Sukses

Gemar Berkompetisi, Grab Akui Tetap Utamakan Pelanggan

Liputan6.com, Singapura - CEO dan Co-Founder Grab Anthony Tan mengatakan telah menanamkan prinsip kepada setiap orang di perusahaannya untuk ikhlas memberikan pelayanan kepada pelanggan, bahkan mencintainya.

"We need to fall in love with the customer problem, khususnya kepada kaum perempuan. Karena bagi kami, keselamatan pelanggan adalah hal terpenting," ucap dia di Singapura, seperti ditulis Sabtu (14/7/2018).

Dia pun memberikan contoh terkait prioritas terhadap pelanggan, yakni ketika Grab untuk pertama kali mengusulkan sistem pengisian saldo ongkos lewat pihak driver.

"Awalnya itu diinisiasi lantaran customer sempat kesulitan mencari tempat untuk bisa melakukan itu. Selain menguntungkan pelanggan, driver juga ikut terbantu karena memberikan pemasukan uang cash pada mereka," ujar dia.

Lain pelanggan, lain pula sikap yang diberikan untuk pihak pesaing di industri serupa. Menurut Anthony, Grab dapat sebesar sekarang juga karena berhasil tumbuh berkat adanya kompetisi dengan perusahaan lain.

"Kita mendukung kompetisi. Kita akan terus berusaha jadi lebih baik, kita akan terus berkompetisi. Dulu ketika Uber keluarkan program Uber Ice Cream, Grab juga tidak mau kalah dengan merilis Grab Durian," sebut dia.

Namun begitu, dia tetap bersikukuh, segala inovasi yang Grab lakukan adalah untuk para pelanggannya. "Soalnya mereka (pelanggan) mencintai Anda bukan karena Anda berkompetisi, tapi karena Anda bisa memberikan pelayanan terbaik bagi mereka, " ujar dia.

 

2 dari 2 halaman

Pendapatan Bakal Tembus USD 1 Miliar, Grab Akan IPO?

Sebelumnya, Perusahaan aplikasi Grab berhasil mencapai 2 miliar perjalanan per 7 Juli 2018. Tak hanya itu, Grab juga merupakan perusahaan pertama di Asia Tenggara yang akan mencapai target pendapatan sebesar USD 1 miliar atau Rp 14,35 triliun (1 USD=Rp 14.358) pada akhir 2018.

Lantas, apakah perseroan berencana untuk menjadi perusahaan terbuka (go public)

CEO & Co-founder Grab Anthony Tan mengatakan Grab tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penawaran saham perdana (Innitial Public Offering/IPO).

Menurutnya, hal itu sangatlah mungkin untuk dilakukan perseroan kedepannya. "Kami sangat mengapresiasi perusahaan-perusahaan global yang ikut memberikan kapitalnya kepada Grab, untuk Go-Public sangat terbuka," tuturnya di Singapura, Selasa 10 Juli 2018.

Kata Anthony, Grab tentu akan mempertimbangkan untuk menjadi perusahaan terbuka di waktu yang akan datang. "Iya, kami jelas akan mempertimbangkanya," kata dia.

Sebagai informasi saja, bisnis perseroan kini berkembang pesat. Terbaru, Grab meluncurkan platform terbaru (Grab Platform) di Singapura pada Selasa Ini. Dalam platform terbaru ini Grasb menawarkan berbagai layanan salah satunya adalah layanan yang menawarkan pelanggan untuk bisa belanja kebutuhan sehari-hari secara online (GrabFresh).

"Grab Platform merupakan serangkaian API (application programming interface) bagi para mitra untuk mengintegrasikan layanan mereka dengan Grab," ujar Anthony Tan.

Anthony menjelaskan, Grab Platform kini merupakan aplikasi super yang menjawab semua kebutuhan sehari-hari. Grab platform, kata Anthony akan membawa pengaruh besar pada perekonomian.

"Grab platform merupakan everyday supperapp pertama di Asia Tenggara. Ini mengapa ada GrabFresh juga, layanan pengiriman barang belanjaan on-demand. Glab platform akan bawa pengaruh ekonomi yang besar dari apa yang sudah kami lakukan sebelumnya," ujarnya.

Adapun GrabFresh merupakan integrasi rekanan Grab Platfrom dengan Happy Fresh, yakni perusahaan penyedia layanan yang bergerak di bidang pengiriman barang belanjaan.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Saksikan Live Streaming EGTC Malang 2018

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Pendapatan bakal Tembus USD 1 Miliar, Grab akan IPO?
Artikel Selanjutnya
MK Tolak Legalkan Ojek Online, Ini Kata Bos Grab