorong reformasi ekonomi, politik, dan pendidikan. Ekonomi kekaisaran pun semakin produktif.

Kekayaannya tercatat 22,7 persen dari total ekonomi dunia saat itu, dan menjadikannya sebagai ratu terkaya dalam sejarah.

Loading