Sukses

Jakarta Termasuk 6 Kota yang Berpotensi Raih Investasi Perbaikan Iklim USD 29,4 T

Liputan6.com, Jakarta International Finance Corporation (IFC) World Bank melaporkan, enam kota negara berkembang dunia memiliki potensi meraih investasi perbaikan iklim sebesar USD 29,4 triliun sampai dengan 2030. Setidaknya ada enam sektor bisnis perbaikan iklim yang dapat digarap.

Green Building Leads IFC Indonesia, Sandra Pranoto mengatakan, enam peluang sektor prioritas yang dapat dimanfaatkan seperti bangunan ramah lingkungan atau bangunan hijau, transportasi umum, kendaraan listrik, limbah, air dan energi terbarukan.

"Secara global untuk enam sektor tadi totalnya sebesar USD 29,4 triliun di enam kota sampai 2030. Per kawasan maupun per sektor paling besar adalah green building," ujar Sandra di Kantor IFC, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Dalam laporannya, IFC merinci enam kota dunia yang memiliki potensi investasi perbaikan iklim. Pertama, Jakarta mewakili Indonesia memiliki peluang investasi USD 30 miliar terutama di gedung-gedung hijau (ramah lingkungan), kendaraan listrik, dan energi terbarukan.

Kedua, Nairobi mewakili Kenya memiliki peluang investasi senilai USD 8,5 miliar, terutama untuk kendaraan listrik, transportasi umum, dan bangunan ramah lingkungan.

Ketiga Mexico City memiliki peluang investasi USD 37,5 miliar, terutama di gedung gedung ramah llingkungan, kendaraan listrik, dan air perkotaan.

"Keempat Amman, Yordania memiliki peluang investasi senilai USD 12 miliar, khususnya di transportasi umum, bangunan ramah Iingkungan, dan kendaraan listrik. Lalu, Rajkot kota dengan pertumbuhan paling cepat ke-22 di dunia mewakili peluang investasi senilai USD 4 miliar, terutama dalam kendaraan listrik, transportasi umum, dan bangunan ramah lingkungan," jelas Sandra.

 

2 dari 2 halaman

Kota Lain

Kota keenam adalah Belgrade ibu kota Serbia memiliki peluang investasi senilai USD 5,5 miliar, terutama di gedung gedung ramah Iingkungan, transportasi umum, dan air di perkotaan.

Secara global, bangunan ramah lingkungan akan berpeluang investasi perbaikan iklim di perkotaan senilai USD 24,7 triliun. Potensi investasi yang signifikan dapat dihasilkan dari transportasi rendah karbon seperti transportasi umum hemat energi sekitar USD 1 triliun dan kendaraan listrik sekitar USD 1,6 triliun.

Pada saat yang sama, energi ramah lingkungan memiliki potensi investasi USD 842 miliar, air memiliki potensi bisnis USD 1 triliun, dan limbah dapat menghasilkan investasi sebesar USD 200 miliar. Sektor ini tetap merupakan komponen penting dari pembangunan kota yang berkelanjutan.

Loading
Artikel Selanjutnya
RAPBD DKI 2019 Disepakati Rp 89 Triliun
Artikel Selanjutnya
Dinas Dukcapil DKI: 39.566 Warga Jakarta Belum Punya E-KTP